Khalisa Humaira

Khalisa Humaira
36



Pagi hari menyinari bumi, Terlihat di kediaman Khalisa, mereka sedang sarapan di meja makan..


" Khalisa sama Abang aja" Kata Kahfi secara tidak langsung meminta izin pada adik iparnya.


" gimana sayang?" Gus Yusuf sengaja bertanya pada istrinya karena ia tahu bagaimana sensitifnya istrinya saat ini.


" iya gapapa, mas juga kan sebentar lagi mau ngajar"


" Ya udah ayok berangkat. Abang juga ada ketemu Klein pagi ini"


" aku ambil tas dulu" Setelah berpamitan, Khalisa berangkat bersama dengan Kahfi, sedangkan Gus Yusuf pergi ke pondok Untuk mengajar.


" belajar yang rajin " Kata kahfi menyentuh kepala Khalisa..


" iya Abang juga, kerja yang bener, jangan lembur mulu. Oiya hampir saja lupa, kemarin ummi titip salam buat Abang, ummi suruh mampir ke ndalem "


" Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh, mungkin nanti sepulang kerja Abang mampir "


" Ya udah aku masuk dulu, assalamualaikum "


" Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh"


***


Setelah selesai jam kuliah pertama, seperti biasa Ar selalu meminta khalisa untuk menemaninya ke kantin. Tapi kali ini beda, tidak seperti biasanya khalisa akan memesan makanan sebanyak ini membuat tanda Tanya besar di kepala Ar.


" Kamu belum sarapan?" Tanya Ar terheran-heran melihat khalisa memakan makanan di atas meja ini.


" Udah, tapi tiba-tiba aku merasa sangat lapar. " Jawab khalisa apa adanya, dan terus menghabiskan makanannya.


" Sa, Aku sudah bicara tentang perihal kemarin sama ayah ku"


" Respon beliau?" Tanya khalisa penasaran dengan respon ayah Ar.


" Apa kamu yakin dengan keputusan mu?" Tanya khalisa, tidak ingin melihat Ar akan menyesal kemudian hari.


" Aku sangat yakin sa, pleaseee " Jawab Ar menyakinkan khalisa.


" baiklah, jadi kapan kamu ingin memulai?"


" Secepatnya, hari ini juga bisa. Aku tidak memiliki kegiatan sama sekali. "


" Ya udah, nanti pulang dari kampus kamu ikut aku pulang kerumah ummi, kebetulan aku juga mau berkunjung. " ajak khalisa, kebetulan ia juga berniat untuk berkunjung ke rumah mertuanya hari ini.


Sepulang dari kampus khalisa mengajak Ar untuk berkunjung ke ndalem, tapi ada yang berbeda dari Ar, ia mengunakan jilbab pashmina di kepalanya untuk menutup kepala tapi masih terlihat rambutnya.


" Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh" Ucap khalisa memasuki ndalem.


" Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh, Masya Allah menantu ummi. Ummi kangen banget " kata ummi Salma dan memeluk khalisa.


" ummi ini ada teman khalisa, Aretha ini ummi yang aku ceritakan tadi" kata Khalisa.


" Aretha Tante."


" Jangan panggil Tante, panggil ummi saja sama seperti khalisa." ummi salma tersenyum ramah " Mau minum apa, biar ummi buatkan "


" Biar khalisa aja ummi. Oiya ummi kedatangan khalisa mengajak Ar kesini karena Ar ingin belajar tentang agama, khalisa sengaja membawanya kesini karena dia ingin belajar bersama ummi"


" Masya Allah tabarakallah, ummi senang mendengarnya. Tapi apa boleh ummi mengajukan pertanyaan kepada nak Aretha?" izin ummi Salma pada Ar.


" Boleh ummi"


" Ummi khalisa ke belakang dulu" Pamit Khalisa untuk membuat minuman, dan ia memberikan waktu untuk Ar bisa berbicara dengan ummi salma.


"Maaf sebelumnya, apa yang membuat nak Aretha ingin belajar tentang agama Islam?" Bukan tanpa alasan ummi Salma mengajukan pertanyaan itu, tapi karena ummi Salma bisa melihat kalung yang di gunakan Ar saat ini.