
Setelah dari acara itu, Kahfi tidak pernah datang ke pesantren, dia menyibukkan dirinya dengan perkejaan di kantor. Sekali-kali dia menghubungi khalisa mengunakan benda pipih itu.
Kahfi seperti semakin gila kerja, sering keluar kota dan tidak punya waktu untuk berleha-leha.
Khalisa yang tidak pernah mendapatkan kabar dari kakaknya di buat geram, apa lagi mood ibu hamil naik turun. Sudah sejak tadi ia menghubungi Kahfi, tapi tidak ada sahutan dari sana sama sekali.
" Abang kemana sih" kesal khalisa, ini bukan pertama kalinya khalisa di buat kesal sama Abangnya. " Awas aja kalau gak telpon balik" ancam khalisa pada ponselnya.
" Kenapa, ada apa?" Tanya Gus Yusuf melihat istrinya yang sangat kesal. Dalam kondisi seperti ini, Gus Yusuf hanya bisa meredakan emosi dan kekesalan istrinya.
" Bang Kahfi kemana, aku kangen " khalisa memeluk suaminya dan menagis. Gus Yusuf mengelus kepala istrinya untuk menenangkannya.
" Nanti mas coba hubungi ya, mungkin bang Kahfi sedang rapat makanya tidak menjawab telpon mu"
" Tapi hiks.. hiks... Aku kangen mas. Sudah lama bang Kahfi tidak mengunjungi kita hiks... Hiks.."
Mood istrinya yang sering berubah-ubah membuat Gus Yusuf harus menyetok kesabaran yang banyak.
" Ya udah mas coba hubungi asistennya dulu ya " kalau sudah mendengar istrinya seperti ini mau tidak mau Gus Yusuf harus menghubungi asisten kakak iparnya.
" Assalamu'alaikum, maaf ganggu. Bang Kahfi lagi sibuk?" Ucap Gus Yusuf setelah telpon itu tersambung.
" Waalaikumsalam warahmatullahi, iya maaf Gus, pak Kahfi sedang di ruangan meeting. "
" Oo gitu ya, tolong sampaikan pada bang Kahfi kalau Khalisa ingin bertemu"
" Baik Gus, saya akan sampaikan." Sambungan telepon terputus..
" Abang Kahfi sedang meeting sayang, setelah meeting ia akan menghubungi mu" kata Gus Yusuf pada khalisa.
" Hiks..... Hiks .. "
" Udah dong, gak usah nangis lagi. " Gus Yusuf mengusap air mata istrinya.
" Tapi nanti kalau bang Kahfi tidak hubungi khalisa bagaimana?" Bukan apa, karena sering mendengar abangnya akan menghubunginya setelah meeting atau rapat, tak jarang Kahfi juga tidak menghubunginya.
" Kalau Abang tidak menghubungi, kita pulang ke rumah abi" kata Gus Yusuf, benar bukan. Kalau di rumah Abi Akmal tidak mungkin bisa Kahfi menghindari mereka.
" Bener, janji" Gus Yusuf mengangguk kepalanya dan tersenyum manis.
" Mas, bersih-bersih dulu ya. Bau keringat. "
" Jangan mandi, aku suka bau mas" kata Khalisa tidak mengijinkan Suaminya untuk beranjak dari duduknya. Ia memeluk erat tubuh suaminya yang dibasahi keringat.
***
Disisi lain, Aretha sedang belajar bersama ummi Salma, ummi Salma akui Aretha sangat cepat tanggap dalam mempelajari apa yang di jelaskannya.
" Masya Allah, bacaan mu bagus nak" kata ummi Salma memuji bacaan Alquran Aretha.
" Ini semua berkat ummi " Aretha tersenyum manis pada ummi Salma. Rasanya bahagia sekali bisa di berikan kesempatan untuk belajar bersama orang baik seperti ummi Salma.
" Gimana kuliahnya lancar?" Tanya ummi Salma, setelah belajar bisanya Aretha dan ummi Salma berbincang sebelum Aretha pulang..
" Alhamdulillah lancar ummi" Setiap kalian ummi Salma memberikan pertanyaan seperti ini, membuat hati Aretha hangat, ia bisa merasakan kehangatan seorang ibu dari ummi Salma..
" Nak Aretha mau langsung pulang atau gimana?"
" Sebelum pulang Aretha ingin singgah di toko buku ummi "
" gitu ya, nak Aretha mau gak ikut ke kajian rutin pesantren? "
" Kapan ummi?"
" Lima belas menit dari sekarang akan di mulai nak"
Aretha ikut menghadiri kajian rutin pesantren, tidak ada salah mengikuti kajian rutin, toh juga ia tidak terlalu sibuk hari ini. Khalisa juga hadir di sana, karena Suaminya lah pembawaan materi hari ini.
