
Keesokan harinya, Gus Yusuf membicarakan tentang keinginannya ingin mengajak istrinya untuk Tinggal bersama.
" Abi setuju-setuju saja."Jawab Ismail, setelah mendengar apa yang di ucapkan Gus Yusuf.
" Ummi, sama dengan abi mu, itu sudah sewajarnya terjadi. apa kamu sudah membicarakan ini dengan istri mu?" ummi Salma memiliki pendapat yang sama dengan Suaminya, Karena dalam kehidupan rumah tangga, sudah seharusnya suami istri itu tinggal bersama tidak tinggal terpisah seperti ini, lebih-lebih mereka berada di lingkungan yang sama.
" Alhamdulillah sudah ummi, Khalisa juga Setuju. Tapi untuk saat ini kami tidak bisa mengumumkan pernikahan kami ummi, Jadi kita bisa mengangkat khalisa sebagai abdi ndalem saja, agar ia bisa tinggal disini."
" Kenapa tidak bisa?" Tanya ummi Salma, ia membutuhkan alasan mengapa menantu dan juga putranya tidak bisa mengumumkan pernikahan mereka.
" Aku hanya ingin khalisa merasa nyama ummi, aku takut dengan kita mengumumkan pernikahan ini akan membuat santri lainya merasa tidak nyaman, aku akan mengumumkan pernikahan ketika wisuda santri nanti"
" Baiklah, ummi mengerti nak"
Kabar khalisa menjadi abdi ndalem tersebar luas di pesantren, dan juga sudah sampai ke telinga ke tiga sahabatnya.
" Sa, beneran jadi abdi ndalem sekarang?" Tanya tia, setelah mendengar kabar, kalau Khalisa di jadi kan abdi ndalem.
" iya " Jawab khalisa fokus melihat buku.
" Berarti kamu gak tinggal di asrama lagi dong?"
" Ya, seperti yang kamu ketahui." Ya, setiap abdi ndalem itu, akan tinggal bersama keluarga kyai.
" Gak mau pisah..., Udah dua tahun lebih kita bersama... "
" Kita bisa bertemu setiap hari, kita bisa maen seperti biasanya di hari libur "
" tapi sa, beda rasanya kalau gak ada kamu di kamar "
***
Tiga bulan cepat berlalu, hari ini adalah hari wisuda seluruh santri angkatan tahun ini. dan hari ini juga hari dimana Gus Yusuf akan mengumumkan pernikahannya.
" Masya Allah cantiknya istri ku ini" Gemas melihat istrinya yang tampil beda dari biasanya.
" Pengen cium deh" Gus Yusuf mendekat, membuat Khalisa menghindari suaminya.
" Mas, aku udah makeup" kesal khalisa pada suaminya. siapa yang tidak kesal, baru saja ia menyelesaikan make up nya, tapi Suaminya datang membuat rusuh..
" Tapi aku mau cium, kamu cantik banget sayang" Kata Gus Yusuf semakin mendekatkan wajahnya ke wajah istrinya.
" Iiiih, mas emang semalem tidak cukup?" Khalisa mendorong tubuh suaminya agar menjauhi darinya, apa selama Suaminya ini belum puas, semalam ia membuat istrinya yang cantik ini kelelahan.
" Gak hehehe " Jawab Gus Yusuf memperlihatkan giginya tanpa dosa, dan kembali mendekatkan wajahnya pada khalisa.
" Mas, udah. aku mau keluar dulu yang lain udah pada kumpul." kata Khalisa kesal, dan beranjak dari meja riasnya.
" Ya udah bareng aja, mas juga mau ke sana" Gus Yusuf mengalah, tidak memaksa istrinya.
" Tapi mas" Khalisa ingin menolak tapi Suaminya lebih dulu menarik tangannya untuk keluar dan berjalan ke arah aula, tempat wisuda akan di lakukan.
" ciieee Sekarang udah terang-terang ya" goda Tia, melihat khalisa datang dengan Gus Yusuf dengan tangan mereka bergandengan.
" kau dan Gus Yusuf emang sangat serasi sa" Dian. ketiga sahabatnya sudah tahu hubungan antara Gus Yusuf dan Khalisa.
Berbeda dengan respon Tia, Dian dan juga Rima. Banyak santri dan juga guru yang terkejut dengan ke datang Gus Yusuf bersama dengan khalisa. Banyak juga yang mempertanyakan apa hubungan antara Gus Yusuf dengan santriwati itu. Ustadz Fikri tidak terkejut dengan apa yang ia lihat hari ini, karena ia sama dengan tiga Sabahat Khalisa, bedanya ia tahu kalau khalisa dan juga Gus Yusuf sudah menikah dari Kahfi, sahabatnya.
