Kiara

Kiara
30.



Keriuhan tawa anak-anak dan orang dewasa terdengar di seantero ruangan rumah besar itu.kehadiran cucu tercinta dan kedatangan anak tersayang setelah sekian lama, mengobati rasa rindu dan kangen penghuni rumah terutama kedua orang tua paruh baya itu.


Arkhan dan arlan saudara kembar identik saling melempar sindiran di sertai candaan.dan sang papa tersenyum bahagia melihat kebahagiaan keluarganya.


"Pa,kayanya papa harus siap-siap lagi deh..lamarin anak orang" celetuk arlan sambil berkedip pada arkhan.


"Oh ya..siapa ? orang mana ? anak siapa ? siapa tau papa kenal sama orang tuanya kan" jawab hadi sang papa dengan bijak.


"Lemes tuh mulut !!"cela arkhan sembari melempar bantal sofa pada arlan yang langsung dengan mudah di tangkap.


"Hahaha..papa tanya sama anak papa satu itu aja atau mau aku liatin fotonya pa" arlan semakin jadi menggoda arkhan dia mengutak atik ponselnya lalu menyerahkan pada papanya.


"Aahh nyesel cerita sama lo kalo gini mah" arkhan menyandarkan punggungnya pada sofa menutupi kepalanya dengan bantal sofa.


"Cantik..dia orang mana ?" tanya hadi dan tersentak ketika ponsel di tangannya ada yang merebut dari belakang.


"Ehh ini kan kak kia kok ada fotonya di.." ella yang tiba-tiba muncul merasa penasaran dengan apa yang di lihat papanya langsung merebut ponsel itu."ini kan ponsel bang arlan..emang abang kenal juga sama kak kia ?" lanjut ella kemudian bertanya lagi pada arlan.dan arlan pun menggeleng sambil tersenyum puas melihat arkhan yang terpojok.


"Kamu juga kenal sama perempuan ini dek ?"tanya hadi pada anak gadisnya.


"Iyalah pa,dia kan tinggal di perumahan sini juga cuma beda blok..aku sama bang arkhan juga pernah main ke rumahnya pa" terang ella dengan semangat.dan arkhan hanya bisa menepuk jidatnya."Gimana jelasinnya sekarang kalau ternyata dia yang ngaku-ngaku pacaran sepihak" miris batin arkhan.


"Menurut adek gimana orangnya ?" tanya papa dan arlan serempak yang membuat ella takjub.


"Woow kompak amat..kalau kalian tanya gimana pokoknya the best..orangnya ramah,murah senyum, gak neko-neko dalam penampilan terus dia juga baik banget..emang kenapa sih ?" tanya ella mulai kepo.


"Kita mau ngelamar dia !! hahaha" jawab arlan dan papa serempak lalu tertawa lepas.


Akhir dari pembicaraan di putuskan untuk membawa kiara menemui orangtuanya.sang papa memberitahu istrinya mengenai kiara dan memperlihatkan fotonya.belum lagi mulut lemes ella dan arlan yang memprovokasi menambah rasa penasaran sang mama.


Arkhan berjanji pada sang mama akan mengenalkan kiara minggu depan.beberapa hari yang lalu dirinya memang tidak menghubungi kiara di karenakan sibuk dengan pekerjaannya.arkhan berdiri melemaskan otot lehernya dan menghampiri arlan.


"Kita ke taman belakang bro " arkhan mulai berjalan ke belakang kursi roda arlan dan mengarahkan menuju taman belakang.


"Ayaah aku ikut ya" rajuk queen pada arlan.


"Noo..i need to talk with your daddy now..uncle janji nanti uncle kembalikan ayah kalian okay" bujuk arkhan pada queen.


"Ayoo queen waktunya tidur ibu bacakan dongeng..mau kan" bujuk clara sambil membawa queen menuju kamar.


Arkhan mendorong kursi roda itu sampai di tengah gazebo,dengan view menghadap kolam renang dan taman mawar kesayangan sang mama.dan dia duduk di kursi santai yang berada tepat di samping arlan.


"To the point aja..aku mau tanya...apa kamu serius mau menetap di sini ? bagaimana perusahaan yang di sana ? dan apakah clara dan anak-anak setuju ?" tanya arkhan menatap cerahnya langit di malam hari.


"Haah..aku kira kamu mau ngomong apa,jangan khawatir mereka sudah okay kok.kl masalah perusahaan aku udah serahin ke uncle sam untuk managemennya " jelas arlan tersenyum tipis menanggapi ucapan arkhan.


Arkhan mengangguk pelan "syukurlah..tapi bagaimana jika 'dia 'juga kembali"lanjutnya kemudian.


Arlan mendesah kembali kali ini pertanyaan arkhan mampu mengusik hatinya.dan dia hanya bisa mengangkat bahu dengan tenang. bagi arlan sudah cukup rasanya dia bersembunyi,dia sudah muak bertingkah layaknya seorang pecundang.


"Kalau memang kamu sudah mantap tinggal di negara ini maka aku cuma bisa bilang 'welcome home my brother'.." ucap arkhan tulus.