Khalisa Humaira

Khalisa Humaira
20



'Iya, aku sudah nikah. bentar aku ambilin minum dulu."Khalisa meninggalkan Ar di ruang tengah. sementara Ar yang di ruang tengah tidak percaya dengan apa yang dia lihat.


" Ganteng juga Suaminya."


" Assalamualaikum " ucap Gus Yusuf memasuki rumah, melihat wanita yang tidak di kenalin ada di ruang tengah Gus Yusuf langsung memalingkan pandangannya, terlebih wanita itu tidak memakai jilbab.


" Mas, udah pulang?" Tanya khalisa kembali membawa nampan berisi cemilan juga minuman dingin.


" mas mau ambil berkas sayang, Mas ke kamar dulu" Gus Yusuf melanjutkan langkahnya menuju kamar, tanpa melihat ke arah Ar yang sedang melihat ke arahnya.


"Itu suami Lo?"


" Iya itu suamiku, Aku nyusul dia dulu. gak pa-pa kan disini?"


" gue gak pa-pa. " Khalisa pergi menyusul suaminya ke kamar sedang Ar hanya bisa terpaku dengan suami teman kampusnya.


" anjirrr, ganteng banget. gak kalah sama Abangnya khalisa. Beruntung banget khalisa di kelilingi cogan" Ar menghentikan perkataan ketika mendengar langkah kaki, ia merapikan dirinya agar terlihat sopan. Khalisa kembali ke ruang tengah setelah mengantar suaminya ke depan..


" itu beneran suami Lo?"


" Iya, Kenapa?"


" gak ada sih, cuma ganteng banget njiir" Ar emang apa adanya, mengungkapkan apa yang ada di hatinya, padahal dia sedang memuji suami orang, dan parahnya dia memuji suami orang di depan istrinya langsung.


" Wajar kalau dia ganteng, soalnya dia cowok. ini bajunya" Jawab khalisa sama sekali tidak marah mendengar Ar memuji suaminya, walaupun hanya beberapa bulan mengenal Ar, khalisa tahu Ar tidak memiliki maksud lain ketika memuji suaminya, Ar hanya perempuan biasa sana seperti dirinya jika melihat laki-laki tampan ia juga akan mengatakan hal yang sama.


" Thanks. "


" kalau mau coba sekarang, kamu bisa ganti di kamar itu" kata Khalisa menunjuk kamar tamu.


" ya udah gue coba dulu. Di sini juga gak pa-pa juga kan gue gantinya. " kata Ar siap membuka bajunya.


" gak boleh, nanti aku lihat aurat mu, sana di kamar saja" kata Khalisa.


" Apaan sih, Lo udah lihat kali aurat gue. " kata Ar, Karena dirinya memang tidak mengunakan jilbab.


" gini Ar, walaupun kita sesama perempuan, tapi kita hanya boleh menunjukkan rambut kita saja, selebihnya tidak di perkenankan." Jelas khalisa.


" Oo, gitu ya. ya udah gue ganti di kamar aja " Kata Ar. setelah beberapa menit, Ar keluar dengan mengunakan gamis. " Khalisa gue, gak ngerti cara pakai ini" Kata Ar mengibarkan pasmina itu.


" Sini biar aku pakaikan " dengan cekatan Khalisa memakaikan Ar jilbab itu. " Masya Allah, kamu terlihat sangat cantik. tunggu di sini. aku ambilkan kaca dulu" khalisa pergi mengambil kaca besar yang ada di kamar tamu tadi.


" Coba lihat dirimu, kamu sangat cantik. "


" Apa beneran itu gue?" Tanya Ar tidak percaya melihat pantulan dirinya sendiri.


" Iya itu kamu"


" Gue cantik banget. gue mau pakai ini tapi gue kristen "


huk huk


khalisa terbatuk mendengar perkataan Ar, karena khalisa tidak tahu kalau Ar itu Kristen dia kira Ar itu anak muda yang zaman sekarang, Islam tapi tidak berhijab.


" Kalau minum itu hati-hati. " Kata Ar melihat khalisa. " gue cantik banget, Ini tuh harus di abadikan " Ar sibuk sendiri memotret dirinya, " Khalisa sini deh, kita Poto bareng'. "


" Gak deh, Ar. aku tidak terbiasa untuk berpose. "


" Lo tinggal senyum saja. gak usah banyak gaya" Alhasil, khalisa hanya bisa pasrah mengikuti keinginan Ar.


