
Aku merasakan tubuhku di seret paksa oleh beberapa warga, aku di iring kerumah RT disini, niatku membantu orang ternyata menjadi seperti ini.
Aku menatap rumah di depan ku dengan sendu.
Ramai orang orang semakin berdatangan kesini.
Pak RT yang merasa rumah nya ramai dengan suara orang-orang pun keluar.
"Ada apa ini, rame rame disini?" tanya pak RT
"Mereka berbuat tidak senonoh di kampung ini pak" ucap salah satu warga
"Benar kalian melakukan nya?" tanya Pak RT
"Tidak benar pak, sama sekali tidak benar" bela Aditya
"Halah sudahlah, kalian gabisa mengelak lagi Putro coba keluarkan bukti di ponsel mu" ucap bapak-bapak gendut
Pria yang di sebut Putro itu mengeluarkan ponsel nya, memutar video berdurasi singkat itu di depan pak RT.
"Pak denger dulu penjelasan kami pak" Aditya terus memohon
"Oke, baiklah sepertinya kita harus mendengarkan penjelasan mereka terlebih dahulu" ucap pak RT menengahi perdebatan ini
"Silahkan, coba di jelaskan" titah pak RT
"Ckkk" Warga berdecak kesal.
Aditya mencoba menjelaskan dengan sedetail mungkin agar tidak terjadi salah paham. namun bagaimana lagi nasi sudah menjadi bubur warga tidak menggubris penjelasan Aditya.
"Nikahkan!"
"Nikahkan!"
"Nikahkan!" Teriak warga sini.
"Baiklah, maaf nak Aditya sebelum nya, kami harus tetap menikahkan kalian berdua, ini sudah peraturan di kampung ini, karna bukti tidak memihak pada kalian"
"Dan kalian tidak punya bukti yang jelas selain penjelasan kalian, kamu harus bertanggung jawab nak Aditya!"
"Kamu harus menikahi Kiara sekarang juga!" ucap pak RT tegas
Pria itu mengacak rambutnya prustasi.
"Oke saya akan menikahi nya"
Mereka nikah secara siri di tempat itu juga.
"Saya Terima nikah dan kawinnya Kiara Anindita binti bapak Rian Ardiansyah Alm, dengan mas kawin tersebut di bayar tunai"
Dan suara ijab qabul yang aku dambakan dari pria yang aku cintai kini malah orang lain yang mengucapkan nya dengan lantang.
"Bagaimana para saksi?"
"Sahh"
Dan sekarang aku sudah sah menjadi istri dari seorang pria yang bahkan aku belum benar-benar mengenalnya.
Aku sudah menikah dengan mas kawin seadanya, pernikahan yang aku impikan ternyata berujung seperti ini.
Pria itu menyodorkan tangan nya untuk aku salami, aku mencium tangan pria itu yang notabane nya sekarang adalah suamiku.
Ia mencium pucuk kepala ku, tak terasa air mataku menetes di pelupuk mata.
Ibu Ruswita yang melihat aku menangis pun langsung mendekap tubuhku erat.
"Ibu tau kok kalian tidak salah, mungkin ini sudah jalan takdir kalian" ucap Ibu Ruswita mengelus punggung Kiara
"Sekarang nak Aditya sudah menjadi suami mu dan kamu harus berbakti padanya" nasihat bu Ruswita
"Sekarang ikutlah kemana pun dia pergi"
"Ayo kita pulang kerumah mu" ucap Aditya
Aditya baru tau kalau Kiara ini yatim piatu.
...***...
"Sekarang kemasi barang barang mu, dan juga barang adik mu!" titah Aditya
"Mau kemana?" tanya Kiara malas
"Kerumah ku, cepat tidak usah banyak bertanya" perintah Aditya
"Sudah nak nurut saja, sekarang dia suami mu" ucap bu Ruswita
Mau tak mau Kiara menurut saja, ia membereskan barang seperlunya saja, begitu pula dengan barang adiknya.
Ibu Ruswita itu adalah ibu penjual pisang crispy yang sering kali Kiara bantu promosi atau menjualnya, beliau sudah menganggap Kiara sebagai anaknya sendiri. Terlebih lagi ia sangat kaget mendengar berita Kiara dan langsung bergegas ke rumahnya.
"Kita mau kemana kak?" tanya adik ku yang paling besar, Namun aku tak menggubris nya sama sekali
"Kerumah saya" celetuk Aditya
"Udah kamu ngikut aja nak" ucap bu Ruswita menasehati adik nya Kiara
"Nak Aditya, ibu titip Kiara dan adik nya ya" Ibu Ruswita menatap Adit sendu
Aditya tersenyum. "Baik bu, dengan senang hati"
"Kalau begitu kami pamit dulu ya" ucap Aditya menenteng satu tas milik Kiara
Adik nya Kiara nampak akan menenteng tasnya ke mobil, namun di cegah oleh Aditya.
