Khalisa Humaira

Khalisa Humaira
37



" maaf ummi, aku sendiri tidak tahu apa jawaban dari pertanyaan ummi. tapi semenjak aku mengenal Khalisa entah mengapa ada perasaan bahagia ada di dekatnya. Bisa di bilang itu salah satu alasan ku ingin belajar agam"


" Masya Allah, ummi akan mengajarkan mu tentang agama Islam, sampai nak Aretha paham." ucap ummi Salma, karena ia senang ada anak muda seperti Aretha ingin belajar tentang agama, di jaman sekarang, sangat langka ada anak muda yang ingin belajar agama.


" Terimakasih ummi, Aretha sangat berterima ummi karena ummi ingin mengajari aku tentang agama Islam." ucap Aretha, dia Sangat bersyukur karena ummi Salma mau mengajarinya tentang agama.


" sama sama nak, itu udah kewajiban kita sebagai manusia, walaupun kita bukan siapa-siapa tapi jika ada yang membutuhkan bantuan maka kita harus membantunya selagi kita bisa." Ucap ummi Salma, senyum ummi Salma membuat Ar yang melihat merasa di terima dan membuat hatinya tersentuh.


" Nak, boleh ummi bertanya lagi?" kata ummi Salma.


" Tentu boleh ummi, ummi tidak perlu meminta izin, ummi boleh memberikan pertanyaan apapun pada Aretha. " Jawab Aretha merasa tidak enak melihat ummi Salma yang selalu minta izin ketika bertanya, seharusnya yang harus meminta izin untuk bertanya itu adalah dia bukan ummi salma.


" Orang tua nak Aretha tahu tentang ini semua?" tanya ummi salma, menurut ummi Salma pertanyaan ini perlu ia tanyakan, karena kalau tidak mungkin kedepannya bisa menimbulkan masalah.


" Aretha sudah membicarakan ini semalam bersama ayah ummi, beliau mengijinkan dan beliau juga berkata Aretha berhak memilih jalan hidup Aretha sendiri. Beliau akan menerima dan mendukung keputusan yang Aretha ambil. "


" Ummi lega mendengarnya, semoga nak Aretha diberi kemudahan dalam segala urusannya " ummi salma lega mendengar jawaban Aretha, setidaknya Aretha belajar tentang agama atas ijin orang tuanya.


" aamiin "


Khalisa kembali membawa nampan berisi cangkir kopi dan cemilan. Di bantu mbak ndalem membawanya.


" Terimakasih ya mbak" ucap khalisa pada mbak ndalem " ini buat ummi, dan ini buat Ar dan ini buat aku" ucap Khalisa.


" terimakasih nak"


" terimakasih sa "


" assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh "


" sayang udah pulang? Pulang sama siapa?" tanya Gus Yusuf melihat istrinya sedang duduk bersama ummi nya dan perempuan yang pernah di ajak istrinya kerumah.


" iya mas, maaf aku lupa ngabarin mas. " jawab khalisa, tadinya ia ingin mengabari suaminya tapi sayangnya hpnya lobet.


" Iya gapapa sayang, yang penting kamu pulang dalam ke adaan selamat" Gus Yusuf mencium kening istrinya.


" hem. Masih ada orang. " Sindir Ismail pada anak dan menantunya.


" Maaf Abi, ummi." ucap gus Yusuf, sedangkan Khalisa merasa malu.


" Ummi buatin teh dulu ya"


" Gak usah Salma. Kami baru saja pulang dari pengkajian, kami sudah minum teh disana tadi" mendengar ucapan sang suami, ummi Salma tidak beranjak dari duduknya. " ini temanya nak Khalisa ya?" tanya Ismail pada Aretha.


" Iya om, saya Aretha teman khalisa di kampus" Aretha menganggukkan kepalanya dan tersenyum canggung.


" panggil Abi saja, sama seperti khalisa. " Suruh Ismail tersenyum ramah.


" iya om, eh Abi. Maaf."


" Nak Aretha ingin belajar tentang agama Islam bi, khalisa sengaja membawanya kesini Agar bisa belajar di sini"


" Masya Allah tabarakallah. semoga nak Aretha selalu di permudahkan dalam semua urusan sama Allah SWT. Aamiin."


"Aamiin."