Khalisa Humaira

Khalisa Humaira
46



" Ya, hallo." kata Khalisa tanpa melihat nama yang tertera di layar hpnya. tidak hanya enggan bangun dari tempat tidur, khalisa juga sangat enggan untuk membuka matanya.


" assalamu'alaikum " Terdengar suara Kahfi di seberang sana.


" waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh, Abang kenapa telpon khalisa sepagi ini. Abang buat masalah lagi? Khalisa sangat ngantuk " Kata Khalisa panjang lebar.


" masih pagi dari mana? Sekarang sudah jam sembilan, kamu bilang pagi. Astaga, jangan bilang kamu lagi tidur sekarang."


" emang aku lagi tidur bang, Abang kenapa telpon khalisa?"


" astaga, dek kamu itu sudah punya suami. Masa tidur masih kayak kebo sih. Malu sama ayam dek, malu."


" bang mau ngomong atau mau ngomel khalisa. Kalau Abang cuma mau ngomelin khalisa, khalisa matiin nih." kata Khalisa tidak ingin mendengar ocehan kakaknya.


" Abang cuma mau bilang, kamu kuliah jam berapa?'"


" Jam satu siang"


" suami mu tadi minta Abang untuk menjemput mu, jadi bersiap sebelum jam satu. Kita makan siang bersama."


" Emang mas Yusuf kemana?" Heran khalisa, kenapa Suaminya tidak berpamitan dengan dirinya.


" suami mu tadi katanya ada urusan mendadak, jadi dia minta tolong sama Abang. Abang matiin dulu, Abang ada rapat. Assalamu'alaikum "


" Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh, mas Yusuf kemana kok gak Pamit sama aku" baru saya ia ingin menelpon suaminya, tapi Suaminya lebih dulu menghubunginya..


" assalamu'alaikum sayang, kamu udah bangun. " Kata Gus Yusuf di sebarang sana.


" waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh, udah tapi masih rebahan."


" Sayang kamu belum serapan. sekarang kamu harus makan sarapan mu, mas gak mau tahu!!! Oiya sayang mas gak bisa lama, mas harus mengurus sesuatu. Jadi sekarang makan sarapan mu ya, mas udah minta bang Kahfi menjemput mu. Mungkin pulang kuliah juga mas gak bisa menjemput, maaf ya sayang. Mas tutup dulu, I love you." Panggil terputus.


Tut tut


" I love you too" Jawab khalisa mencium ponselnya. " Abi seperti terburu-buru Sayang. Apa kamu lapar? Hmm baiklah sekarang kita serapan ya, lihat Abi mu sangat detail menyiapkan makanan untuk kita "


Kata Khalisa melihat sarapan yang di siapkan suaminya di atas meja, sangat lengkap mulai dari buah dan sayuran hijau ada disana. Dan jangan lupa susu hamil itu juga ada di sana.


Setelah selesai sarapannya khalisa keluar kamar membawa nampan sarapan yang di siapkan suaminya.


***


Dengan sabar Kahfi menunggu adiknya di dalam mobil, sudah lima belas menit Kahfi menunggu Khalisa di sini, tapi masih belum ada tanda-tanda kehadiran Khalisa.


" Lama banget" ucap Kahfi kesal melihat adik nya yang baru saja memasuki mobil.


" Ya maaf " Kata Khalisa merasa bersalah. Tanpa membuang waktu Kahfi melaju mobilnya menuju kafe dekat kampus khalisa untuk makan siang..


" Kita makan disini?" tanya khalisa, melihat ke arah Kahfi.


" iya, tadinya bukan disini, tapi karena kamu ya lelet ya jadi di sini, biar kamu gak telat nantinya. " Jawab Kahfi.


" Abang emang paling ngerti " kata Khalisa perlihatkan giginya.


Keduanya langsung masuk dan langsung memesan makan siang mereka. Tidak menunggu lama pesanan mereka datang.


" Abang besok dateng ke resepsi ustadz Fikri sama siapa?" Tanya khalisa tersenyum jahil.


" mungkin Abang tidak datang, soalnya banyak perkejaan yang harus di kerjakan. " Jawab Kahfi, bukan kerjaannya yang banyak melainkan ia malas mendengar ejekan dari sahabatnya nantinya.


" bilang aja bang gak ada gandengan. " ucap khalisa tertawa " Tenang bang, nanti aku ajak Aretha, mungkin saja dia tidak sibuk. " kata Khalisa, mendengar nama Aretha, membuat kahfi teringat pertemuannya kemarin bersama Jordan, ayahnya Ar.


" Dek, jangan menyusahkan orang lain!" Lirik Kahfi.


" menyusahkan gimana bang, orang khalisa mau mengajak Aretha untuk pergi ke resepsi ustadz Fikri biar bisa makan gratis. Khalisa masuk dulu, assalamualaikum "


" Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh "


.


.


.


.


Hai guys, lama tak jumpa. Oiya lanjutan kemarin bisa kalian baca dari eps 37 dan seterusnya. Biar tidak gagal paham sebaiknya kalian baca dari eps 37. Revisi mungkin membutuhkan waktu yang lama, kalain bisa membaca nya besok atau nanti sore. Terimakasih..