
" Apa ini yang kamu lakukan selam ini hah? Ayah mengijinkan mu untuk tinggal di apartemen karena ayah percaya sama kamu, tapi apa yang kamu lakukan?" Pria paruh baya itu sangat marah dengan apa yang ia lihat pagi ini, Ia sengaja tidak memberi tahu Ar tentang kedatangannya pagi ini, untuk memberikan kejutan pada putrinya, tapi apa yang ia dapat, ini seperti dirinya yang di berikan kejutan oleh anaknya.
" Ayah semua ini tidak seperti yang ayah pikir, Aretha kemarin kecopetan, tas Aretha di bawa sama preman itu ayah, tapi ia datang untuk menolong Aretha ayah. Aretha meminta ia mengantar untuk pulang karena tidak ada sama sekali kendaraan yang lewat tadi malam, tapi syukur ada bang Kahfi yang menyelamatkan Aretha yah" jelas Ar panjang lebar, ia berusaha menceritakan semuanya kejadian tadi malam agar ayahnya tidak salah paham.
" Tunggu " Kata Kahfi membuat ayah Ar melihat ke arah Kahfi " apa kamu mengenal saya?" Tanya Kahfi bingung, ia tidak salah dengar bukan? Tadi Ar memanggilnya dengan sebutan bang Kahfi.
Ar menganggukkan kepalanya " saya temannya khalisa di kampus" Jawab Ar masih menunduk kepalanya, ia tidak berani mengangkat kepalanya.
" pantas saja, Saya merasa pernah melihat mu. ternyata temannya khalisa" Kata Kahfi menganggukkan kepalanya.
" Apa kalian sudah selesai?" Tanya Jordan dengan suara beratnya. " Duduk, dan apa hubungan mu dengan anak saya?" Tanyanya to the poin.
" saya? " Tanya Kahfi nunjuk dirinya " saya tidak memiliki hubungan dengan anak anda, seperti yang di bilang anak anda tadi, niat awal ingin mengantarkan dia pulang, tapi baru saja sampai depan pintu kamar ia pingsan dan saya minta bantuan sama petugas yang ada disini ..." Kahfi menceritakan detail kejadian tadi malam, tidak ada yang terlewat satupun.
" Kenapa kamu tidak membawanya ke rumah sakit? Kenapa kamu tidak meminta petugas yang menggantikan pakaian itu untuk merawatnya kenapa kamu yang merawat kalau tidak ada hubungan di antara kalian?"
Mendengar pertanyaan seperti itu, Kahfi menghela nafas " Saya tidak bisa membawanya ke dokter, karena posisinya anak Anda masih mengenakan pakaian yang basah, dan tidak mungkin saya membawanya dengan pakaian basah kerumah sakit itu akan memparah kondisinya. " Kata Kahfi tenang, berbicara dengan orang seperti ayah Ar sudah biasa bagi Kahfi karena sering ia temui dulu ketika ia dikasih amanah oleh sang Abi.
" dan kenapa saya tidak menyuruh petugas yang mengganti pakaian anak anda, karena mereka punya tugas yang harus mereka selesaikan. Mau tidak mau saya harus membatu anak anda untuk menurunkan demamnya. Sampai jam dua belas malam baru demamnya turun, saya berniat untuk pulang tapi saya tidak punya tenang untuk menyetir karena dua hari ini saya hanya tidur tiga jam, saya memutuskan untuk istirahat disini, dan pagi ya saya langsung pulang, tapi tahun berkata lain"
Jordan memandangi wajah Kahfi, Kahfi seperti pria dewasa, terlihat dari caranya merespon semua ucapannya. sedangkan Ar ia terpukau dengan wajah tenang Kahfi yang menanggapi ayahnya, seperti wajah seram ayahnya tidak membuat Kahfi takut.
" Kalau begitu, saya pamit pulang karena anda sudah ada di sini" Kata Kahfi, karena ia merasa ia tidak memiliki peran lagi di sini.
" tunggu? Bagaimana kalau saya tidak percaya dengan semua yang kamu ucapkan?" Kata Jordan dengan raut wajah tidak bisa di artikan.
" Maksud Anda?"
Jordan langsung memukul wajah Kahfi membabi buta. Kahfi yang mendapatkan Serangan yang mendadak langsung tersungkur ke lantai, Ar yang melihat itu langsung menghentikan ayahnya.
