
Perjalan pulang menuju rumah, Khalisa mampir di sebuah mini market untuk membeli cemilan dan beberapa kebutuhan dapur, Setelah menadapat apa yang ia inginkan ia langsung pulang.
setelah melaksanakan sholat ashar, Khalisa memberikan rumah, mulai dari halaman depan hingga belakang, tentu saja di batu Suaminya. Setelah beres mereka berdua membersihkan diri.
Terdengar suara bel yang terdengar dari depan rumah mereka, Khalisa menyuruh Gus Yusuf untuk melihatnya karena ia masih sibuk mengeringkan rambutnya.
" Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh" ucap ustadz Fikri.
" Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh, mari masuk ustadz" Kata Gus Yusuf mempersilahkan kedua tamunya masuk. " sebentar ya, saya panggil istrinya saya dulu" pamit Gus Yusuf, ia sengaja memanggil istrinya karena ternyata ustadz Fikri bertamu dengan seorang perempuan.
" Sayang, belum selsai?" Tanya Gus Yusuf memasuki kamar.
" Udah kok mas, Siapa ya datang?" Tanya Khalisa..
" ustadz Fikri, bikinin minum dan ya, ustadz Fikri datang bersama perempuan mungkin mau antar undangan."
" emang iya? " Gus Yusuf menganggukan kepalanya " Bagus dong, gak jomblo lagi dong"
" iya, sekarang bikinin minum ya. Mas kembali kedepan " Gus Yusuf kembali ke depan menemui ustadz Fikri, sedangkan Khalisa berjalan menuju dapur untuk membuat minuman..
" gimana kabarnya ustadz?" Gus Yusuf basa basi, ia memecahkan keheningan di antara dua insan ini.
" Alhamdulillah baik Gus, Gus sendiri gimana?" Tanya balik ustadz Fikri.
" Alhamdulillah baik ustadz, sepertinya ada kabar gembira yang mau ustadz sampaikan " Tebak Gus Yusuf. Dia hanya menebak saja..
" Gus tahu saja. " tawa ustadz Fikri, sementara wanita yang ada di sampingnya hanya bisa menundukkan pandangannya.
" silahkan di minum " kata Khalisa setelah meletakan teh yang ia bawa tadi, dan sekarang penglihatan khalisa tertuju pada perempuan yang duduk di samping ustadz Fikri..
" Ya dia Rima, sahabat Ning" Jawab ustadz Fikri.
" Astaga, hampir saja aku tidak mengenali mu" Kata Khalisa.
" Maaf" Kata Rima..
" Tapi tunggu dulu? apa kalian ada hubungan?" Tanya Khalisa melihat ustadz Fikri dan juga rima secara bergantian.
" Sayang, mereka belum memberi tahu tujuan mereka datang kesini. jadi bersabarlah kita akan mengetahuinya setelah mereka mengatakannya."
" Ya maaf, jujur saja aku sangat penasaran dan aku sangat rindu padanya " kata Khalisa melihat pada Rima yang masih menundukkan kepalanya.
" Jadi maksud kedatangan kalian kemari ini ada apa ustadz?" Tanya Gus Yusuf to the poin.
" Kami datang untuk memberikan ini Gus, kami berharap Gus dan Ning bisa datang ke acara resepsi pernikahan kami "kata ustadz Fikri panjang lebar.
" Masya Allah, selamat ya Gus atas pernikahan kalian semoga menjadi keluarga sakinah mawadah warahmah "
" Aamiin, terimakasih Gus. Semoga keluarga kita menjadi keluarga sakinah mawadah warahmah "
" Aamiin " Ucap kedua laki-laki ini bersamaan.
" Maaf sebelumnya, Aku boleh bawa Rima ke belakang gak?" kata Khalisa, karena ia harus mendengarkan penjelasan langsung dari sahabat, apa ini alasannya menghilang selama satu minggu ini, tapi kalau ia, apa itu artinya dian dan juga Tia sedang menikmati pergantian statusnya..
Khalisa mengajak Rima ke belakang, ia mendudukkan Rima di kursi ruang makan, dan siap mengintrogasi sahabatnya ini. Rima yang di tatap seperti itu hanya bisa pasrah.