
Keberadaan arsen di tengah rapat kerja perusahaan menambah suasana menjadi tegang. karena ini pertama kalinya sebuah rapat di pimpin langsung oleh sang pemilik bukan lagi CEO perusahaan seperti biasanya.
Dengan aura kepemimpinan yang dominan dan tatapan mata yang tegas seolah menghipnotis seisi ruangan. arsen mendengarkan beberapa karyawannya memberikan laporan mengenai kinerja mereka. tangannya sibuk membolak balik berkas yang ada di hadapannya.
Arsen menyadari ada seseorang yang memperhatikannya sedari tadi selain cathy sekretarisnya. orang selalu melihat ke arahnya, dia merasa familiar dengan wajah tapi entah dimana dia pernah bertemu arsen mencoba mengabaikannya. sampai akhirnya lingga memberikan sebuah dokumen yang tertulis atas nama P.T armindo group dan moderator rapat memperkenalkan pimpinan dari perusahaan tersebut.
"Baiklah kalau begitu,untuk bapak arman wiguna selaku pimpinan dari pt armindo group di persilakan untuk presentasinya"
Arsen memicingkan matanya melihat seseorang yang berdiri canggung dan yang menatapnya sedari tadi. arsen memainkan jarinya di atas meja sambil memperhatikan layar di hadapannya namun otaknya berusaha mengingat nama arman wiguna. seketika tubuhnya menegang ketika terlintas ingatannya di masa lalu. arsen semakin menajamkan penglihatannya pada sosok yang sedang berbicara itu.
Sudut bibirnya tertarik ke atas dan dia memberikan kode pada moderator untuk menghentikan presentasi tersebut. sang moderator merasa heran namun tak urung dia hanya bisa mengikutinya. arsen berdiri dan menggeser kursinya dia merapikan jasnya. tanpa berbicara arsen meninggalkan ruangan itu membuat peserta rapat menjadi bingung. terutama para klien yang akan menjalin kerja sama dengan perusahaannya.
Terdengar kasak kusuk di dalam ruangan itu,yang menggambarkan kekecewaan mereka.
"Tingkahnya gak sopan banget ninggalin rapat begitu aja"
"Mentang-mentang boss besar gayanye sombong banget"
"Kasian pt.armindo belom menyelesaikan presentasinya udah di cut duluan"
"Sstt..liat tuh boss armindo mukanye kecewa banget udah pasti proposal dia di tolak tuh"
"Emang gak punya hati boss archievos corp ini"
Beberapa kali lingga menghela napas mendengar kasak kusuk tentang arsen sambil membereskan berkas dokumen yang ada di atas meja arsen. sedangkan cathy si kucing betina yang kebelet kawin itu sudah dari tadi beranjak mengejar arsen. tak lama sebuah notif masuk ke ponselnya lingga membaca pesan yang ternyata datang dari arsen.
"Ekhemm !"lingga berdehem meminta perhatian peserta rapat"saya mohon maaf mewakili nama archievos corp,berhubung bapak arsenio ada hal yang mendesak maka rapat di tunda sampai minggu depan, untuk beberapa proposal yang sudah masuk akan kami pelajari terlebih dahulu..terima kasih" ucap lingga mengakhiri kalimatnya dan membungkukan sedikit tubuhnya.
Lingga memperhatikan pimpinan armindo yang terlihat ragu meninggalkan ruangan tersebut. namun lingga seolah tak peduli dia masih membereskan berkas yang berserakan di meja sambil sesekali membalas sapaan para klien yang berjalan keluar.
"Emm maaf.."lingga mengangkat wajahnya dari berkas-berkas itu ketika sebuah suara di tujukan padanya.
"Maaf pak lingga..apa boleh saya bertemu dengan pimpinan anda, emm..maksud saya..saya ingin bertemu dengan bapak arsenio secara pribadi"lingga mengernyitkan dahinya menatap dalam pada sosok di hadapannya.
"Jangan salah paham ini bukan tentang pekerjaan tapi lebih mengarah ke pembicaraan pribadi" ucap arman berusaha menjelaskan maksud dan tujuannya.
Lingga mengetuk pintu ruangan arsen dan dia melangkah masuk begitu seseorang mempersilakannya untuk masuk. lingga melihat arsen sedang berbicara dengan cathy, posisi tubuh cathy yang agak condong ke depan seolah menunjukkan betapa besar aset miliknya membuat lingga serasa ingin menariknya namun lagi-lagi dia hanya bisa menghela napas melihat kelakuan kucing betina itu.
Arsen mengalihkan pandangannya dari berkas-berkas yang di tanda tanganinya yang di berikan cathy padanya. dia menaikkan alisnya menatap seseorang yang masuk bersama lingga. kemudian arsen menutup berkas-berkas itu dan memberikan berkas serta isyarat pada cathy untuk keluar ruangannya. seperti biasa jika di depan arsen maka cathy akan menunjukkan sikap anggun dan profesionalitasnya, dan itu membuat lingga berdecih dalam hati ketika cathy berjalan melewatinya.
