Kiara

Kiara
54.



"Sepertinya hubunganmu dengan wanita itu semakin akrab"


"Yah gitu deh..kebiasaan kakak jadi mata-mata belom ilang juga"


"Sebaiknya kamu hati-hati jangan sampai arsen tau siapa kamu"


"Tenang aja arsen gak bakal ngenalin muka ini lagi"


"Sudah seharusnya seperti itu,karena aku tidak mau semua cuma jadi sia-sia"


"Iya kak..!"


Perbincangan antara arlan dan terra di taman belakang rumah begitu serius.kehadiran terra di rumah arlan atas permintaan arlan sendiri.terra berusaha sebisa mungkin kedatangannya tidak di ketahui siapapun.bahkan orang-orang terdekat keluarga intinya terra hanya tahu jika dirinya masih berada di luarnegeri.


Sudah satu bulan ini terra mendekati kiara dari pertama kali dia bertemu kiara tidak mendapati sesuatu hal yang aneh yang menjadi kecurigaannya.terra juga mengetahui laki-laki yang bernama lingga yang selalu bersama kiara adalah orang suruhan arsen untuk menjaga kiara.


Namun beberapa hari ini terra merasa ada kejanggalan dari tampilan kiara.dia merasa kiara semakin terlihat berisi ketika dirinya terakhir bertemu dua hari lalu.pada saat itu kiara mengenakan celana baggy dan cardigan panjang yang sedikit memperlihatkan bentuk perutnya yang agak sedikit buncit.


Untuk memastikan maka terra ingin menanyakan kebenarannya pada arlan yang terra tahu arlan sudah pasti bisa memberikan informasi yang akurat.


"Ka, aku curiga kayaknya si kiara itu lagi hamil deh"terra melirik arlan yang duduk di sampingnya dengan kursi roda sambil memperhatikan kedua anak gadisnya yang sedang bermain.


Arlan tampak berpikir sejenak atas pertanyaan terra.


"Tidak dia tidak hamil tapi memang beberapa kali dia mendatangi dokter kandungan ke rumah sakit,entah untuk apa mungkin mereka mau program anak."jawab arlan datar menyembunyikan kebenarannya dari terra.


"Oh sayang banget yaa..muka ganteng tapi gak bisa bikin istri hamil"terra menghela napas melihat ke depan pada objek yang di lihat arlan.


"Karena itu kamu harus cepat sebelum wanita itu hamil aku ingin melihat kehancuran arsenio juan mavros..tidak dia benci nama juan..seorang arsenio mavros harus merasakan kehancuran seperti yang kita alami"arlan mengatakannya dengan mata menerawang dan rahang mengetat keras.


"Pasti kak!!"


Arlan menoleh pada terra dengan smirk yang tidak dapat di artikan siapapun.dan arlan sengaja menyembunyikan sebagian informasi tentang kiara.dia tahu terra bukan seperti dirinya yang sangat ingin menghancurkan arsen apapun caranya.


Di tempat berbeda arsen mengunjungi kantor sepupunya sekaligus ingin mengajak kiara makan siang.


Banyak pasang mata yang memperhatikan selama arsen memasuki kantor.bahkan tak sedikit karyawati atau petugas front office yang tebar pesona.seluruh pegawai kantor hanya tahu jika arsen adalah keponakan dari pak handoko sepupu boss baru mereka desta priawan.


Arsen berjalan lurus menyusuri koridor di lantai 12 tempat khusus sang ceo berada.kehadirannya di sambut sang sekretaris yang memberinya hormat dan membawanya masuk ke dalam ruang pimpinan.


"Silakan tuan arsenio ..bapak desta sudah menunggu kedatangan anda" sekretaris bernama winda itu membungkuk hormat dan di balas anggukan kecil oleh arsen.


"Hii bro.."sambutan hangat dari desta begitu pintu itu terbuka.desta berdiri dari kursi kebesarannya untuk menyapa ala-ala anak gaul.


"Duduk deh..oh ya win tolong bikinin kopi sama beliin cemilan yaa"


Arsen menepuk pundak desta menggeleng kecil."cukup kopi saja" ucap arsen dengan gerakan tangannya.


"Baik pak"


Selepas kepergian winda tanpa basa basi desta menanyakan tujuan arsen datang ke kantornya.


"Jadi..ada apa nih?" desta mendudukkan bokongnya santai pada sofa di hadapan arsen.


Arsen memberikan amplop coklat yang sedari tadi di bawanya pada desta.senyum desta terbit ketika di bukanya amplop tersebut.


"Gila lo..jadi serius si pedro sinting ini jadi investor utama di SW group..bahkan perusahaan itu aja selalu ngehindar kalo ada proyek yang berhubungan sama kita"


"Mereka tidak tahu jika pedro bagian dari kita,mereka hanya tahu pedro pemilik resort and resto senira dan pengusaha asing yang sukses di beberapa negara"


"Terus hubungannya sama gue sekarang apa?"


"Seperti biasa dokumen menggunakan blanko anak cabang mavros corp dan itu artinya masih di bawah kendali perusahaan ini."


"Tunggu anak perusahaan yang mana yang lo pake..kok gue gak tahu"


"Yang di korsel"


"Pantes..gue gak tahu apa-apa itu perusahaan pegangan lo meski masih di bawah kendali perusahaan ini tapi udah lama juga gue atau papa gak ngurus itu bahkan lupa sama perusahaan itu."


"Justru itu keuntungannya karena tidak ada yang tahu perusahaan itu masih milik mavros corp dan mr.lee sendiri pun cuma tahu pedro sebagai pemilik perusahaan"


"Oke sekarang gue paham maksud lo..dasar gila,lo ngorbanin perusahaan lo sendiri.lo gak takut kalau perusahaan lo bakal hancur reputasinya nanti"


"Cukup lee si rubah yang di korbankan bukan perusahaannya"


"Anjiirr "


Selang tak lama kemudian pembicaraan mereka terhenti oleh ketukan pintu.winda masuk membawa dua gelas kopi dengan merk terkenal di dunia.


"Terima kasih,oh ya tolong reschedule kembali meeting setelah makan siang hari ini di ganti jam 10 besok pagi..aah satu lagi tolong kamu reservasi tempat di restoran perancis untuk siang ini"


"Baik pak"ucap winda hormat dan berlalu keluar ruangan.


Arsen menggelengkan kepala atas tingkah sepupunya.dia tahu meski desta kerap kali bermain dan berganti pasangan namun kerjanya di perusahaan sangat memuaskan.itu sebabnya sang paman tak terlalu menggubris kelakuan anaknya.


"Urusan lo udah selesai kan,sekarang pergi sono temuin bini lo tuh ajak makan siang bareng, lagian gue juga mau pergi jemput ayang mbeb lunch di restoran perancis"desta mengusir arsen yang malah merebahkan tubuhnya di sofa panjang.


"Aish ngeselin lo! sama lo gue gak ada wibawanya pisan..mending gue telepon bini lo suruh kemari"rutuk desta lagi.


Arsen tersenyum tipis dan mengabaikan desta yang menghubungi sekretarisnya meminta kiara menghadap ke kantornya.desta meninggalkan arsen di ruangannya yang memejamkan mata menutup dengan sebelah tangannya.


Desta menitipkan pesan pada sekretarisnya untuk membiarkan kiara masuk ke dalam ruangannya.sementara dirinya juga akan pergi menemui pacar barunya.