" Kenapa, wajahnya di tekuk seperti itu?" Tanya ummi salma melihat wajah menantunya.
" Khalisa kangen sama bang Kahfi" jawab khalisa, sepertinya kerinduannya sudah tidak bisa di bendung lagi.
" Udah di hubungi?" Khalisa menganggukkan kepalanya.
" Tapi gak di angkat, dan sampai sekarang gak ada kabar"
Khalisa tersenyum mendengar ucapan mertuanya, bisa di pastikan kalau ummi Salma bertindak pasti Abangnya tidak bisa menghindar lagi.
Selama kajian, baik ummi Salma, Aretha dan juga khalisa mereka khusus mendengarkan.
Selsai acara, benar saja Kahfi menghampiri adiknya yang sudah memasang muka garangnya.
" Assalamu'alaikum warahmatullahi ummi" Kahfi mencium tangan ummi Salma.
" Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Kemana saja nak? Lihat"
" Gak kemana-mana kok ummi, Kahfi hanya sibuk dengan kantor saat ini. "
" Abang jahat" kata Khalisa memukul lengan Kahfi, bibirnya cemberut dan masih merasa sangat kesal..
" Ah sakit, dek kenapa Abang di pukul?" Tanya Kahfi mengamankan lengannya agar tidak terkena pukulan adiknya lagi..
" Sini, Abang pantas mendapatkannya" kata Khalisa mengayunkan tangannya ingin memukul Kahfi lagi.
" Sayang sudah, kasian bang Kahfi" kata Gus Yusuf yang baru saja bergabung bersama mereka.
" Mas bela dia?" Tanya khalisa kesal.
" Bukan begitu sayang, tapi"
" Sudahlah, bilang saja mas membelanya. " Kata Khalisa cemberut, kenapa Suaminya berpihak pada Abang bukan pada dirinya.
" Sayang" panggil Gus Yusuf tapi Khalisa malah memeluk tangan ummi Salma.
" Nak?"
" Gak ummi, Khalisa gak mau minta maaf. Bang Kahfi yang salah, apa salah seorang adik ingin diperhatikan oleh kakaknya sendiri. " Kata Khalisa yang mulai terisak.
" Gak salah sayang"
" Katanya kangen, sini dong peluk " kata Kahfi merentangkan kedua tangannya.
" Hiks... Hiks .. Abang jahat, gak pernah datang menemui khalisa sekarang" kata Khalisa setelah memeluk Kahfi, rasa rindu yang ia pendam beberapa Minggu ini akhirnya terlepas sudah.
" Iya maaf, Abang tidak akan sibuk lagi. " Kata Kahfi mengelus kepala khalisa. " Sekarang, mau apa?" Tanya kahfi setelah pelukan mereka terlepas.
" Abang janji mau nurutin kemauan khalisa" kata Khalisa sungguh-sungguh.
" Iya, apapun yang kamu minta, Abang akan berikan kan" jawab Kahfi tersenyum, melihat tangisan adiknya seperti ini membuat dia terluka.
" Ya udah kalau gitu nikah dengan perempuan pilihan khalisa " kata Khalisa. Gus Yusuf, ummi Salma dan khafi terkejut mendengar ucapan Khalisa.
" Dek, bukanya Abang gak mau, tapi "
" Tadi bilangnya mau mengabulkan permintaan khalisa, sekarang apa? Cih. Lebih baik kita pulang mas. "
" Kita bicara di ndalem aja ya" ajak ummi salma.
Sekarang mereka sudah duduk di ruang tengah, Gus Yusuf, ummi Salma, Ismail, Kahfi dan juga khalisa.
" Dek, nikah itu tidak semudah itu" kata kahfi pada Khalisa, mungkin kalau minat dibelikan makanan atau yang lainya Kahfi bisa mengabulkan ya, tapi ini menikah dengan perempuan pilihan khalisa, bagaimana bisa?.
" Ya tahu, siapa juga bilang itu mudah. " Jawab khalisa.
" Emang nak khalisa udah punya calon yang tepat untuk nak Kahfi?" Kata Ismail menatap ke arah menantunya, khalisa menggunakan kepalanya.
" Siapa nak?" Tanya ummi Salma, penasaran.
" Ummi juga kenal kok" jawaban khalisa membuat kaning ummi Salma d sn juga Ismail mengkerut.
" Dek langsung aja, bilang siapa perempuan itu?" Tanya kahfi tidak kalah penasaran dengan perempuan yang di maksud adiknya.
.
.
.
Semoga suka 🤍