Khalisa Humaira

Khalisa Humaira
40



BIDADARI SURGA, group chat khalisa bersama tiga temannya.


Rima : jangan lupa dateng ya guys, aku sangat mengharapkan kedatangan kalian, karena kalian adalah sahabat terbaik ku ( emot peluk dan air mata berair)


Dian : tolong aku masih syok membaca nama suami mu ( emot nangis). Dulu bilangnya amit amit eh sekarang malah bucin banget sama ustad nyebelin di pondok.


Tia : Bener bangettttt, Dian sumpah kau hutang cerita sama kami.


Khalisa : kami? Kalian berdua aja kali. Kalau aku udah tahu wkwkwk.


Tia : oo gitu cara mainnya kalian. Okh tak imbangi.


Dian : sa kamu udah tahu, iih Rima parah kamu, tauh ah aku malas, kalian sekarang mulai rahasia-rahasiaan.


Rima : maaf, tapi waktu cepat berjalan. Jadi ya mau gimana lagi, sekarang beliau suami aku, aku harus mencintai dan menerima beliau jadi suami aku. Ya, walaupun nyebelin nya masih sama sih seperti di pondok hiks hiks


Dian : wkwk mungkin nyebelinnya beliau sudah mendarah daging Rim ( emoji ketawa)


Tia : sabar Rim, ini ujian yang berpahala jadi nikmati lah seumur hidup.


Rima : mau marah tapi gak bisa, keburu di bucinin sama beliau.


Dian : Rim, kamu harus cerita pokoknya dari awal sampai kenapa bisa nikah sama ustad Fikri.


Tia : bener kamu haru cerita pokoknya, aku gak mau tahu. Btw istri Gus Yusuf mana nih, kok ngilang?.


Rima : iya aku bakalan cerita sama kalian. Makanya dateng besok pas resepsi ku.


Dian : mungkin lagi bucin wkwkw..


Dian : iya, rim, tenang aja aku bakalan datang.


Tia : ia aku juga dateng kok Rim, tenang aja. nih beneran lagi ngebucin atau gimana nih anak satu.


Rima : mungkin lagi setoran guys.


Tia : mungkin.


Dian : enaknya jadi Khalisa bisa dekat Gus Yusuf ya ygy. Suami idaman para ukhti pondok Suaminya.


Tia : Ya kamu bener sih, tapi karena yang jadi istri Gus Yusuf khalisa aku ikhlas. Soalnya mereka cocok.


Dian : butuh keponakan ngasih.


Rima : dipikir bikin anak itu kayak bikin donat apa?


Dian : Ya kan, siapa tahu sekali praktek langsung jadi.


Tia : aamiin, semoga kalian berdua segera di karuniai anak yang lucu lucu dan Sholehah.


Khalisa : maaf guys tadi habis murojaah.


Dian : aamiin, pokoknya doa ku selalu menyertai kalain. ya, gak papa sa ngerti kok. Aku lagi palang merah guys perut aku sakita banget.


Chat grup mereka terus berlanjut, seperti tidak ada hentinya ketika mereka.


" Ummi masak apa?" Tanya khalisa setelah selesai melaksanakan sholat isya.


" Tadi mbak ya masak nak, ini ada cumi balado dan juga ada tempe goreng, ada tumis.." Jelas ummi Salma memperlihatkan lauk pauk yang di masak mbak yang berkerja di sini.


" Wah banyak banget ummi, pasti ini enak semua. " khalisa tahu kalau masakan mbak disini tidak pernah gagal.


" pastinya doang sayang. Oiya, malam ini kalian nginep disini kan?" tanya ummi salma, sudah lama mereka tidak berkumpul.


" iya ummi, mungkin Abang juga mau nginep disini."


" Ummi sangat merindukan di saat seperti ini, kalian sudah lama tidak berkumpul seperti ini. "


" Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh " terdengar ketika pria itu baru saja memasuki rumah.


" waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.


" Panggil mereka untuk makan nak". Suruh ummi Salma pada khalisa. Khalisa langsung pergi memanggil suami, Abi dan Abang.


Mereka makan bersama, setelah makan bersama Mereka kembali berbincang di ruang tengah.


" haha nak Kahfi bisa saja. Nih Abi kasih tahu trik untuk memikat hati wanita. " Tapi sebelum memberi tahu Kahfi, Ismail lebih dulu di bungkam dengan ke datang istrinya.


" lho kenapa diam, tadi kalau gak salah Abi ngomong tentang cara memikat wanita" Pancing ummi Salma.


" Kamu salah dengar salma, tadi aku bilang cara mengambil hati Klein biar percaya sama kita. Mana ada aku bilang cara mengikat hati perempuan." Jawab Ismail, jelas saja ia tidak berani berkata jujur, karena berkata jujur akan membawa mala petaka bagi dirinya, yaitu aotu tidur di luar.


Ketiga anak muda di depannya ini hanya bisa menahan tawanya, ternyata laki-laki tegas seperti Abi mereka takut dengan ummi Salma.


" Abi bohong ummi, tadi Abi bilang, cara memikat hati wanita bukan Klein" Kata Gus Yusuf, kapan lagi menjahili Abinya sendiri.


" Coba aku mau denger gimana caranya memikat hati wanita?" Ummi Salma semakin memancing Suaminya berkata jujur.


" Ya, Kalau ngambek berikan bunga. Apa yang dia suka udah itu aja. Pasti hatinya luluh." Jawab Ismail meluluh.


" Cih.... Bisanya mengajari saja. Prakteknya tidak pernah."