" Ayah Aretha mohon ayah hentikan, Dia tidak salah ayah. Dia berkata jujur" Kata Ar menahan ayahnya.
" Kamu melindungi dia hah? " bentak Jordan, membuat Ar memundurkan langkahnya.
" Untuk apa memanggil keluarga saya, ini tidak ada hubungannya?" Kata Kahfi, ia tidak mungkin menyuruh Ismail dan ummi salma menjadi ke-dua orang tuanya.
" kamu pikir, saya orang bodoh hah?" Kata Jordan melotot pada Kahfi tapi itu semua tidak membuat pemuda berusia dua puluh enam tahun itu getar ataupun takut. " Kamu lihat leher anak saya, Kenapa ada merah disana?"
Kahfi melihat ke arah leher Ar, dan benar saja ada beberapa bekas kiss mark disana, dan Ar menyadari ayahnya melihat itu pun kembali terpucat, ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan sekarang, yang jelas ia harus membela Kahfi.
" Ayah, ini semua bukan perbuatan bang Kahfi yah. " kata Ar meremas ujung bajunya, tanpa melihat ke ayahnya ia menunduk kepalanya. "ini perbuatan pacar Ar" Kata Ar akhirnya, terlihat ia sangat takut dan siap menghadapi kemarahan ayahnya..
" Ternyata sudah sejauh itu kamu bertindak, Ayah tidak habis pikir. " Kata Jordan dengan marah " Saya tidak mau tahu, panggil keluarga mu, sekarang!!"
Kembali ke pagi hari kedatangan khalisa, Khalisa dan Gus Yusuf duduk di kursi, syok dan tidak percaya dengan semua yang terjadi. Apa lagi mendengar tuturan pria paruh baya ini, Khalisa menatap ke arah Abang yang juga sedang melihat ke arahnya, khalisa menghela nafas tersenyum kecut.
" Yah, hukum Aretha saja ayah, Lepas kan bang Kahfi dia tidak salah. Yang salah disini Aretha" kata Ar berlutut di di kaki ayahnya. Ini semua salah, dan tidak ada kaitannya dengan Kahfi..
" ayah boleh melakukan apapun yang ayah pinta, Aretha akan turuti, Ar menerima perjodohan yang ayah inginkan selama ini." Kata Ar pasrah, tidak ada pilihan lain selain menuruti ke ingin ayahnya, selama ini Jordan selalu mendesaknya untuk menikah dengan anak pengusaha.
Bukan tanpa alasan sang ayah meminta dia untuk menikah dengan anak pengusaha tersebut, karena pernikahan Ar akan membuat keuntungan yang sangat besar pada perusahaan ayahnya, Ar tahu tentang semua itu, maka dari itu ia terus menolak dan membuat perjanjian, kalau ia harus tinggal di apartemen dan selama ia tidak melakukan kesalahan yang membuat ayah malu maka perjodohan yang di minta ayah pudar, dengan kata lain tidak ada perjodohan setelah ia tamat kuliah nanti.
Tapi ayah seperti sangat marah, ia sama sekali tidak mendengarkan Ar sama sekali, keputusan sudah bulat tidak bisa di ganggu gugat.
" Kamu pikir, ayah akan meneruskan perjodohan itu hah? yang ada ayah akan dibuat semakin malu sama kamu, kamu sudah bukan Aretha seperti dulu yang mereka harapkan. "
" aretha masih sama seperti dulu ayah, Aretha masih perawan, masih suci ayah. Aku Mohon ayah"
" Cih, ayah tidak mau tahu dia harus menikahi mu secepatnya, ayah tidak ingin menanggung malu yang lebih besar dari ini"
" ayah dia tidak bersalah, lepas kan dia. Aretha akan pergi dari hidup ayah, Aretha tidak akan membuat ayah malu lagi. Aretha mohon lepaskan dia ayah." Kata Aretha masih berlutut di depan kaki ayahnya.
" Ayah, tidak akan menanggung malu lagi karena perbuatan Aretha selama ini. Aretha akan pergi jauh dari hidup ayah. " Kata Aretha, mungkin sudah cukup selama ini ia membuat ayahnya malu dengan kelakuannya.
" saya akan menikahinya" Kata Kahfi tiba-tiba, dan membuat semua orang yang ada di ruangan ini melihat kearahnya, kecuali Aretha. " Saya akan menikahi putri anda" Ucap Kahfi, melihat kearah pria paruh baya itu.