" Hasilnya bagus banget, nanti gue kirim ke Lo ya. " khalisa mengangguk kepalanya. " baju ini buat gue boleh?"


" Hah?"


" hah?"


" lu kenapa sih, hah hahah Mulu. "


" Tapi kan kamu nonis?"


" kalau gue gak Islam gak boleh gitu pakai baju ke gini. "


" bukan begitu, tapi apa tidak maslah gitu?" tanya khalisa.


" masalah apa sih, di agama gue tuh kami bebas pakai baju apa saja. gak ada larangan. jadi santai saja. " Khalisa hanya bisa mengangguk kepalanya, mengiyakan perkataan Ar.


****


Khalisa dan Gus Yusuf, pergi berziarah ke makam sang Abi. setelah itu mereka mampir ke ndalem sebelum pulang.


" Assalamualaikum"


" waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh" Jawab mereka yang ada di ruangan tamu, ternyata ummi Salma dan Ismail sedang ada tamu.


" Habis dari mana nak?" Tanya Ismail.


" kami dari makam Abi, sebelum Pulang mampir dulu ke sini. " Jawab Gus Yusuf.


" Mari duduk nak sini, nak khalisa pergi ke dapur ummi ada di sana" Kata Ismail, Gus Yusuf ikut bergabung dengan tamu abinya.


" assalamualaikum ummi"


" Waalaikumsalam warahmatullahi, nak sini. ke sini sama siapa? suamimu?"


" iya ummi, mas Yusuf ada di depan"


" ya udah bantu ummi siapkan untuk tamu Abi" Khalisa membantu suami Salma mempersiapkan semuanya untuk menjamu tamu.


" Nak, apa belum ada tanda-tanda gitu. Kalau Hamil?" Tanya Ummi Salma di sela-sela menyiapkan minuman.


" Sebenarnya aku dan mas Yusuf menunda punya anak ummi" ummi Salma terdiam mendengar perkataan menantunya. mimik wajah berubah.


" padahal ummi sangat menginginkan cucu dari kalian, Tapi ternyata kalian menunda punya anak. " Kata ummi Salma kecewa. " Mbak Din, tolong ini di bawa ke depan. " Kata ummi Salma, dan pergi membawa nampan yang berisi minuman.


khalisa menghela nafas melihat perubahan mertuanya. " biar aku aja mbak" Kata Khalisa.


Sementara di ruangan tengah, para tamu sedang asik berbincang. ternyata tamu Ismail ada yang belum mengetahui kalau Gus Yusuf sudah menikah.


" aku pikir, Gus Yusuf masih belum menikah. Tadinya ke datang kami ke sini ingin melamar Gus Yusuf untuk putri kami" kata pria seusia Ismail.


" Bukan kah kemarin aku mengirimkan undangan pada kalian, ketika resepsi." kata Ismail, karena seingatnya, ia mengirim undangan pada keluarga ini.


" Yang bener saja kamu is, Kalau kami di undang pasti kami dateng"


" Apa undangan yang aku kirim ke kalian tidak sampai gitu?" tanya Ismail.


" Mungkin saja. Tapi terlepas dari itu, tidak apa. toh Gus Yusuf bisa menjadi anak kami menjadi yang ke dua, kami tak apa" Gus Yusuf yang mendengar itu terkejut mendengar ucapan tamu abinya ini. Ada orang tua yang tidak mempermasalahkan anaknya menjadi istri kedua..


"Tapi maaf, saya gak ada niatan untuk melakukan poligami " Jawab Gus Yusuf. Ummi Salma dan di susul khalisa datang membawa minuman dan cemilan untuk mereka.


" Ini istri saya " Kata Gus Yusuf memperkenalkan khalisa pada tamu sang Abi.


" Pantas saja, gus tidak ingin melakukan poligami. istrinya cantik banget " mereka terkekeh mendengar ucapan tamu Ismail, sedang kan Gus Yusuf sangat tidak nyaman berada disini. Khalisa sedikit terkejut mendengar apa yang di katakan laki-laki paruh baya itu.


" aku kebelakang dulu mas" Kata Khalisa tidak nyaman.