Khalisa Humaira

Khalisa Humaira
42



Sepulang dari kampus, seperti biasa Khalisa di jemput suaminya. Dan sekarang mereka sudah berada di rumah sakit, seperti yang fi katakan Gus Yusuf tadi pagi, mereka akan mengecek apa ada buah hati mereka disana atau tidak.


" Selamat anda akan menjadi orang tua" Kata dokter yang memeriksa khalisa. " Bisa di lihat disini, ini janin anda. Sekarang umurnya lima minggu. "


"Mas lihat, itu anak kita " Kata Khalisa dengan mata berkaca-kaca. Akhirnya doanya selama ini terkabulkan.


" iya Sayang, mas juga melihatnya. " kata Gus Yusuf juga sama dengan mata yang berkaca-kaca.


Setelah mendengar penjelasan dokter, kedua Calon ibu bapak itu pulang dengan perasaan bahagia. Rasa syukur terus menerus ucapkan.


" Kita harus kasih tahu Abi dan ummi mas. Ini kabar bahagia kita harus segera membagikannya. "


" Iya sayang, sekarang kita ke ndalem ya" Keduanya kembali ke ndalem dengan perasaan bahagia menyelimuti hati mereka.


" Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh"


" Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh."


" Ar kapan datang?" tanya khalisa melihat Ar duduk bersama dengan ummi Salma.


" Tadi pulang kuliah langsung kesini, kan udah janji sama ummi. " Jawab Ar bener adanya.


" Ya udah Khalisa ke kamar dulu ya ummi, Ar. " khalisa tidak mau menggangu waktu belajar Ar dengan ummi salma.


" Iya nak, Kalau mau makan, bisa langsung ke dapur ya nak. Tempat makanan di tempat biasanya. "


" iya ummi" khalisa dan Gus Yusuf pergi ke kamarnya. Tadinya ia hanya ingin memberitahukan berita bahagia ini pada mertuanya, tapi karena ada Ar jadi Khalisa mengurungkan niatnya.


" Mau ngenep di sini lagi?" Tanya Gus Yusuf baru saja masuk ke dalam kamar.


" kalau mas?" Bukannya menjawab pertanyaan Suaminya ia malah memberikan pertanyaan balik.


" Mas sih terserah kamu sayang. " jawab Gus Yusuf mencium bau tubuh istrinya.


" Sayang kok gitu sih, Mas cuma mau nyium bau saja kok. Janji gak minta lebih. " kata Gus Yusuf ketika istrinya berhasil menjauh darinya.


" tapi mas geli. " kata Khalisa jujur, ia merasa geli ketika suaminya melakukannya tadi. Gus Yusuf hanya terdiam dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Khalisa tidak menghiraukan Suaminya, melihat Gus Yusuf keluar dengan mengunakan handuk dari kamar tidak membuat Khalisa terusik..


" Sayang, bersih-bersih sana. " Suruh Gus Yusuf yang sedang mengambil baju di lemari.


" Iya, bentar lagi. " Jawab khalisa masih fokus pada layar hpnya.


" Sayang, ini udah mau jam setengah enam. Cepat mandi, biar airnya tidak terasa dingin. "


" Iya sebentar lagi mas." Lagi-lagi Khalisa menjawab tanpa melihat suaminya..


" Mandi " kata Gus Yusuf mengambil paksa hp khalisa, sampai istrinya tidak bisa berkutik lagi.


" iya aku mandi" Ucap khalisa, walaupun masih males untuk mandi ia tetap memasuki kamar mandi karena tidak mau membantah ucapan suaminya..


Di tempat Kahfi, ia baru saja melakukan meeting dengan Kliennya di sebuah restoran ternama. baru saja ia ingin meninggalkan restoran, tapi ada yang memanggil namanya.


" tunggu" Teriak Jordan dari kejauhan untuk menghentikan langkah Kahfi. Kahfi menoleh dan melihat ke arah Jordan..


" iya? Anda memanggil saya?" kata Kahfi masih belum mengenali Jordan.


" Pak, beliau pemilik perusahaan xxx, beliau sangat berpengaruh di dunia bisnis. " bisik asisten Kahfi, Kahfi hanya mengangguk paham.


" Iya, apa anda tidak mengenal saya?" Tanya Jordan melihat Kahfi kebingungan.


" Maaf saya lupa, tapi kita pernah ketemu tapi dimana?" Kahfi mencoba mengingat kapan ia bertemu dengan pria yang ada di depannya ini.


" Saya ayahnya Aretha " Jawab Jordan membuat Kahfi terkejut.