
"Kaak...kak arseen...kaak..kakak di manaa !" kiara memanggil arsen dan memeriksa setiap ruangan yang ada di dalam resort itu.'kemana sih tuh orang,pagi-pagi udah ngilang aja' rutuk kiara dalam hati.
Kiara melanjutkan pencariannya bahkan sampai ke setiap taman yang ada di bangunan ini.kiara menghela napas merasa lelah mencari,dia duduk di kursi taman dan memandang hamparan rumput luas.pikirannya melayang mengingat kejadian semalam tentang arkhan yang membuat dirinya merasa bersalah.
Kemudian pernyataan arsen tentang cinta yang membuat pikirannya tak tenang.apalagi setelah itu laki-laki itu membuat dirinya lelah semalaman,bahkan arsen hanya memberikannya tidur satu setengah jam sebelum waktu subuh datang dan itupun masih di lanjut lagi dengan alasan pemanasan sebelum memulai aktivitasnya.
Karena hal-hal itu pula membuat kiara lupa akan nisa dan ayesha untuk memberi kabar.ketika dia bangun tidur,kiara langsung mengecek ponselnya dan banyak notif panggilan dan pesan dari keduanya.dengan segera kiara menelpon mereka memberitahu mereka jika kini dirinya sedang bersama arsen.
Nisa dan ayesha memberitahu jika nanti siang jam dua mereka harus berkumpul di lobi hotel untuk perjalanan pulang.oleh karena itu dia mencari keberadaan arsen untuk minta mengantarnya kembali ke hotel untuk packing barang-barangnya.namun sepertinya arsen tidak ada di rumah. " kemana sih kak arsen " gumam kiara dan sekali lagi menghela napas lelah.
Sebuah pelukan dari belakang tiba-tiba mengagetkan kiara dari lamunannya.secara reflek dia mencengkram tangan itu dan membenturkan kepalanya ke belakang.suara erangan kesakitan membuat kiara dengan cepat siaga berdiri dan berbalik melihat pelakunya.
Alangkah terkejutnya dia,ternyata sang pelaku adalah arsen dia sedang memegangi hidungnya yang kesakitan dan terlihat mengeluarkan darah.
"Kaak..ma..maaf kak..aku..aku gak sengaja " cepat-cepat kiara menghampiri arsen dan melihat lukanya.kiara membawa arsen masuk ke dalam dan mendudukkannya di sofa terdekat.
"Kotak P3K di mana ?"tanya kiara langsung.
"Di dapur,lemari atas ke dua dekat kotak cereal" jawab arsen dengan gerakan tangannya dan meletakkan kepalanya di punggung sofa mendongak ke atas.kiara pun bergegas mengambilnya.
Niatnya untuk mengejutkan kiara dengan romantis justru membuatnya malah terluka.benturan kepala kiara yang reflek memang cukup keras.namun di sisi lain arsen justru penasaran dengan sikap siaga kiara." aku harus cari tahu tentang ini" pikir arsen dalam hati.
Kedatangan kiara yang membawa dan meletakkan alat kompres serta kotak P3K di atas meja membuat arsen sedikit menoleh.kiara duduk di sebelah arsen dia melepaskan tangan arsen yang menutupi hidungnya sendiri.lalu meletakkan kompres dingin pada hidung secara perlahan.
"Kakak bisa tolong pegang ini..aku bersihin darah di hidung kakak dulu" ucap kiara lalu menyiapkan kapas dan cairan antiseptik yang di campur air untuk membersihkan sudut bibir arsen yang ternyata ikut terluka juga, dan baru terlihat olehnya setelah dia melepaskan tangan arsen.
"Kakak sih bikin kaget..!!pake peluk-peluk dari belakang segala kan jadi kaya gini urusannya !" omel kiara sambil mengoleskan salep untuk bengkak pada hidung arsen dan memberi cairan antiseptic di sudut bibir arsen .
