
Selepas arsen pergi menerima panggilan kiara meletakkan kepalanya pada meja pantry, memegangi dadanya yang berdetak sangat kencang seolah mau meledak.
Tubuhnya benar-benar lemas merasakan pengalaman yang baru pertama kali di rasakannya.dengan tubuh lunglai dan helaan napas menetralkan kembali suasana hatinya,kiara bangkit berdiri mencari keberadaan sosok arsen.
Menyusuri tiap ruang, sampai akhirnya dia menemukan sebuah balkon dengan pemandangan yang sangat menakjubkan. hijaunya bukit dan pohon pinus,juga jajaran resort dan danau buatan membuatnya berdecak kagum.
Kiara kembali mencari arsen dia membuka tiap pintu kamar yang tertutup,entah mengapa dia merasa jika kamar ini terlalu luas dengan banyak kamar layaknya sebuah penthouse.dia melihat satu ruang dengan pintu terbuka di ujung lorong.kiara mendekati ruangan itu yang ternyata ruang kerja arsen,lalu dia bersandar di kusen pintu dengan tangan bersedekap di dada,dia melihat arsen yang sedang berbicara dengan pedro menggunakan tangannya melalui video call yang terhubung di layar besar yang terpasang di dinding.
Tubuhnya seketika menegak dengan tangan terlepas ketika arsen memergokinya tengah memperhatikannya.dengan refleks kiara berbalik untuk pergi dari sana namun lemparan sebuah pena mengenai punggungnya.membuatnya terhenti lalu berbalik kembali dan membuka pintu itu lebih lebar.
Di ambang pintu kiara melihat arsen yang telah duduk santai di kursi kerjanya dengan posisi miring menghadap pada layar yang telah mati.arsen menoleh pada kiara dengan menggerakkan telunjuknya arsen menyuruh kiara masuk.dengan sedikit ragu kiara melangkahkan kakinya untuk mendekat sampai batas meja kerja.
Arsen mendecak dengan gerakan kepalanya dan gerakan bibir,arsen meminta kiara memutari meja untuk mendekatinya.kiara mengerutkan keningnya merasa bingung dengan maksud arsen namun begitu dia tetap melakukan apa yang di minta arsen.
Ketika jaraknya hanya beberapa langkah lagi dengan cepat arsen menggeser kursi kerja mendekati kiara,dia menarik pinggul kiara dan memeluknya erat.arsen membenamkan kepalanya pada dada kiara.lagi-lagi kiara hanya bisa mematung dengan detak jantung yang berdebum keras tak karuan.
Arsen mendongakkan kepalanya menatap kiara yang menunduk padanya.
"Maaf aku meninggalkanmu untuk pekerjaan" ujar arsen dengan sebelah tangannya.
"Tidak apa-apa..aku hanya khawatir takut terjadi sesuatu yang darurat,makanya aku mencarimu" ucap kiara lembut.dengan perlahan kiara mengangkat tangannya membelai kepala arsen.kini dia sudah yakin untuk menerima arsen dalam hidupnya tanpa drama seperti di novel ataupun sinetron.untuk cinta biarkan mengalir apa adanya saja.
Arsen semakin dalam dan erat memeluk kiara.tanpa kiara sadari tiba-tiba arsen menariknya lebih dekat hingga kiara jatuh dalam pangkuan arsen dengan posisi kaki mengangkang di atas paha arsen.tangan kiara yang menahan pada pundak arsen hanya mampu memberi jarak sedikit.
Arsen menatap lekat mata indah kiara dengan bulu mata lentiknya dan bibirnya yang mungil,yang mampu mencuri hatinya walau hanya dari sebuah foto.dia ingat telah jatuh ke dalam pesona gadis ini semenjak sang ayah memberinya sebuah foto seorang gadis berhijab yang kini sudah menjadi istrinya.
Kruuukk...
Wajah kiara berubah bersemu merah sungguh benar-benar memalukan di saat seperti ini kenapa justru perutnya berbunyi sangat nyaring.dengan menahan rasa malu kiara malah menjatuhkan dan menyembunyikan kepalanya di bahu arsen.
Arsen menepuk punggung kiara dengan senyum lebarnya.lalu memegang erat kaki dan pinggang kiara,dia menggendong kiara seperti bayi koala.kiara semakin mengeratkan pegangannya pada bahu arsen dan semakin membenamkan kepalanya di ceruk leher arsen karena rasa malu yang amat sangat.
"Kamu belum makan dari pagi ?" tanya arsen sambil mendudukkan kiara di kursi meja pantry.kiara yang telah duduk hanya menunduk dan menggeleng.
"Look at me..bagaimana kamu bisa mengerti apa yang aku katakan jika kamu tidak melihat ke arah aku" ucap arsen lagi dengan mengangkat dagu kiara agar dapat melihatnya.
"Aahh..mas..maaf maksud aku kak..aku panggil kamu kakak aja ya..aku tuh bener-bener malu tau..nih perut gak tau sikon banget" gerutu kiara dengan bibir mencebik yang membuat arsen semakin gemas.
Cuup..
"Issh..kak suka banget sih nyerang ngedadak jantung aku tuh udah mau meledak tau" racau kiara yang mendapat serangan lagi.
Senyum arsen semakin lebar dia menegakkan kembali tubuhnya.dan berjalan ke belakang meja pantry untuk membuatkan kiara makan.
"Kak arsen mau ngapain ? aku gak mau makan berat udah nanggung bentar lagi makan siang kan" kiara mencegah arsen yang hendak memasak."Kalau gitu kita pesen room service aja kak..aku lagi pengen dessert,boleh ya" bujuk kiara pada arsen dengan puppy eyes andalannya yang selalu berhasil mengelabui kakaknya kiano.
Arsenpun mengangguk setuju lalu memberikan kiara ponselnya dan sebuah nomor hotline untuk layanan kamar.kiara tersenyum manis dan menerima ponsel arsen, dengan cepat kiara menghubungi nomor itu.