Kiara

Kiara
64.



*-*


Sebuah mobil sport keluaran lamborghini terbaru pada jamannya memasuki pelataran sekolah termahal di negara ini. seorang remaja usia 18 tahun dengan wajah di atas rata-rata tampak keluar dari mobil itu sambil melepas kacamata hitamnya.


Arsenio juan mavros seorang murid pindahan mampu menjadi magnet seisi sekolah hanya dalam waktu singkat. hingga sejajar kedudukannya dengan sang sepupu desta serta the devils. menjadi sosok yang terkenal tidak membuatnya menjadi arogan dan banyak tingkah.


Seperti biasa pembawaannya yang santai dan terkesan cuek menambah poin di mata kaum hawa. arsen berjalan menyusuri koridor sekolah sambil memainkan game di ponselnya. tiba-tiba sebuah tepukan keras bersarang di pundaknya dari arah belakang. membuatnya menoleh kesal pada si pelaku.


"Uppss sorry.."cengir desta tanpa dosa dan menjajarkan langkahnya di samping arsen.


"Gilaa..! lo liat kolom mading di situs sekolah gak..?" tanya desta dan arsen hanya menggeleng menjawab pertanyaannya sambil tetap fokus pada gamenya.


"Issh jadi orang jangan kelewat cuek..nih liat dan baca sendiri" seru desta dan menyodorkan ponselnya pada arsen lalu merebut game yang di tangan arsen.


Sejenak arsen menatap desta ragu namun akhirnya dia mengambil juga ponsel itu. di sana dia melihat namanya menduduki urutan pertama siswa populer. lalu apa anehnya pikir arsen tak habis pikir.


"Lo scroll ke bawah.." perintah desta sambil terus memainkan game yang tadi arsen mainkan,"Siall..gue ke jebak..!" teriak desta kemudian dengan geram.


Arsen menscroll layar ponsel itu dan dia mengerutkan dahinya.


"Apa ini ?!" tanya arsen bingung pada desta.


"Hmm..yah lo baca lah tar lo tau maksudnya apa.."


Dengan geram arsen merebut ponselnya dan menatap desta dengan kesal.


"Anjriitt..lagi nanggung tuh" teriak desta gemas.


"Oke..sekarang gue tanya sama lo..bener gak lo pernah nembak tuh cewek ?"


Arsen tersenyum miring lalu menggeleng acuh.


"Bagus, lebih baik emang lo hindarin perempuan satu itu..dia itu medusa dan saudaranya itu hittler di sekolah ini"


"Hittler.."


"Ketua devils si arlan..dia orang paling songong, sombong, playboy dan biang keladi dari semua masalah..pokonya dia itu setan dari segala setan"


"Tapi untungnya dia punya kembaran yang sedikit lebih baik si arkhan..terus betewe kenapa bisa ada rumor lo jadian sama si medusa itu"


"Mana aku tahu..bahkan orangnya yang mana aku juga gak tahu"


"Haa..serius lo..beneran gak tau !"


"Hmm"


Namun langkahnya terhenti tatkala ?dia melihat sosok perempuan yang pernah dia lihat di ruang aula seni, yang sedang berbicara dengan seorang laki-laki tampak seperti sedang berdebat. desta mengikuti arah pandang arsen dan dia heran mengapa arsen memperhatikan gadis itu jika dia tidak mengenalnya.


"Kenapa..? cemburu lo.." ledek desta jahil.


"Cemburu..? aneh..buat apa, kenal juga gak"


"Masa sih..kan menurut berita itu lo yang nembak dia"


"Ohh..jadi dia yang bernama terra maureen wang"


"Yups dan dia medusa dari sepupu hittler..bokapnya marga wang di kenal sebagai pengusaha klub dan pemilik stasiun televisi swasta terkenal di negara ini"


"Jadi lo serius gak kenal dia..?"


