Kiara

Kiara
82



Seseorang yang sejak kedatangannya sudah menjadi pusat perhatian para karyawan di kantornya karena penampilannya yang berbeda hari ini. bahkan lingga menahan tawanya sedari tadi, sementara cathy menatap aneh pada bossnya yang selalu berpenampilan manly dan macho tapi siang ini bossnya datang terlambat dengan tampilan sedikit berbau girly.


Arsen pasrah begitu kiara menyuruhnya memakai syal berwarna pink dan payung yang juga berwarna senada dengan syal yang dia pakai. tadi pagi sebenarnya dirinya hanya bermaksud mampir sebentar ke tempat kiara sebelum menuju kantornya. tapi siapa sangka ternyata kiara masih terlelap, dan bagaimana arsen bisa masuk ke dalam unit kiara maka jangan di tanya itu hanya hal sepele untuk arsen.


Tidak hanya mendapati pemandangan menarik menjahili istrinya yang terlelap dia juga mendapatkan kejutan yang luar biasa dari istri cantiknya. memang saat ini dirinya memutuskan untuk tetap tinggal terpisah sementara waktu sampai arash merasa nyaman dengannya dan dapat menggeser posisi arkhan di hati putranya.


Setelah beristirahat sejenak dari kegiatan olah raga pagi yang panas bersama kiara. arsen teringat jadwal kerjanya yang harusnya pagi ini dia akan melakukan meeting, namun jadi di undur setelah makan siang nanti.


Cuaca dingin dan sedikit hujan membuatnya pasrah ketika kiara harus menyuruhnya dan memakaikan syal pink ini. arsen sempat sedikit menolak baginya dengan menggunakan mantel panjang itu sudah cukup tapi lagi-lagi dia harus mengalah. dan tidak hanya itu kiara juga memberinya sebuah payung berwarna senada dengan alasan untuk melindungi pakaiannya agar tidak basah. untuk ke sekian kalinya arsen kembali mengikuti keinginan istrinya.


Saat ini dirinya menyadari jika dia menjadi pusat perhatian karyawannya. namun dia tidak perduli, bagaimanapun dia akan selalu menghargai apapun yang di lakukan oleh kiara untuknya.


"Kamu sudah siapkan dokumen untuk rapat nanti ?" arsen bertanya pada cathy yang berjalan mengekori di sisinya menuju lift direksi bersama lingga yang sedang membawakan tas kerjanya.


"Sudah pak, semua hal untuk rapat nanti sudah siap. oh ya maaf pak..emm mengenai kerja sama dengan bu putri sepertinya beliau tidak bisa " ucap cathy dengan sedikit keraguan.


Arsen berhenti melangkah dan menoleh pada cathy dengan mata sedikit memicing.


"Apa kamu yakin..? lingga.."


"Iya boss..maaf terakhir kali dari pertemuan kami wak-tu itu memang belum dapat kepastian dari beliau boss" lingga menjelaskan dengan penekanan terakhir kali pertemuan mereka waktu dia di peluk kiara.


"Waktu kalian 3 hari jika tidak berhasil maka tidak akan ada acara penyambutan dan pesta untuk karyawan" tegas arsen sambil melanjutkan langkahnya.


"Baik pak"


"Siap boss"


"Beritahu seluruh direksi kita akan mulai rapat 15menit lagi" ucap arsen kemudian dan membuat cathy dan lingga berpandangan.


"Lho bukannya abis makan siang rapatnya ?! soalnya ada beberapa direksi sedang tugas keluar dan baru kembali setelah makan siang" bisik cathy pada lingga sambil melihat jam di pergelangan tangannya yang baru menunjukkan pukul 10.47 menjelang siang dan lingga hanya mengangkat bahunya pasrah sambil mengikuti arsen masuk ke dalam ruang kerjanya meninggalkan cathy yang sudah terduduk di depan meja tugasnya.


"Lingga, beritahu cathy untuk kosongkan jadwal setelah rapat nanti" ucap arsen tanpa menoleh pada lingga tangannya sibuk membuka beberapa dokumen.


"Baik boss"


"Oh ya satu lagi pastikan ara menerima kerja sama ini..kamu bantu cathy bicara pada ara!" Arsen menatap lingga tegas sambil memainkan pulpen di tangannya.


"Baik boss ! kalau begitu saya permisi"


"Hmm.."


