Khalisa Humaira

Khalisa Humaira
44



" Sekali lagi selamat ya nak" ucap ummi Salma. " bagaimana kalau selama kehamilan mu kalian tinggal di sini?" tawar ummi Salma, ia ingin turut serta merawat Calon cucunya.


Gus Yusuf melihat istrinya, ia bisa saja menyetujui permintaan sang ummi. Tapi kembali lagi pada istrinya apa kah istrinya mau atau Tidak..


" Maaf ummi, bukannya khalisa tidak mau tapi kami juga tidak bisa membiarkan rumah jadi kosong. Tapi kami juga akan sering menginap disini ummi, ummi dan Abi juga bisa menginap di rumah. " Jawab Khalisa.


kalau keduanya tinggal di ndalem maka rumah mereka akan kosong karena tidak di tempati, dan siapa yang akan membersihkan rumah mereka kalau bukan mereka sendiri.


" Baik lah ummi mengerti, Yang terpenting sekarang ibu dan anak dalam keadaan sehat. Dan mulai sekarang kamu harus memperhatikan pola makan dan harus banyak mengonsumsi buah-buahan. "


" iya ummi, khalisa akan memerhatikan semuanya mulai saat ini. "


Malam ini keduanya kembali menginap di ndalem, atas permintaan Ismail. Jika mereka tidak bisa menginap selama kehamilan Khalisa makan menjadi gantinya malam ini mereka harus menginap di ndalem.


" Mau makan dimsum ayamnya" rengek khalisa pada Gus Yusuf.


" Ini udah malam sayang, udah jam sepuluh lho. Kita nyari dimsum ayam dimana?" Kata Gus Yusuf, jam segini nyari orang yang jualan dimsum ayam dimana.


" ada di restoran xxx jual mas, mereka juga buka sampai jam dua belas malam." Kata Khalisa..


" Ya udah mas pergi beliin ya. Kamu disini gak boleh ikut." kata Gus Yusuf.


" Iya, emang mas berani keluar jam segini sendirian?" Kata Khalisa, siapa tahu Suaminya takutkan.


" gak lah sayang, kan ada doa istri ku ini yang selalu menyertai langkah kaki ku" Kata Gus Yusuf tersenyum.


" iya udah pergi sana. Hati-hati di jalan. " kata Khalisa tersenyum, sungguh ia merasa beruntung mendapatkan suami seperti Suaminya ini.


Selama Gus Yusuf pergi membeli dimsum ayam, Khalisa sibuk melihat layar laptopnya. Besok ia ada persentasi di kampus, sekarang ia harus menyelesaikan bahan persentasinya.


Sudah tiga puluh menit ia menunggu kepulangan suaminya, tapi masih belum ada tanda-tanda kehadiran Suaminya.


" lho nak, kenapa belum tidur?" Tanya ummi Salma kebetulan melihat Khalisa.


"Iya ummi, khalisa menunggu mas Yusuf" Jawab khalisa khawatir pada suaminya.


" Emangnya Yusuf kemana nak, kok bisa belum balik jam segini?" tanya ummi Salma.


" tadi khalisa mau makan dimsum ayam ummi, mas Yusuf sekarang pergi membelikan khalisa dimsum ayam di restoran xxx, tapi kok lama sekali ummi. Khalisa khawatir terjadi sesuatu sama mas Yusuf ummi"


" tenang dulu nak, kamu sudah hubungi Yusuf?" khalisa menganggukkan kepalanya. " Mungkin Yusuf sudah perjalan pulang nak. Berdoa saja semoga tidak terjadi apa-apa dengan Yusuf"


" Aamiin"


" Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh " Ucap Gus Yusuf melihat istrinya dan ummi duduk di ruangan tengah.


" waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh, mas kenapa lama. Aku sangat menghawatirkan mas " Kata Khalisa memeluk suaminya, khawatirnya hilang seketika ketika melihat suaminya pulang dengan keadaan salamat..


" Maaf sayang, membuat mu khawatir. " Gus Yusuf mengelus kepala istrinya dan mencoba menenangkannya.


" kalau begitu ummi kembali ke kamar. " Pamit ummi salma, Gus Yusuf mengangguk kepalanya.


" Sayang udah dong, kan mas sudah sampai rumah? Udah dong nangisnya " kata Gus Yusuf melihat istrinya enggan untuk melepas pelukannya.


" Bener nih gak mau lepas, nanti ada yang habisin dimsumnya lho" Kata Gus Yusuf, agar istrinya mau melepas pelukannya.


" Kenapa telpon aku gak di angkat?" tanya khalisa setelah melepas pelukannya, ia mengusap air matanya sendiri.


Gus Yusuf mengambil hpnya yang ada di kantong celananya " Maaf, hp mas mode hening "