
"Glandpaaaa !!"
"Arash hati-hati jangan lari !" kiara meneriaki anaknya yang berlari kencang menyambut sang kakek yang ikut menjemput dengannya ke sekolah.
"Whooahh cucu grandpa sudah besar, makin tampan dan tambah pintar aja..cup cup cup" lucas langsung menangkap arash dalam dekapannya dan di ciuminya seluruh wajah arash dengan gemas.
Namun seketika pandangannya tertuju tidak suka pada seseorang yang mengikuti arash dari belakang. baginya laki-laki ini tak ubahnya seperti benalu yang kerap menempel pada menantu dan cucunya. namun sayangnya dia tidak bisa mengusir laki-laki ini dari sisi sang cucu dengan mudah.lucas mengabaikan senyum ramah yang arkhan tampilkan untuknya, entah mengapa dia merasa senyum itu seperti sebuah sindiran baginya. dia langsung melenggang pergi dengan menggendong arash meninggalkan kiara yang tadi datang bersamanya.
"Mertua kamu sepertinya masih saja tidak suka sama mas ya ra" ucap arkhan setelah tiba di samping kiara menatap kepergian arash dan lucas.
"Ehm..entahlah mas, yang sabar ya ngadepin daddy ! yang pasti daddy itu orangnya baik kok" ucap kiara tulus pada arkhan dan arkhan pun hanya mengangguk kecil " haa ara masih gak paham, mana ada orang tua yang rela posisi anaknya di ambil orang" batin arkhan sambil menghela napas.
"Udah sih mas gak usah di pikirin! daddy juga gak pernah bahas soal mas kok..daddy itu lebih mementingkan arash, baginya selama arash bahagia dia akan berikan apapun itu..dan mas salah satu yang bikin arash bahagia selalu senang dan tertawa"
"Hmm gitu ya ra! kalau ibunya arash, apa aku juga bisa jadi salah satu yang bikin dia bahagia.." ucap arkhan tersenyum jahil pada kiara.
"Haaah..issh apa sih mas..gak lucu akh..udah yuk, daddy nungguin tuh" ucap kiara yang sedikit malu di goda oleh arkhan dan berjalan meninggalkan arkhan.
"Hahahaaa seriusan ra ! hei..mama arash tunggu papa dong hahahaa"
"Noraaak !!" ara mengacuhkan panggilan arkhan.
"Maa..mama..tunggu papa maa!! hahahaa" arkhan semakin gencar menggoda kiara.
"Bodo..bodo..bodo..lebay hahahaa"
Lucas menghela napasnya melihat interaksi kiara dan arkhan dari dalam mobilnya. tawa kiara dan arash ketika bersama arkhan membuatnya sesak karena seharusnya arsenlah yang membuat mereka tertawa.
Dia tersenyum miris ketika mengingat betapa takut dan cemasnya kiara terhadap anaknya arsen. saat itu dia menerima kabar dari handoko adik iparnya yang mengatakan arsen mengamuk di rumah sakit karena kiara yang tak kunjung sadar. betapa bahagia dirinya dan sang istri ketika mengetahui ternyata di balik musibah itu anaknya sudah dapat bicara kembali.
Lucas memerintahkan orang kepercayaannya untuk mencari tahu penyebab kiara masuk rumah sakit. dan betapa marahnya dia ternyata masa lalu arsen menjadi alasannya terlebih arsen yang juga lalai menjaga kiara. dengan segera dia menyelesaikan semua pekerjaannya agar bisa mengunjungi kiara dan arsen.
Pemandangan memilukan terpampang di depannya begitu dia tiba di rumah sakit. lucas melihat beberapa orang sedang mendorong brankar di ikuti oleh arsen dan sita. tanpa basa basi lucas langsung melayangkan pukulan ke arah arsen sebagai bentuk peringatan atas lalainya sang anak menjaga istrinya. dan hal itu memantik emosi sita yang sedang kalut tentang kondisi kiara.
Pada akhirnya kiara sadar dari tidurnya pasca operasi,lucas merasa lega dan senang. begitupun dengan anaknya arsen yang begitu sangat gembira. bagai petir di siang hari tanpa hujan dan badai kiara membuat semua orang yang berada di sana terkejut dengan permintaan cerainya. begitupun dirinya yang tak habis pikir dengan sikap kiara. lucas memandang iba ketika melihat sang anak yang berjalan keluar dengan lesu.
