
"Aarrggh..kenapa rasanya sakit banget" teriak laki-laki yang terlihat frustasi.
Arkhan melempar benda-benda yang berada di atas meja kerjanya.arkhan memutuskan kembali pulang setelah kiara meninggalkannya dan memilih mengikuti arsen.dengan kecepatan tinggi dia mengendarai mobilnya dan keberuntungan masih berpihak padanya dia bisa selamat sampai tujuan tadi pagi.
Tok..tok..tok
"Bang..bang arkhan buka pintunya ! abang gak kenapa-napa kan ?!" suara ketukan pintu oleh ella sang adik yang berada di luar pintu menghentikan arkhan.
Arkhan mengumpat kasar merasa terganggu akan kedatangan ella.arkhan menarik dan mengeluarkan napasnya secara perlahan.dia tidak ingin terlihat kacau di depan sang adik.perlahan dia berjalan ke arah pintu namun sebelumnya dia merapikan bajunya dan menyisir rambutnya dengan jemarinya.
Pintu itu terbuka separuh menampakkan wajah arkhan yang tersenyum manis pada sang adik.ella melihat ada sesuatu yang aneh pada kakaknya dia berusaha menjulurkan kepalanya untuk melihat ke dalam ruang kerja arkhan.
"Ada apa sih ? berisik banget pake teriak-teriak" ucap arkhan pada ella dan berusaha menghalangi pandangan ella.
"Justru ella yang mau nanya ke abang gitu !" gerutu ella pada arkhan sambil mendelik sebal.
"Hahaha..Apa sih de..orang gak ada apa-apa juga..kakak tuh cuma lagi belajar akting buat mentorin calon artis baru" arkhan berkelit sambil mengacak kepala ella dan menutup pintu ruang kerjanya lalu menggandeng pundak ella.
"Oohh gitu ya bang" ella mendongak di samping arkhan sembari mengikuti langkah arkhan yang membawanya pergi dari sana.
"Oh ya bang..ngomong-ngomong kapan abang mau bawa kak kia ke rumah ?" lanjut ella menanyakan pertanyaan yang membuat arkhan mengingat rasa sakit hatinya.
Arkhan seolah berada di dunia lain,dia seolah tuli pada pendengarannya.pikirannya melayang pada saat kiara meninggalkannya sendiri di restoran itu.sampai akhirnya sebuah tepukan keras di lengannya menyadarkannya kembali.
"Iish..di tanya malah bengong kaya orang kesambet" ucap ella sembari menepuk lengan arkhan kencang.
"Taulah de..abang masih sibuk banget nih..ya udah abang mau berangkat kerja dulu..udah siang juga " arkhan mengalihkan pembicaraan menghindar dari pertanyaan ella.
"Kan abang baru sampe masa udah mau pergi lagi..libur aja sih bang sehari mah..lagian yang jadi bos kan abang nih"bujuk ella yang bergelayut manja pada arkhan.
Dengan langkah bergegas arkhan meninggalkan ella yang berdiri terpaku menatap kepergiannya.mobil model hammer itu melaju keluar area perumahan dan membelah jalan ibukota yang mulai padat merayap.
Pikirannya tak fokus selalu mengingat pada kejadian itu.bahkan ketika sang sekretarisnya masuk arkhan pun tak menyadarinya.dia masih menatap keluar jendela memandang jajaran gedung-gedung pencakar langit dari ruang kerjanya yang berada di lantai dua puluh satu.
"Pak..! maaf pak arkhan..pak.." dita sang sekretaris memanggil nama arkhan namun tidak di gubris oleh arkhan"PAAK ..!!" akhirnya dita sedikit berteriak pada arkhan dan berhasil menyadarkan arkhan dari lamunamnya.
"Oohh kamu..! ada apa ?" tanya arkhan berbalik dan merapikan ujung lengan kemejanya lalu bersandar pada tepi meja menyilangkan kaki.
"Maaf pak arkhan..ada beberapa berkas yang membutuhkan tanda tangan bapak,ini mengenai beberapa kontrak para artis dan model" ujar dita menjelaskan.
"Oke,kamu letakkan saja di sana !" ucap arkhan datar menunjuk meja tamu dengan kepalanya.
"Baik pak,kalau begitu saya permisi" pamit dita berbalik dan berjalan ke arah pintu.namun panggilan arkhan kembali menghentikan langkahnya.
"Tunggu dit..! tolong kamu ganti semua schedule saya satu bulan ke depan alihkan semua pada rena atau carlos..saya mau tangani pekerjaan yang di singapur..besok pagi saya berangkat" jelas arkhan pada dita.
"Baik pak,nanti saya infokan pada bu rena dan pak carlos" jawab dita dengan sedikit heran karena biasanya arkhan memberitahunya jauh-jauh hari bukan dadakan seperti ini.
"Baiklah kalau begitu kamu boleh keluar" arkhan memutar tubuhnya dan duduk kembali di kursi kebesarannya.matanya menatap ke arah meja tamu dimana berkas-berkas yang harus dia tandatangani berada.
Arkhan memutuskan untuk menyerahkan semua pekerjaan yang ada di sini pada rena dan carlos sebagai tangan kanannya, termasuk urusan kontrak para artis dan model yang harus dia tangani.
Kepergiannya di harapkan mampu menghilangkan dan mengobati sakit hatinya.dia merasa telah kalah sebelum berperang.namun,entah mengapa dia masih belum merasa puas sebelum kiara menjelaskannya.
Tapi untuk saat ini dirinya belum siap untuk bertemu kiara karena takutnya dia tidak bisa mengendalikan emosi dirinya.karena itu untuk saat ini sampai satu bulan ke depan dia akan menenangkan dirinya dulu.
Meninggalkan negara ini adalah pilihan terbaik yang dapat arkhan ambil.dia harus memulihkan kondisi hatinya dulu sampai dirinya siap bertemu kiara kembali.