Sementara di tempat lain, seorang wanita yang sedang berdiri menghadap jendela dengan segelas coklat panas di tangannya memandang rintik hujan yang sedari pagi turun belum juga berhenti. kiara melirik jamnya ternyata sudah hampir menjelang sore dan coklat panas di tangannya tersisa setengah.


Bayangan tadi pagi ketika dirinya menyatu bersama arsen dan saat dirinya memaksa arsen menggunakan sesuatu berwarna pink membuat bibirnya sesekali tersungging dan wajahnya memanas merasa malu sendiri. beruntungnya hari ini tokonya tidak terlalu ramai, sehingga dia bisa menikmati coklat panasnya dengan tenang di lantai dua tokonya ini.


Arkhan menghampiri kiara dan berdiri di sisinya dengan kedua tangannya berada di saku celana. namun sepertinya kiara masih belum menyadari kehadirannya.


"Sepertinya kamu sedang bahagia ra, padahal cuaca di luar sana sedang menangis seharian" ucap arkhan sedikit menoleh dengan senyum yang tersampir di wajahnya dan menyadarkan kiara dari lamunannya.


"Eh ma..mas arkhan kapan dateng ? kok aku gak denger suara mas dateng" ucap kiara salah tingkah oleh ucapan arkhan padanya.


"Gimana mau denger orang kamu lagi ngelamun sambil senyum-senyum sendiri gitu" arkhan mengendikkan bahunya dan kembali menatap jendela.


"Haaah..sepertinya kesempatanku untuk menang sangat kecil tapi aku gak akan nyerah..jadi ijinkan aku untuk berjuang demi kamu dan arash, sama seperti kamu memberikan dia kesempatan kedua" lanjut arkhan dengan helaan napasnya.


"Mas.."


"Oh ya dimana jagoan ku, tadi aku jemput dia di sekolah gurunya bilang arash gak sekolah terus aku langsung ke sini deh..kangen dari kemarin belum ketemu dia ra" arkhan sengaja mengalihkan ucapan kiara karena dia belum siap mendapat penolakan dari kiara terlebih jika harus berpisah dengan arash.


"Oh..arash masih tidur di ruangan aku mas, dia lagi males sekolah mungkin karena cuaca juga bikin dia mager kali ya hahaha"


"Hahaha..dasar anak itu! kalau makan tidur terus kaya gini bisa-bisa badannya makin bulet mirip uncle bayunya hahaha"


"Hahaha..bisa aja kamu mas, tapi bener juga sih dokter bayu makin berisi ya mas..udah lama juga aku gak ketemu dia mas, paling cuma video call aja sich"


"Kalau begitu kapan-kapan kita ke sana bertiga" itu bukan suara arkhan tapi itu suara arsen seketika tubuh kiara menegang.


Arkhan memutar malas atas kehadiran arsen yang lagi-lagi mengganggu kebersamaannya bersama kiara. terlebih dengan sikap arsen yang sok mesra dengan mengecup puncak kepala kiara membuat arkhan mendengus di hadapan arsen.


"Hai bro..gimana kabar ?" sapa arkhan membuat kesan ramah.


"Baik ! gak ada kerjaan perasaan nyamperin bini orang mulu" balas arsen dengan nada sarkas yang di buat santai.


"Belum begitu sibuk sih ! lagian kemarin-kemarin juga gue yang jagain, gak tau lakinya kemana" sindir arkhan.


"Kam.."


"Stop !! kalau kalian mau berantem silakan aja, aku gak mau tahu..!" kiara menyela mengankat kedua tangannya pada arsen dan arkhan sambil akan beranjak dari sana.


"Kalian tuh nyebelin tau gak !! minggir !" lanjutnya dengan kesal, kiara mendorong keduanya.


Arsen dan arkhan seketika membungkam mulutnya mereka tak percaya gadis di hadapannya bisa mengeluarkan nada yang sedikit keras. mereka saling berpandangan dan tersenyum tipis setelahnya.


Arsen berbalik membelakangi arkhan setelah kepergian kiara yang masuk ke dalam ruang kerjanya. dia melangkah santai meninggalkan arkhan yang berdiri menyamping menatap jendela.


"Mau ngopi bareng ?"


Arkhan menoleh ke arah arsen yang berbicara padanya tapi masih terus berjalan lurus. bibirnya tertarik ke atas dan dia pun mengikuti langkah kaki arsen untuk menikmati kopi panas.