
Assalamualaikum semua balik lagi bersama author selamat membaca jangan lupa vote sama likenya yah😊 karena itu berharga bagi aku。◕‿◕。.
Oke lanjut part 22......
Kia membuka jaket yang di pakaiannya sedari tadi,terlihatlah banyak lebam lebam keunguan di lengan kanan,dan kiri Kia.
Tiba-tiba Kia merasa ada yang mengalir di hidung nya,Kia langsung memegang hidung nya ternyata yang mengalir dari hidungnya darah.
"Pantes kepala aku sakit banget rupanya dia mau keluar lagi."ucap Kia memegang kepala nya yang terasa pusing.
Kia segera menyelesaikan berganti pakaian nya,Kia memakai jelana traning,dan Hodie
Supaya lebam ataupun luka tak terlihat.
setelah itu Kia berjalan turun ke bawah saat di bawah kia melihat keluarga nya sedang makan malam bersama.
Setelah itu Kia berjalan menuju pintu utama rumah nya,dan berjalan menuju gerbang rumah nya,saat ini dia akan pergi menuju rumah Dara, karena dia akan membantu Dara untuk bersiap siap.
Skip sampai rumah Dara......
Saat ini Kia sudah berada di kamarnya Dara membantu Dara memakai high heels.
"Oke perfect"ucap Kia tersenyum melihat penampilan Dara.
"Makasih udah bantuin aku"ucap Dara.
"Tumben pakek kata aku, biasanya gue"goda Kia.
"Gak papa lagi pengen"sahut Dara acuh.
"Yaudah yuk kita ke bawah."ajak Kia.
"Yuk,pasti ayah udah nungguin"balas Dara.
Sesampainya di bawah, kia dan Dara melihat ayah Samuel sedang duduk di ruang tamu menunggu Dara bersiap.
"Eh udah siap,yuk kita berangkat"ajak ayah Samuel.
"Yuk"ucap Dara.
Mereka berjalan keluar dari rumah Dara, berjalan menuju garasi mobil ayahnya Dara.
Sebelum memasuki mobil om Samuel bertanya pada Kia...
"Kamu gak ikut kesana?"tanya om Samuel pada Kia.
"Gak om Kia gak ikut,Kia gak enak badan" balas Kia.
"Udah minum obat?"tanya om Samuel pada Kia.
"Udah kok om"jawab Kia tersenyum mendapatkan perhatian dari ayah Dara yg sudah dianggap nya Ayah nya juga.
"Ayah sama bunda kamu udah berangkat?"tanya om Samuel.
"Udah om ,soalnya tadi mereka udah rapih, lagi makan waktu aku ke sini."jawab Kia.
"Yaudah om Sama Dara berangkat dulu ya"
Pamit om Samuel.
"Daaaaaaah Kia "ucap Dara melambaikan tangan nya dari dalam mobil saat mobil sudah berjalan.
Kia membalas lambaian tangan Dara sambil tersenyum, entah mengapa dia memiliki firasat yang tidak enak hari ini.
Setelah itu Kia memutuskan untuk pulang.
Skippp sampai rumah.....
Sesampainya di rumah Kia langsung merebahkan diri nya di tempat tidurnya,tadi saat dia ingin makan ternyata semua makanan sudah habis, jadilah dia hanay minum air putih untuk mengganjal laparnya.
Sementara di sisi Dara,dan ayah Samuel...
"Dara pakai sabuk pengamannya nak."ucap ayah Samuel.
"Bentar yah,lagi seru nih"balas Kia sibuk memainkan handphone Nya.
Ayah Samuel yang melihat anaknya seperti itu pun
Melepaskan setir mobil nya sebelah,dan memasang kan sabuk pengaman Dara,namun tidak bisa, lalu ayah Dara menggunakan kedua tangannya, setelah selesai memasang kan sabuk pengaman Dara,ayah kembali ingin menyetir namun tiba-tiba.....
TIIIIIIIIIIIN
"Aaaaaaaaaa"teriak Dara melihat truk yang akan menabrak mobil mereka.
BRAAK!!!
Ayah Samuel langsung banting stir ke kiri,dan menabrak pembatas jalan.
Kening ayah samuel membentur setir mobil,dan mengeluarkan banyak darah,Dara, saat ini kondisi nya sedang tidak sadarkan diri dan berlumuran darah akibat benturan keras dasbor mobil ke wajah,dan keningnya.