Setelah selesai semuanya Aditya sedikit berbicara pada bu Ruswita, dan memberitahu juga bahwa dirinya akan melaksanakan resepsi sekaligus akad yang sah secara negara dirumah nya, karna dirinya dan Kiara baru menikah siri.
Setelah pembicaraan selesai Aditya pamit pada bu Ruswita di ikuti Kiara beserta adiknya.
Aditya mulai melajukan mobilnya di jalanan ibu kota, Kiara diam tak bergeming di dalam mobil.
Kedua adiknya Kiara justru sibuk melihat jalanan kota yang sangat ramai.
Aditya berhenti sejenak di indomaret untuk membeli sesuatu untuk anaknya.
"Kamu tunggu disini, saya ingin membeli sesuatu terlebih dahulu"
Aditya mengambil susu kotak rasa stroberi favorit anaknya, dan berbagai minuman lainnya untuk Kiara dan Adiknya, tak lupa juga snack.
Aditya masuk kembali ke dalam mobil, ia menyorohkan 1 kantong plastik pada kedua adiknya Kiara yang duduk di kursi belakang.
"Kalau kalian mau, kalian ambil saja ya, jangan sungkan" ucap Aditya
Aditya langsung melajukan mobilnya kembali membelah jalanan ibu kota yang cukup ramai.
Mobil yang mereka kendarai mulai memasuki kawasan elite.
Sampailah pada rumah mewah milik orang tua Aditya, kedua adiknya Kiara menatap kagum rumah Aditya.
"Ini rumah om?" tanya Naura, adiknya Kiara yang paling kecil
"Betul, ayo kita turun" ajak Aditya
Aditya memberi isyarat pada satpam penjaga rumahnya untuk membawakan barang barang nya ke dalam.
"Assalamu'alaikum" ucap Aditya
"Wa'alaikumsalam" jawab ibunya Aditya
Seperti yang sudah Aditya katakan pada ibunya, ibunya tidak menanyakan hal apapun terlebih dahulu pada Kiara dan biar ia yang menjelaskan nya.
"Wah ayo masuk" sambut ibunya Aditya dengan senyum merekah
Kiara langsung membalasnya dengan tersenyum singkat pada ibunya Aditya yang sekarang sudah merangkak statusnya menjadi mertua nya itu.
"Bik tolong antarkan gadis ini ke kamar saya ya" titah Aditya
Ibunya Aditya sempat tercengang atas perintah anaknya ini, namun ia sudah berjanji untuk tidak menanyakan apapun dahulu sebelum anaknya yang menjelaskan.
"Baik Pak" jawab asisten rumah tangga nya
"Mba, tolong antar kan kedua adik ini ke kamar nya ya" ucap Aditya
"Baik Pak"
...***...
Aditya sekarang berada di kamar ibunya.
"Ma, Adit udah nikah"
"Hah, apa?" ibunya kaget
"Iya Adit udah nikah mah, dan gadis itu istri Adit"
"Kok bisa? kenapa ga bilang bilang sama mama?"
"Mama ini masih ibu mu loh" ucap mama nya sedikit tak terima
"Bisa bisa nya kamu menikah tapi mama sama papa kamu gatau" ucap ibunya marah
"Ma, dengerin dulu penjelasan Adit"
Ibunya diam.
"Ada kejadian yang mengharuskan kami menikah dadakan" ucap Adit dengan satu tarikan nafas
Ibunya langsung menatap tajam anaknya ini.
"Apa kejadian apa, kamu memperkosa gadis itu?" tuduh ibunya
Aditya yang merasa di tuding oleh ibu nya hal yang tidak-tidak pun langsung membela dirinya.
"Gak lah ma, makanya mama diem dulu biar Adit jelasin dulu"
Ibunya langsung diam, ia ingin mendengar penjelasan anak pertama nya ini.
"Jadi gini ma" Aditya menjelaskan kejadian itu dengan sedetail mungkin supaya tidak ada salah paham lagi.
"Syukur lah kamu tidak sebejat itu" celetuk mama nya
"Mana mungkin lah Adit begitu" bela Adit
"Iya iya, kapan kalian akan mengadakan resepsi?"
"Mama seneng deh kamu udah menikah lagi, apalagi menikah nya sama gadis itu" ungkap ibunya
"Walaupun kalian menikah dengan cara seperti itu mama sangat senang sekali nak, setelah sekian lama kamu sendiri dan tidak membuka hati untuk siapapun, sekarang kamu tiba-tiba menikah" ungkap ibunya senang
"Yaudah deh mama mau kasih tau papa dulu nih biar cepet pulang"
"Kamu sana gih samperin istri mu, jangan lupa bikinin mama cucu yang banyak" goda ibunya
"Apasi mah" kesal Adit