"Maaf boss, pimpinan PT.armindo bapak arman wiguna ingin bertemu dengan boss" Arsen berdiri dan berjalan memutari meja lalu duduk di sofa yang ada di sana. lingga yang mengerti maksud arsen maka mempersilakan arman untuk duduk di sana juga. dan kini dirinya berdiri tepat di samping belakang arsen layaknya seorang bodyguard.
Arman menyadari aura kepemimpinan arsen yang kuat. dia melirik lingga yang berdiri di sana,bagaimana mungkin dia dapat bicara secara pribadi jika lingga masih berdiri di sana.
"Jangan hiraukan keberadaan saya pak,anggap saja saya cuma lampu hias di sini"ucap lingga dengan sedikit candaan dan rasa canggung. dan arsen menarik sedikit senyumnya yang tidak terlihat oleh lingga namun cukup membuat arman lega.
Arman terlihat beberapa kali menarik napas dan menghembuskannya kembali untuk mengusir rasa gugupnya.
"Haaaa..sebelumnya maaf jika saya lancang menyita waktu anda, tapi,bisa jadi ini adalah kesempatan terakhir atau saat inilah keberanian saya yang maksimal menemui anda." tampak olehnya arsen yang dengan tenang menyimak ucapannya berbeda dengan lingga yang kini menampakkan raut wajah penasarannya.
"Saya..saya ingin minta maaf..!!"lingga terkejut tiba-tiba arman berdiri dan membungkukkan badannya pada arsen.
"Tolong..tolong maafkan saya untuk kejadian 18 tahun lalu yang membuat anda trauma dan menjadi bisu..tolong maafkan saya juan"Lingga benar-benar tak percaya dengan pendengarannya seorang pimpinan armindo group kini sedang membungkukkan badannya untuk meminta maaf. dan dia melihat wajah arsen yang kini sudah mengeras.
"Duduk !! jelaskan maaf mu !!"ucap arsen dingin membuat lingga merinding dan arman menegakkan kembali tubuhnya lalu duduk secara perlahan.
Arman mulai menceritakan semuanya sejak mereka di bangku sekolah sampai akhirnya kecelakaan yang sudah mereka rencanakan yang semuanya di dalangi oleh arlan. arman bahkan harus merasakan dinginnya penjara karena tuntutan keluarga arlan padanya. yang saat itu ternyata arlan tidak memberitahu kebenarannya malah menjerumuskannya ke penjara selama satu tahun itupun karena uang keluarganya ikut berperan kalau tidak mungkin bisa lebih dari itu.
Arman baru mengetahui dari ardi jika arlan merencanakan balas dendam begitu dia keluar dari penjara. ardi lebih beruntung karena dia hanya menjalani rehab karena saat polisi datang keadaannya dalam setengah sadar. arlan dan terra yang di temukan saat itu langsung di larikan ke rumah sakit dan tera harus melakukan operasi pencangkokkan kulit di luar negeri karena luka bakarnya sedangkan arlan harus menerima kenyataan dirinya lumpuh.
Arman juga menceritakan semuanya, bahkan orang yang mengemudikan truk saat itu arsen mengira itu arkhan ternyata arman membantahnya, jika arkhan saat itu sedang di caffe bersama ardi dan terra. arlanlah pelakunya dan tugas arman hanya menjemputnya serta membesihkan apa yang di lakukan arlan.
Sampai akhirnya arman menceritakan kejadian 4 tahun lalu apa yang menimpa kiara istri dan anaknya serta membuatnya harus kehilangan kiaranya. arman menunjukkan photo wanita di ponselnya yang bersama arlan, dia mengingat wajah itu adalah terra sahabat kiara yang terakhir kali bersama kiara sebelum kejadian penculikan itu. pantas saja dia tidak mengenali terra karena wajahnya telah berubah total.
Sekali lagi arman bersumpah dan menyakinkan arsen jika dirinya tidak terlibat dengan kejadian 4 tahun silam. bahkan armanpun berani menyakinkan arsen semua kejadian 4 tahun silam murni tanpa andil dirinya,ardi juga arkhan. semua arlan lakukan bersama terra yang berhasil masuk hasutan arlan.
Bahkan arman merasa lebih tenang hidupnya saat ini setelah kematian arlan. dia tidak harus cemas memikirkan keselamatan keluarga kecilnya setiap kali arlan membutuhkan bantuannya yang di sertai ancaman. arman tahu jika kematian arlan bukanlah kecelakaan seperti yang di beritakan media massa bisa jadi itu perbuatan seseorang yang membenci arlan. siapapun orang itu arman hanya bersyukur jika arlan sudah tidak ada di dunia ini lagi.