" Sebelum kita mulai acaranya, ada satu hal yang saya ingin sampaikan. Gus Yusuf kemari" Pinta Ismail, menyuruh Gus Yusuf untuk mendekat.
" Hadirin semua yang hadir disini, Dia adalah putra ku satu-satunya, maaf telah membuat ke heboh dengan kedatangannya kemarin membuat keributan dan membuat tanda tanya di benak kalian semua. " Ismail memberikan mikropon itu ke Gus Yusuf.
" Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh " Gus Yusuf mengucap salam pada semua yang hadir di sini.
" waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh " Salam Gus Yusuf di jawab serempak sama para undangan dan santri yang akan melakukan wisuda.
"Sebelumnya saya minta maaf karena kedatangan saya bersama istri saya membuat kehebohan " Bukannya tenang setelah mendengar apa yang di katakan Gus Yusuf, semua hadirin semakin ribut dan berbisik-bisik.
" Saya menikah dengan istri saya, sebelum saya berangkat ke Mesir, dan kami baru tinggal bersama setelah saya kembali ke tanah air. Semoga ini bisa menjawab semua pertanyaan yang ada di benak kalian semua. Terimakasih." Kata Gus Yusuf, singkat padat dan jelas. setelah mengatakan itu, Gus Yusuf kembali'ke tempatnya.
***
Jam sepuluh malem khalisa kembali ke ndalem, Sebenernya ia ingin tidur bersama dengan teman-temannya untuk yang terakhir kalinya, tapi apa bisa buat apa-apa ketika suaminya menyuruhnya untuk pulang. dengan berat hati khalisa harus mengubur dalam-dalam keinginannya untuk bersama teman-temannya malam ini..
" Sayang, bersih-bersih dulu. jangan langsung tidur " Tapi tidak ada respon sama sekali dari khalisa. " sayang, Jangan marah dong" Bujuk Gus Yusuf, Tapi tidak ada respon sama sekali dari istrinya, sepertinya istrinya benar-benar kesal padanya.
" Ya udah mas, peluk ya biar gak marah" Gus Yusuf memeluk istrinya dengan sangat erat, seperti tidak ingin kehilangan.
Keesokkan harinya, khalisa menyiapkan sarapan pagi untuk suaminya seperti biasanya. Mereka tidak tinggal lagi bersama dengan ke dua orang tuanya, tapi masih lingkungan pesantren.
" selamat pagi Sayang" Gus Yusuf memeluk istrinya dari belakang, sedangkan Khalisa sibuk memasak terkejut mendapatkan pelukan tiba-tiba dari suaminya.
" Mas, jangan ganggu deh, aku gak bisa masak nih" Keluh khalisa, karena suaminya ini sangat rusuh.
" Biar mas aja yang terusin. sekarang istriku yang cantik ini duduk aja disini" Kata Gus Yusuf dan menuntun istrinya untuk duduk di kursi dan setelah itu ia dengan cekatan melanjutkan masakan istrinya.
" sudah siap" Kata Gus Yusuf selesai menyiapkan sarapan pagi. khalisa memberikan dua jempol pada suaminya. Walaupun sempet kesal dengan suaminya, tapi tingkah lucu suaminya menghilangkan rasa kesalnya.
" Mhh, mass" Gus Yusuf mencium istrinya karena gemas.
" Semalam gak si kasih, jadi...." Gus Yusuf melanjutkan aksinya.
" aaaaaa" Teriak ummi Salma, melihat pemandangan di depannya. Mendengar ke suara sang ummi, kedua si Joli itu menghentikan aktivitasnya dan sangat canggung, terutama ummi Salma.
" Maaf ummi.. tidak bermaksud menggangu" Ucap ummi Salma merasa bersalah. " Ummi bawa ini untuk kalian, Ummi pulang." Ucap ummi Salma setelah meletakan apa yang ia bawa di atas meja, dan langsung pergi tanpa mengucapkan salam.
" Mas, malu" Kata khalisa setelah ummi Salma pergi.
" Gak papa, biar ummi tahu Kalau beliau akan punya cucu" kata Gus Yusuf enteng.
" Tapi mas, ummi lihat kita.." Khalisa tidak menerima perkataannya.
" Sedang berciuman, seperti ini" Gus Yusuf kembali mencium bibir istrinya. " Sarapan di tunda dulu sayang" Kata Gus Yusuf, ia mengedipkan matanya pada istrinya membuat sang istri geli melihatnya.