
" Mas, menurut mas apa ada sesuatu yang di sembunyikan bang Kahfi sama kita" Ucap Khalisa, ia berbaring dan menjadikan paha suaminya manjadi bantal kepalanya.
" Emang Kenapa sayang? mas rasa tidak ada" Jawab Gus Yusuf, dan tangannya terus mengelus perut sang istri penuh cinta dan kasih sayang.
" Mungkin cuma perasaan ku saja mas, tapi aku rasa bang Kahfi menyembunyikan sesuatu dari ku"
" Sayang, mungkin saja kamu bener, tapi kamu juga harus memberikan ruang untuk bang Kahfi. Jika ia memberi tahu maka dengar kan, dan jika sebaliknya jangan paksa bang Kahfi mengatakan sesuatu yang ia sembunyikan dari mu!!"
" iya mas " Jawab khalisa paham, Tidak henti-hentinya Khalisa mengucap syukur. Sering terjadi salah paham antar ia dan suaminya tapi sikap suaminya yang sangat dewasa dalam menanggapi dirinya membuat khalisa banyak belajar tentang banyak hal dari suaminya.
" oiya mas, kamu udah nyiapin nama gak buat anak kita?" Gus Yusuf mendengar pertanyaan istrinya pun menghentikan gerakan tangannya di perut istrinya.
" sebenarnya ada, tapi untuk anak perempuan" kata Gus Yusuf " kalau kamu sendiri bagaimana?" tanya balik Gus Yusuf.
" aku malah sebaliknya mas, aku sudah menyiapkan nama anak laki laki"
" bener kah? kalau boleh tahu siapa namanya?" tanya Gus Yusuf, bukan kah pemikiran mereka saling melengkapi, istrinya memikirkan untuk anak laki laki, sedangkan dirinya untuk anak perempuan.
" mas aja yang dulu dan kenapa mas memberikan nama itu?" kata Khalisa.
" baiklah, Ananta Gayatri Rumi. artinya Seorang perempuan yang kelak menjadi pemimpin yang cerdas dan berparas cantik. Cantik seperti kamu sayang dan cantik juga akhlaknya."
" Masya Allah nama yang indah mas, Kamu bikin nama itu sejak kapan mas?"
" Sejak kamu hamil, seandainya ia perempuan. Aku ingin memberikan nama itu dan memanggilnya Rumi. Yang di mana arti Rumi itu, cerdas dan bijaksana." Kata Gus Yusuf tersenyum mesra pada istrinya dan mengecup bibir. " sekarang giliran kamu, seandainya anak kita laki laki, kamu mau kasih nama apa sayang?"
" Bagus, terus nama panggilannya Athaya?" khalisa mengangguk kepalanya membenarkan perkataan suaminya.
" Athaya, anugerah yang di berikan Allah. "
" Masya Allah, mas suka sayang. Apa sebaiknya kita pergi USG ya, biar kita tahu jenis kelaminnya?"
" NO!! Aku mau jenis kelamin anak kita itu sebagai kejutan untuk kita, baik dia laki laki dan perempuan rasa syukur kita tidak akan pernah berubah memilikinya. Jadi aku tidak mau USG!"
" mas hanya bertanya sayang, kalau kamu gak mau ya udah kita tidak akan melakukannya. " kata Gus Yusuf, tidak mau nanti ujung ujungnya mereka berdebat hal yang di perlu di debat kan..
" Sekarang tidur ya? ini udah jam sepuluh" kata Gus Yusuf membantu istrinya untuk membaringkan tubuhnya.
" iya mas, tapi mau di peluk sambil di bacain sholawat." Kata Khalisa manja, ia menenggelamkan kepalanya di dada suaminya.
" Ya, kamu mau sholat apa?" tanya Gus Yusuf memberikan istrinya pilihan untuk memilih.
" aku mau mas bacain sholawat Busyro." Gus Yusuf langsung melantunkan sholawat Busyro seperti yang di inginkan istrinya.
اَللّهُمَّ صَلِّى وَ سَلِّمْ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَاحِبِ اْلبُشْرَى صَلاَةً تُبَشِّرُنَابِهَا وَأَهْلَنَا وَأَوْلَادَنَا وَجَمِيْعِ مَشَايِخِنَا وَمُعَلِّمِيْنَا وَطَلَبَتَنَا وَطَالِبَاتِنَا مِنْ يَوْمِ هَذَا اِلى يَوْمِ اْلآخِرَةِ
ِAllahumma Sholli wa sallim ala sayyidina muhammadin sohibil busyro sholatan tubassiruna bihaa wa ahlana wa awlaadanaa wa jamii’a masya’khinaa wa muallimiinaa wa tholabatanaa wa tholibatinaa min waumina hadza ilaa yaumil akhiroh
Artinya: Ya Allah berikanlah sholawat dan salam kepada Nabi Kita Muhammad sosok Pembawa Kabar gembira, dengan sholawat yang memberikan kami kabar gembira untuk kami keluarga kami, anak anak kami, dan seluruh masyayikh kami, guru guru kami, murid murid / santri kami, santriwati kami, dari hari ini hingga hari akhir.