Khalisa Humaira

Khalisa Humaira
45



Khalisa mencubit pinggang suaminya karena gemas, disini dia sangat menghawatirkan kondisinya di luar sana, dan suaminya mengabaikan telpon darinya, membuat Khalisa sedikit kesal..


" au sakit sayang. " kata Gus Yusuf menghindari istrinya.


" Lain kali Kalau di luar gak usah di heningkan hpnya, gak tahu apa istrinya khawatir dengan dirinya." Oceh khalisa panjang lebar, ia mengambil dimsum yang di bawa Suaminya.


" iya maaf sayang, lain kali mas gak akan gitu lagi"


" Hmm" Sahut Khalisa, ia sedang menikmati dimsum ayam yang di beli suaminya. Gus Yusuf hanya melihat istrinya yang sedang sangat lahap memakan dimsum yang di bawanya.


" mas mau?" tawa khalisa dengan mulut terus mengunyah. Gus Yusuf menggelengkan kepalanya..


" Buat mu saja. Melihat mu makan saja sudah membuat mas bahagia" kata Gus Yusuf terus menikmati pipi kembung istrinya.


" Bener nih, enak lho. " kata Khalisa terus mengunyah dimsum itu tanpa henti.


" Buat mu saja sayang. Ini sudah malam, cepat habiskan. Kamu harus istirahat. " Khalisa menghabiskan dua box dimsum ayam itu. Tersisa tinggal satu box lagi, tapi Khalisa sudah sangat kenyang.


" Mas aku sudah gak kuat untuk menghabiskan ini. Taruh aja di kulkas ya " kata Khalisa mengelus perutnya yang kenyang.


" Ya udah, mas taruh ini dulu. Kamu duluan aja ke kamarnya." Suruh Gus Yusuf. Khalisa mengiyakan, khalisa kembali ke kamar dan merebahkan tubuhnya sembari menunggu suaminya.


" Mas lama" Kata Khalisa melihat suaminya masuk kamar. padahal suaminya hanya menaruh dimsum itu dan langsung kemana ke kamar, tapi istrinya bilang lama? Mungkin ini efek kehamilannya.


" maaf sayang, sekarang kita tidur ya." kata Gus Yusuf ikut merebahkan tubuhnya di samping istrinya, ia mengelus perut istrinya sambil melantunkan ayat-ayat Alquran, setelah berhasil menidurkan istrinya ia pun ikut terlelap.


Keesokan harinya, khalisa enggan untuk bangun dari tidurnya, ia masih nyaman dengan selimut tebal yang menutupi badannya.


" sayang, ini mau jam tujuh lho, kamu gak mau bersiap gitu?" Tanya Gus Yusuf lagi. Khalisa membuka penutup kepalanya.


" aku masuk siang mas " jawab khalisa melihat suaminya.


" ya udah mas pergi ngajar dulu. Nanti mas bawakan sarapan ya" Kata Gus Yusuf sebelum keluar kamar, khalisa menganggukkan kepalanya, dan kembali membenarkan selimutnya.


Sesampainya di meja makan, Gus Yusuf melihat Abi dan ummi nya sudah ada di sana.


" Istrimu mana?" tanya ummi Salma tidak melihat ke hadiran menantunya.


" di kamar ummi, dia gak mau bangun. Mungkin efek kehamilan membuat dia malas beranjak dari tempat tidur."


" biar kan saja nak, biasa orang hamil seperti itu. " Kata ummi Salma paham kondisi menantunya..


" ya udah sekarang kita sarapan, Selsai ngajar gak ada ke kegiatan lainnya kan nak?" tanya Ismail.


" Nganter Khalisa kuliah, dan palingan ngecek dokumen penting bi. Kenapa bi?"


" Temani Abi ngisi kajian kalau kamu nya gak sibuk. " pinta Ismail.


" iya Abi, seperti bisa."


Setelah selesai sarapan, Gus Yusuf pergi mengajar, begitu juga dengan ummi Salma dan juga Ismail.


Sementara di kamar khalisa masih enggan bangun dari tidurnya. Suara deringan telpon terus menerus terdengar membuat tidur khalisa sangat terganggu..