
" Ar, mau ngomong sesuatu sama ayah. Tapi kalau ayah sibuk lain kali dah" Ar kembali melanjutkan aktivitas makannya, dengan wajah sedikit masam. tanpa mendengar jawaban ayahnya, Ar sudah tahu jawabannya.
" Setelah makan kita bicara " Jawab Jordan, ia mengerti betapa kesepiannya anak semata wayangnya, Tapi mau gimana lagi, ia berkerja untuk masa depan Ar sendiri. Tapi mungkin tindakan yang ia ambil salah, dia selalu sibuk dengan pekerjaannya tanpa memperhatikan perkembangan anaknya. Tapi walaupun tidak memperhatikan Ar secara langsung, Jordan memerintahkan anak buahnya untuk mengawasi Ar tanpa sepengetahuan Ar sendiri.
Keduanya kini telah berada di ruangan tamu. Seperti yang di katakan Jordan tadi, Sekarang Ar sangat gugup hanya untuk memulai pembicaraan.
" Ada apa? Apa ada masalah, kenapa kamu terlihat sangat gugup?" Jordan sangat melihat jelas kegugupan anaknya, Jordan bukan tipikal orang yang pandai basa basi karena ia terbiasa berbicara langsung pada inti pembicaraannya.
" Aah itu, bukan apa apa" Ar berusaha menghilangkan kegugupannya.
" apa kamu hamil anak laki-laki itu?" Tebak Jordan, Ar yang mendengar pertanyaan ayahnya langsung melotot tidak percaya dengan pertanyaan ayahnya.
" Ayah, Aku tidak sedang hamil anak siapapun!" Jawab Ar tegas.
" Lalu apa yang membuat mu gugup seperti itu? " Ar menghela napas, seperti ayah tidak memiliki banyak waktu, ia harus memanfaatkan waktu luang ayahnya ini dengan baik.
" Aretha ingin belajar tentang Agam Islam" kata Ar tertunduk, ia takut ayahnya marah karena hal ini.
Jordan mengerut kan keningnya " Apa kaitannya dengan ayah?" Pertanyaan Jordan membuat Ar kebingungan.
" ayah tidak marah?" Tanya Ar serius.
" Jadi ayah tidak marah, Aretha belajar tentang Agam Islam?" Jordan menggelengkan kepalanya dan tersenyum manis.
" Terimakasih ayah" ucap Ar memeluk Jordan bahagia. Ia mengira, ayahnya akan memarahinya tapi ternyata tidak, sang ayah malah mendukung apa yang jalan ia pilih.
" Sama-sama sayang, ayah hanya ingin kamu bahagia. Maaf untuk selama ini, ayah tidak pernah ada untuk mu. Lakukan apa yang ingin kamu lakukan, yang terpenting kebahagiaan mu" Kata Jordan membalas pelukan sang putri.
" Aretha sayang sama ayah."
" ayah juga."
cukup lama mereka berbincang dan Ar sendiri tidak mau menyia-nyiakan kesempatan ini, ia berbicara tentang banyak hal bersama ayah, walaupun kebanyakan dia yang berbicara, sedangkan Jordan sesekali bertanya dan menganggukkan kepalanya.
" Sudah larut malam, kamu harus pergi kuliah besok. Ayah juga harus meeting. Sekarang kita istirahat ya"
" iya ayah, terimakasih untuk malam ini ayah. Aretha sangat bahagia. Semoga kedepannya kita seperti ini lagi." Kata Ar tersenyum bahagia. " Aretha ke kamar dulu. Selamat malam ayah" Jordan melihat kepergian putrinya yang sudah beranjak dewasa.
" Sayang, kamu lihat kan. anak kita sudah dewasa. Maaf aku tidak memiliki banyak waktu untuk memperhatikan anak kita. aku janji kedepannya aku akan membagi waktu, agar bisa mendengar ceritanya seperti tadi. " lirik Jordan sebelum beranjak dari duduknya. dan ia pun pergi ke kamarnya untuk istirahat.