"Nope" jawab arsen kembali melangkah dan melewati dua orang yang sedang berdebat dan ternyata keduanya orang yang sama di aula seni itu.


Terra dan arga menghentikan perdebatan mereka ketika sosok yang menjadi topik pembahasan mereka melintas. arga menatap jengkel dan kesal pada arsen yang di anggapnya ancaman bagi hubungannya dengan terra. sedangkan terra menatap sinis dan malu atas kejadian waktu itu.


Suasana kelas yang hening dan tegang di rasakan arsen dan desta ketika memasuki ruangan itu. ternyata kehadiran penguasa sekolah menjadi penyebabnya. dengan santai arsen dan desta berjalan mengacuhkan kehadiran mereka menganggap seolah makhluk tak kasat mata.


"Ohh..jadi ini yang berani nembak sepupu cantik gue..! khan, gimana menurut lo soal nih anak ?"


"Lumayan sih, lan "


"Wahh, cuma lumayan tanggepan lo..berarti terra gak bisa terima lo karena dia harus dapet di atas lumayan"


"Barang KW pengen jual mahal" ucap desta frontal.


"Maksud lo apa, des..jaga bacot lo !!" arlan terpancing emosi dan seperti biasa arkhan menahan meredakan amarah kembarannya.


"Alaahh, pura-pura lo..udah jadi rahasia umum kali semua udah tau track record sepupu lo" balas desta santai.


Arsen hanya membiarkan desta yang melayani para perusuh.


"Sialan lo !!" arlan menarik kerah baju desta.


"Maaf saya tidak tertarik, oh ya siapapun yang membuat berita ini akan menyesalinya. seperti desta bilang saya lebih suka barang original bukan KW" sarkas arsen menghentikan gerakan arlan pada kerah baju desta.


Arlan menatap tajam arsen yang telah duduk santai di kursinya. dengan kesal penuh amarah arlan mendorong desta hingga terpundur beberapa langkah dan meninggalkan kelas itu, di iringi sorak sorai penghuni kelas.


"Bangsaatt ! si desta makin berani aje tuh anak dan sialnya arsen gak bisa masuk jebakan model begini. pesona terra gak mempan buat arsen"


"Maksud lo apa ngomong pesona terra gak mempan segala.." tanya arga yang tiba-tiba masuk ke basecamp mereka.


"Gak perlu gue jawab, lo juga udah tau kan..gue perlu arsen buat bisa masuk ke tim kita devils karena latar belakang tuh anak gak sembarangan"


"Tai lo lan..! lo tau kan terra itu pacar gue bahkan tadi gue ribut sama dia gara-gara berita ini..aakkhh, gue harus minta maaf sama dia dan gue bakal bilang ini semua ulah lo"


"Hmm..lo ngancem gue..! inget selama ini gue udah baik sama lo..stok lo selama ini selalu ada karena gue, idup lo selalu senang karena gue, jadi terserah lo aja..silakan lo bilang semuanya ke terra kalo lo be-ra-ni"


"Shiitt !!" arga mengacak rambutnya frustrasi.


Arkhan menatap arga iba ingin dia membantu tapi arlan pasti akan marah padanya. bukan karena dia takut tapi lebih baik baginya memilih untuk mencari damai dan mengalah. arkhan beranjak meninggalkan ruangan itu dan menuju kantin.


Arkhan melihat beberapa siswa yang sedang bermain basket. matanya memicing memastikan jika penglihatannya tidak salah. dia tersenyum tipis memikirkan sesuatu untuk membuat taruhan dengan basket, daripada membuat rumor seperti ini yang akan menyakiti hati orang lain.


Membuat taruhan sedikit lebih baik untuk memaksa arsen menjadi bagian the devils. arkhan pun menelepon arlan untuk melihat sendiri permainan arsen yang cukup bagus, arlan yang handal main basket pasti akan merasa tertantang mempunyai lawan yang seimbang terlebih lagi dia seorang buruannya.