Arsen mendengarkan semua celotehan yang keluar dari mulut kiara.dia merasa gemas dan lucu,sebenarnya luka ini baginya tidak terasa apa-apa namun dia langsung berpura-pura ketika di lihatnya kiara yang begitu panik.dan sudut bibirnya yang berdarah memang sengaja arsen lakukan dengan menggigit sedikit bibirnya waktu tangannya sedang menutupi hidung.
"Sudah selesai deh !" kiara merapikan kembali semua pada tempatnya.
Kiara baru menyadari tujuannya tadi mencari arsen dan lebih lagi ketika dia juga baru menyadari tampilan arsen yang shirtless hanya mengenakan celana panjang sport.entah mengapa dia jadi merasa malu sendiri dan deg-degan gak karuan.
"Kak arsen tadi kemana sih ? aku tuh daritadi nyariin kakak tau gak sih..terus rumah gede gini masa gak ada satu orangpun pekerja sih kak !" ucap kiara berusaha memulai percakapan padahal kalau orang bisa dengar jantungnya sedang dag dig dug.
Bukannya menjawab arsen malah merebahkan kepalanya di atas paha kiara sambil tetap memegangi kompres pada hidungnya.
Arsen meletakkan kompres itu di atas meja dan kembali menatap ke arah kiara.
"Ada apa mencariku ?" tanya arsen yang mengabaikan pertanyaan kiara sebelumnya dengan menggerakan tangannya.
"Ah ya..hampir lupa..tadi aku nyari kakak mau minta tolong antar aku balik ke hotel karena nanti jam dua kita harus kumpul buat persiapan pulang.aku musti beresin barang-barang dulu" jelas kiara yang masih memainkan rambut arsen yang berada di atas pahanya.
"Biarkan saja..mereka tidak akan pergi sebelum kamu datang dan semua barang-barang kamu akan di urus oleh pihak hotel" arsen menjawab pertanyaan kiara dengan perlahan matanya terpejam.
"Yah kok tidur sih ?! Kalau emang begitu setidaknya kakak ajak aku keliling jalan-jalan kek..kan bosen juga di rumah mulu..tapi kakak malah tidur" kiara merajuk pada arsen.
"Cuma 15 menit aja"
Kiara membiarkan arsen tidur di pangkuannya dan dia mulai memainkan ponselnya.untuk membunuh waktu sambil menunggu arsen terbangun.
Satu jam pun berlalu, arsen yang sudah terbangun dari beberapa menit yang lalu kini sudah rapih dan siap mengantar kiara kembali ke hotel.
Seluruh karyawan sudah berkumpul di lobi hotel ketika kiara tiba di sana.banyak tatap mata yang mengarah padanya karena berjalan beriringan dengan arsen.kasak kusuk di antara mereka pun mulai terdengar namun kiara hanya mengacuhkan saja.
Sebelumnya arsen juga memintanya untuk pulang bersamanya.tapi kiara menolak,karena dengan alasan tidak mau mengganggu arsen yang masih harus menyelesaikan pekerjaannya di tempat ini.
Akhirnya desta sang pimpinan menyuruh masing-masing direktur divisi untuk menyuruh para staffnya menaiki bisnya.kiara mendekati arsen dan mencium tangan arsen untuk berpamitan,arsen yang baru pertama kali mendapat perlakuan seperti ini di depan umum merasa sangat senang dia membalas dengan mengecup kening kiara.seketika suasana menjadi riuh oleh sorak sorai para karyawan yang meledek kemesraan mereka.
"Hati-hati jaga diri kamu..sampai ketemu di rumah" ucap arsen dengan gerakan bibirnya.
" Iya kakak juga..jaga diri kakak di sini !" balas kiara lalu menaiki bisnya.
Arsen menatap keberangkatan bis itu sampai menghilang dari pandangannya.arsen berbalik berjalan memasuki hotel dan mengetikan pesan pada pedro.
"Lakukan sekarang secara diam-diam pastikan ara selamat sampai tujuan"
Pedro hanya tersenyum miring ketika membaca pesan dari bossnya.
"Baik boss !" balas pedro pada arsen.
Haaah..pedro menghela napasnya dia merasa heran pada arsen yang begitu perhatian pada kiara. " Dasar budak cinta" batin pedro.