Dia melihat kiara yang menangis tersedu dalam dekapan sita dan helen istrinya yang terdiam dalam pelukannya. lucaspun membawa helen keluar ruangan bermaksud untuk menenangkan pikiran. namun ternyata dia mendengar kasak kusuk di lorong rumah sakit adanya perkelahian.
Di saat dirinya kembali ke ruangan kiara suasana menjadi begitu canggung. helen yang berada di sisi kiri kiara juga berusaha memberikan ketenangan. akhirnya diapun membuka suara menanyakan alasan kiara. setelah melalui sedikit pemaksaan akhirnya kiara menceritakan kejadian yang menimpanya sampai dia harus berakhir di rumah sakit.
Kiara juga menceritakan perihal dokter bayu yang akan membantu pelariannya. namun yang membuat lucas menuruti keinginan kiara hanya karena keberadaan cucunya. lucas begitu senang dan terharu begitu mengetahui ternyata sang cucu masih dapat bertahan meski dia harus merelakan cucu satunya.
Lucas mengetahui kehidupan arsen setelah kecelakaan itu. sisi gelap arsen yang juga menjadi pertimbangannya untuk kiara dan cucunya. dan mulai saat ini mungkin dia harus bersiap menghadapi kegilaan anaknya setelah kepergian kiara. terlebih dirinya sudah berjanji pada kiara untuk merahasiakan keberadaannya dari arsen.
"Berjanjilah pada daddy, untuk membiarkan daddy menemui kalian kapanpun. dan berjanjilah pada daddy,untuk memberitahu kesulitan kalian sekecil apapun itu dan jagalah dirimu dan anakmu dengan baik di sana. ingatlah ara kamu anakku beritahu daddy semua yang menjadi bebanmu jangan kau simpan sendiri,bersandarlah pada daddy ayahmu ini!"
Hanya sebaris pesan itu yang dapat lucas berikan pada sang menantu di malam pelariannya bersama sita. namun kini entah mengapa dia merasa sudah waktunya melonggarkan persembunyian ini terlebih dia melihat kiara dan arash yang semakin akrab dengan arkhan.
"Aduh maaf ya dad, agak lama, tadi mas arkhan bilang sepertinya dia tidak bisa ikut makan malam ini. dia juga minta maaf sama daddy dan mommy karena tidak bisa ikut makan malam" lucas menoleh pada kiara yang memasuki mobil sambil terus bicara dan menyuruh supir untuk melajukan mobilnya.
"Bunda papa mana.." arash yang berada di pangkuan lucas menanyakan keberadaan arkhan.
"Sayang, papanya kerja dulu, nanti kalau papa libur arash bisa main lagi sama papa ya"
Lucas hanya bisa tersenyum getir mendengar ucapan kiara pada arash. haruskah posisi sang anak di rebut oleh orang lain. dengan senyum smirk yang tak terlihat kiara, lucas tidak akan membiarkan sang anak menyerah begitu saja tanpa perjuangan.
"Sudahlah! bukankah arash bisa main sama granpa.kita akan berkuda atau berenang mana yang arash suka ?" lucas mengalihkan pembicaraan.
"Yeeay alas mau belenang glandpa"
"Oke !" lucas menjawab sambil menciumi pipi arash gemas.
Akhirnya mobil pun tiba di sebuah mansion mewah yang biasa di pakai lucas dan helen jika berkunjung ke negara ini. lucas menggandeng tangan arash yang berjalan bersamanya. sementara kiara dan sopir di belakang membawa banyak mainan yang tadi di belikan lucas sebelumnya.
"Haloo cucu grandma yang tampan !"helen menyapa kedatangan arash dan lucas" hi honey..!" tak lupa helen mengecup bibir suaminya. hal itu menjadi pemandangan biasa untuk kiara melihat kemesraan mertuanya.
"Hai luke..!" sapa sita memeluk singkat lucas.
Tawa canda memenuhi suasana makan malam itu, terutama dari si pemeran utama yang menggemaskan yang selalu berceloteh dan bernyanyi dengan riang. namun tiba-tiba di tengah kebahagiaan itu, semua di buat panik dengan ambruknya lucas dari kursi dan tergeletak di lantai.
"LUKEE !!"
"DADDYY !!"