Ayah Samuel mengerjap kan mata nya
Mengembalikan kesadaran nya.
Dia melihat ke arah putrinya yg sudah tak sadarkan diri.
"Dara, sayang bangun nak"ucap ayah bergetar melihat anaknya tak sadarkan diri dan berlumuran darah.
Hingga akhirnya ada banyak orang berdatangan menolong mereka,dan akhirnya ayah Samuel bisa keluar dari mobil.
"Tolong, Tolong bawa saya dan anak saya ke rumah sakit hiks hiks "ucap ayah Samuel memberhentikan mobil orang lewat.
"Ayo pak naik" ucap orang tersebut.
Sesampainya di rumah sakit, Dara,dan ayah Samuel langsung di tangani oleh pihak rumah sakit.
Sementara itu di kamar Kia....
Kia yang sedang bermain handphone Nya tiba-tiba mendengar suara ketukan pintu.
Tok tok tok..
"Non"
"Non"
Panggil mbok Jum
"Iya apa mbok"jawab Kia setelah membuka pintu.
"Itu ada Bik Inah di Depan katanya mau ngomong sesuatu" ucap mbok Jum.
"Bik Inah?" Sahut Kia bingung.
"Iya non" jawab mbok Jum.
Kia segera menemui bik inah, sesampainya di bawah ia melihat bik Inah menangis.
Bik Inah yang melihat Kia langsung berjalan menuju Kia.
"Non,non Dara,dan tuan kecelakaan" ucap Bik Inah.
Duarr
Bak di sambar petir,Kia terkejut mendengar pernyataan apa yang di sampaikan oleh Bik Inah.
"Bik jangan bercanda,gak lucu tau hahah"
Ucap Kia tertawa mendengar ucapan Bik Inah, karena ia menganggap nya bercanda.
"Bibik serius non,ini bibik mau ngajak non ke rumah sakit hiks hiks"ucap Bik Inah.
"Gak,gak mungkin hiks hiks,di-dimana rumah sakitnya bik"Isak Kia.
"Ayo non kita berangkat ke rumah sakit,bibik udah tau tempat nya"ucap Bik inah
Akhirnya Kiara,dan Bik Inah pergi meninggalkan rumah Kia,dan langsung pergi ke rumah sakit menggunakan mobil yang ada di rumah Dara menggunakan supir.
Skipp sampai di rumah sakit.....
Sesampainya di rumah sakit,Kia langsung menanyakan dimana ruangan Dara pada resepsionis rumah sakit.
(Author gak tau apa namanya di rumah sakit, jadi author buat aja resepsionis rumah sakit😺)
Oke lanjut.....
Kiara langsung berjalan menuju ruangan Dara setelah mengetahui letak ruangan Dara.
Sesampainya di ruangan Dara Kia melihat
Om Samuel duduk di kursi tunggu rumah sakit sambil memijat pelipisnya.
Kia yang melihat itu langsung menghampiri nya.
"Om.."panggil Kia
Sontak saja om Samuel mendongak melihat siapa yang memanggil nya, saat melihat siapa yang telah memanggil nya ia langsung menyuruh nya untuk duduk di sampingnya.
"Kia, duduk sini nak"balas ayah Samuel.
"Om, gimana keadaan Dara sekarang?"tanya Kia sendu.
"Dara masih di tangani dokter,kamu tenang aja pasti semuanya baik-baik saja"ucap ayah Samuel menenangkan Kia, padahal dirinya merasakan khawatir yang sama seperti Kia.
"Tuan,ini saya bawa baju non Dara,sama tuan"ucap Bik Inah.
"Makasih Bik,tolong pegang sebentar" ucap ayah Samuel.
"Baik Tuan" balas Bik Inah, setelah itu duduk di samping Kia.
1 jam berlalu...
Tak terasa 1 jam telah berlalu,dan sekarang jam menunjukkan pukul 01:00 malam, tetapi belum ada tanda-tanda dokter yang menangani Dara keluar dari ruangan itu.
Namun tak berselang lama kemudian tiba tiba.
Cklek...
Lanjut part 23.
Assalamualaikum makasih ya udah baca jangan lupa follow Sama votenya ya
Kalau ada salah kata mohon maaf,dan tolong di beritahu di komen ya☺️.
Maaf ketikannya belum serapih yang kalian inginkan,tapi author bakal berusaha untuk merapikan tulisan author:)
Lanjut di part 23 yah☺️。◕‿◕。