Kiara

Kiara
75



Bugh..bugh..bugh..


Helen terus memukuli tubuh suaminya dengan bantal, dia di buat gemas oleh drama yang di buat lucas. sementara sita menatap lucas tajam dengan tangan yang bersilang di dada.


"Oh ayolah ! kalian sudah tahu rencana ini..terus apa yang salah lagi" lucas mendesah pasrah di bawah intimidasi dua perempuan di hadapannya.


"Kamu tanya apa yang salah..ini yang salah..bugh..bugh..bugh" helen kembali melayangkan bantal-bantal itu ke tubuh lucas. tapi kali ini lucas menahannya dan menarik helen masuk dalam pelukannya.


Sita menghela napas melihat kelakuan sahabat suaminya, dia memijit pelipisnya yang tiba-tiba terasa berdenyut.


"Dengar luke ! rencana kita itu membuat arsen datang ke negara ini..bukan bikin drama yang buat orang ikut serangan jantung. kamu tahu betapa takutnya kami melihat kamu yang terjatuh begitu saja. bahkan helen sampai histeris dan seluruh mansion di buat panik, apa kamu sudah gila hah !" sita ikut mengomeli lucas.


"Kamu dengar itu honey ! jangan pernah lakukan itu lagi..kamu membuat aku takut" helen semakin merapatkan pelukannya.


"Oke ! oke maaf..itu semua hanya spontanitas "


"Ya..ya..ya..whatever, beruntung kiara gak ikut ke rumah sakit karena arash yang terus menangis kalau sampai dia ikut semua rencana ini akan gagal" sita masih saja mendumel.


Helen dan lucas tersenyum geli melihat istri sahabatnya kendra yang meracau tidak jelas. helen melepaskan diri dari pelukan suaminya dan menghampiri sita lalu merangkul sita layaknya seorang kakak, yah hubungan mereka memang sedekat itu bahkan bisa di bilang mereka teman yang solid.


Sita membalas rangkulan helen dia tersenyum geli atas tingkahnya sendiri.


"Haaaaaah..suami mu bener-bener gila helen"desah sita sambil tersenyum.


"Ya aku tahu dan aku sangat mencintainya" helen menatap lucas dengan tatapan dan senyum penuh cinta membuat sita memutar mata malas. lucas mengangkat bahu serta alisnya ke arah helen yang di balas helen dengan kecupan jauh.


Sita bergidik melihat pasangan tua sahabatnya yang seolah tak menyadari usianya. dia berbalik menuju sofa yang ada di ruangan itu. sita mengingat obrolannya dengan helen beberapa waktu lalu saat lucas dan kiara menjemput arash.


Helen mengutarakan keinginannya yang akan mempertemukan kiara dengan arsen.


"Tapi bagaimana caranya..? bukankah selama ini arsen tau jika kalian dalang dari pelarian kiara dan selama ini dia tidak melakukan apa-apa"


"Kamu salah sita,bukan dia diam saja tapi dia melakukan banyak hal untuk membuat luke marah besar dan bangkrut. tujuannya agar luke mau memberitahu keberadaan kiara. bahkan pernah kontrak kerja yang luke sepakati dengan raja arab dan raja monaco di buat berantakan dan itu hampir membuat luke marah besar. tapi dasar ayah dan anak keras kepala keduanya tidak ada yang mau mengalah"


"Lalu apa rencana kalian ?"


"Sekeras apapun arsen bertindak dia akan selalu menghormati orangtuanya dan tidak akan melewati batasnya sebagai anak. aku tahu betapa arsen sangat menyayangi kami karena itu kami akan membuat drama yang mengatakan luke sakit saat kunjungan kerja di sini. lalu dengan alasan lain hal luke minta di pindahkan keluar negeri, sehingga usahakan arsen jangan sampai bertemu dengan luke karena itu dia di berikan tugas untuk menangani proyek di sini untuk jangka waktu yang tidak di tentukan"


"Dia mau berpura-pura sakit apa ? bukankah kiara akan tahu jika luke hanya pura-pura"


"Untuk itu hanya luke yang tahu, kita hanya mengikuti dan berakting sebaik mungkin. intinya dia hanya ingin arsen memperjuangkan yang sudah menjadi miliknya sebelum semua itu di ambil orang lain. kamu pasti mengerti kan !!"


