Kiara

Kiara
26. Dua puluh enam



Assalamualaikum semua balik lagi bersama author selamat membaca jangan lupa vote sama likenya yah😊 karena itu berharga bagi aku。◕‿◕。.


Oke lanjut part 26......


Sesampainya di rumah sakit....


Kia berjalan menuju ruangan Dara,saat akan memasuki ruangan Dara Kia mendengar suara tangisan sesenggukan dari dalam ruangan Dara.


"Hiks hiks aku gak mau buta ayah."


"Hiks hiks aku mau melihat lagi."


Tangis Dara pilu.


Kia yang mendengar itu pun terdiam,dia mendengar betapa pilunya raungan sahabat nya itu,ia merasa kasihan tetapi tidak tahu harus berbuat apa.


Kia pun akhirnya memutuskan untuk masuk ke dalam ruangan Dara.


Cklek..


Kia bisa melihat om Samuel yang berusaha menenangkan Dara dengan cara memeluk Dara yang sedang menangis histeris.


"Om."panggil Kia.


Sontak saja membuat om Samuel menoleh ke arahnya.


Dara yang berada di dalam pelukan om Samuel terdiam dari tangisannya, walaupun masih sesenggukan.


"Kia."ucap Dara lirih.


Om Samuel melepaskan pelukannya dari sang anak,dan berjalan ke arah Kiara.


"Ki, tolong kamu bujuk Dara,om bingung harus berbuat apa lagi."ucap om samuel pada Dara.


"Iya om aku usahain."balas Kia.


Setelah itu om Samuel keluar dari ruangan Dara, setelah om Samuel pergi Kia berjalan menuju brankar tempat Dara terduduk Dengan tatapan kosong.


"Dar.."panggil Kia saat sampai di sisi ranjang Dara.


"Ki,gua udah gak bisa lihat lagi,Lo masih mau temenan sama gue?"tanya Dara memandang lurus ke depan.


"Tentu saja,gak ada alasan buat gue gak mau temenan sama Lo, apalagi Lo itu sahabat gue yang terbaik."balas Kia.


"Udah Lo tenang aja,om sama gue lagi cari pendonor mata buat Lo supaya Lo bisa lihat lagi ."sambung Kia.


"Emang ada orang yang donorin matanya,dan rela gak bisa melihat."tanya Dara sendu .


"Lo tenang aja,om bakal berusaha sampai Lo dapatin pendonor mata buat Lo,yang terpenting saat ini kamu sembuh dulu, setelah itu Kia cari pendonor mata buat kamu."ucap Kia memberi semangat kepada Dara.


"Lo yakin ayah gue bisa dapetin pendonor buat gue?"tanya Dara.


"Yakin,pasti karena saat Lo di ruang operasi gue lihat om hancur,dan sedih banget,dia sampai gak tidur nungguin kamu di ruang operasi, padahal saat itu dia juga terluka."ucap kia memberitahu Dara.


Dara yang mendengar ucapan Kia terdiam dan menyesal telah membentak,dan meneriaki ayahnya.


"Ki,gue nyesal udah bentak ayah hiks hiks."Isak Dara.


"Udah gak papa,tapi Lo harus minta maaf sama om,tadi gue lihat om Samuel sedih banget waktu lihat Lo nangis histeris."ujar Kia.


"Emang Ayah mau maafin aku?tadi aku udah bentak dia."ucap Dara menunduk.


"Om pasti maafin kamu, sebentar,aku panggil om dulu."balas Kia.


Dara mengangguk mengiyakan ucapan Kia.


Kia pun keluar dari ruangan Dara,dan mencari om Samuel,di depan ruang rawat Dara,namun tak menemukan sosok yang dicari carinya.


Saat kia mengedarkan pandangannya ke arah kanan,dia melihat om Samuel membawa bungkusan makanan.


Kia bisa tebak pasti om Samuel baru dari kantin rumah sakit.


"Ada apa Ki,kamu cari om."tanya om Samuel saat sampai di hadapan nya.


"Kenapa?Dara menangis lagi?"tanya om Samuel panik.


"Enggak om,ayo kita kedalam dulu."ujar Kia.


Setelah memasuki ruangan Dara,om Samuel,dan Kia berjalan menuju brankar Dara.


"Ada apa nak,apa ada yang sakit?"tanya om Samuel khawatir pada anak semata wayangnya.


Dara yang mendengar suara ayahnya itu pun sonta menggeleng kan kepala nya.


"Yah Dara mau minta maaf karena udah bentak ayah tadi,tadi Dara tidak bisa mengendalikan diri Dara hiks hiks."ungkap Dara menyesal.


Om Samuel yang mendengar permintaan maaf dari anaknya pun merasa haru, ternyata anaknya tidak membencinya melainkan meras bersalah telah membentak dirinya tadi.


"Iya sayang ayah maafin, Kami anak ayah yang baik."ucap ayah Daniel memeluk anaknya penuh kasih sayang.


"Ayah akan berusaha mencari pendonor mata buat kamu, supaya kamu dapat melihat lagi,ayah janji nak."lanjut ayah Daniel.


"Iya ayah,aku percaya sama ayah, makasih udah maafin Dara."ucap Dara.


"Sama-sama sayang."balas ayah Samuel ambil mencium kening Dara.


Kia yang sedari tadi melihat drama ayah dan anak itu meneteskan air mata,betapa saling mengasihinya ayah dan anak itu.


Dia juga menginginkan apa yang di alami oleh Dara saat ini,saat dimana dara membutuhkan pelukan, Ayah nya selalu ada untuknya.


"Apakah aku harus sakit dulu baru Ayah mau memperhatikan aku."ucap Kia dalam hati.


Terlalu sibuk Dengan lamunannya,Kia taj sadar bahwa ayah Samuel menatap nya aneh.


"Ki kamu kanapa,kok nangis."tanya om Samuel.


Kia yang mendengar pertanyaan dari ayah Samuel pun gelagapan.


"Eh gak kenapa kenapa kok om cuman terharu aja lihat om,sama dara tadi."ucap Kia.


"Om kira kamu ada masalah."kata om Samuel.


"Enggak kok om."balas Kia .


Tak terasa hari sudah siang,Kia memutuskan untuk pulang ke


rumah nya, karena takutnya ia


Akan kesorean sampai di depan nya,


Di karena kan berjalan kaki.


Hingga Kia memutuskan untuk berpamitan terlebih dahulu kepada Om Samuel, dan Dara.


"Om, Dara Kia pulang dulu ya,besok Kia kesini lagi deh buat jenguk Dara."pamit Kia.


"Iya Dar makasih ya udah mau repot-repot jenguk aku."balas Dara.


"Iya, berhati-hati lah di jalan Ki."sambung om Samuel.


Setelah itu Kia berjalan......


Lanjut part 26....


Assalamualaikum makasih ya udah baca jangan lupa follow Sama votenya ya


Kalau ada salah kata mohon maaf,dan tolong di beritahu di komen ya☺️.


Maaf ketikannya belum serapih yang kalian inginkan,tapi author bakal berusaha untuk merapikan tulisan author:)


Author lama up nya karena author lagi males ngetik,jadi maaf kalau nunggu part selanjutnya sedikit lama.


Satu lagi author Paling sering up itu hari Rabu, sama Sabtu.


Lanjut di part 27 yah☺️。◕‿◕。