Sita lagi-lagi mendesah lelah, dirinya dan kedua orang di sana rela melakukan drama ini demi anak-anak kami. sita menyandarkan tubuhnya di sofa dan memejamkan matanya untuk beristirahat sejenak setelah marah-marah pada lucas.


Belum lama matanya terpejam, telinganya mendengar suara anak perempuan dan cucunya datang hingga membuat matanya kembali terbuka.


"Assalamualaikum dad..mom..ma !" kiara menyalami satu persatu orangtuanya. sedangkan arash sudah berada di atas tempat tidur bersama lucas.


"Selamat pagi om..tante" arkhan pun menyalami mereka seperti kiara.


"Pagi juga !" hanya sita dan helen yang menjawab sedangkan lucas sibuk bermain dengan arash.


"Oh ya gimana kondisi daddy sekarang ? maaf ya semalam ara gak bisa ikut, arash nangis gak berenti-berenti sampai harus tengah malem minta bantuan sama mas arkhan"


"Jadi maksud kamu arkhan menginap ?" tanya sita penuh selidik.


"Oh enggak tan..! setelah arash tidur saya langsung pulang. lagipula ara gak biarin kami cuma berdua semalam ada dua orang maid yang menemani ara ngobrol selagi saya di kamar arash" jelas arkhan merasa tak enak. meski dia tahu sita tidak menyukainya entah mengapa dia tidak merasa sakit hati.


"Oh mama kirain kamu macem-macem ra"


"Apa sih ma ! yah gak mungkinlah mas arkhan juga bukan orang seperti itu"


"Sudah..Sudah ! ada yang ingin mom sampaikan..karena kejadian kemarin membuat panik semua dan kondisi daddy kamu yang kelelahan, mom memutuskan untuk melakukan screening tes kesehatan secara menyeluruh untuk daddy. jadi nanti sore kami harus kembali ke switzerland"


"Maksudnya mom sama dad mau pulang ? bukankah kalian bisa check kesehatan di sini..daddy juga masih belum pulih jadi lebih baik istirahat di sini dulu"


"Daddy biasa dengan dokter keluarga, daddy kamu itu gak percaya sama dokter lain"


"Kamu tenang aja ra, mama bakal ikut mereka kita bakal gantian rawat daddy luke sampai sembuh"


"Ara juga ikut ya mom..ma "


"No..!" serentak helen dan sita menjawab membuat arash menoleh ke arah mereka.


"Emm.. maksud mom arash masih sekolah dia baru masuk kalau kamu ikut maka arash akan banyak tertinggal pelajaran. sedangkan arash anak yang mudah menangkap pelajaran, sayang kan ra"


"Lagipula toko kamu gimana kalau kamu ikut..kalau toko tutup kamu gak dapat pemasukan gimana kamu bisa lanjut jualan ra"


Ara terlihat tampak berpikir oleh ucapan helen dan sita. dan berat hati dia harus mengijinkan mertuanya pulang kampung.


"Baiklah tapi daddy janji kalau ada apa-apa kasih tau ara yaa"


"Iya sayang..kemari lah " kiara mendekati lucas dan memeluk pria paruh baya itu dengan sayang.


"Daddy harus sehat ! jangan terlalu capek kerja, jangan telat makan, dan jangan bikin mom kecapean juga" ucap kiara manja dalam dekapan lucas.


Sore hari itu kiara melepas kepergian mertuanya menggunakan helikopter pribadi yang mendarat di landasan helipad rumah sakit. sita sang mama turut serta bersama mereka. kini dirinya benar-benar sendirian di negara ini. dia berdoa dan berharap tuhan selalu memberikan orangtuanya kesehatan dan kebahagiaan.


Kiara menatap langit dimana helikopter itu pergi membawa orangtuanya sampai menghilang di balik awan.