Khalisa Humaira

Khalisa Humaira
10



Satu Jam sebelum bakda magrib, Tia Dian dan Rima pulang dari rumah khalisa, entah karena asik ngobrol membuat mereka lupa waktu. Khalisa bersyukur atas kehadiran ke tiga sahabatnya, ia juga merasa sedih, karena akan jarang bertemu dengan ke-tiganya kedepannya.


" Apa aku sebaiknya nunggu mas Yusuf di ndalem aja ya" Kata Khalisa, karena sudah selesai waktu isya, tapi Suaminya belum juga sampai rumah.


" Assalamualaikum" terdengar suara dari luar, seperti suara Gus Yusuf, dengan cepat khalisa berlari ke depan.


" Waalaikumsalam warahmatullahi" Jawab khalisa membuka pintu. " Alhamdulillah akhirnya mas pulang" khalisa memeluk suaminya.


" Maaf ya, udah ninggalin kamu seharian ini. " Gus Yusuf membalas pelukan istrinya dan mencium kening " tadi aku beliin martabak spesial untuk orang yang paling spesial"


" Bisa aku kamu mas, terimakasih "


" Sama-sama sayang, mas mau bersih-bersih dulu" Gus Yusuf pergi untuk membersihkan diri, sedangkan Khalisa menyimpan makan malam untuk suaminya dan dirinya.


" Sayang" Terdengar teriakan Gus Yusuf dari kamar mandi. Dengan perasaan panik khalisa menghadapi Suaminya yang berada di kamar mandi.


" Mas ada apa? apa terjadi sesuatu di dalam sana?" khalisa terus mengetok pintu kamar mandi, karena khalisa khawatir mendengar teriakannya suaminya.


" Mas kenapa nangis? Mas Kenapa?" Khalisa semakin panik melihat suaminya keluar dari kamar mandi dalam keadaan menangis.


Gus Yusuf langsung memeluk tubuh istrinya, dan terus menumpahkan tangisannya.


" Mas ada apa, jangan buat aku bingung"


" Apa bener kamu Hamil sayang?" Tanya Gus Yusuf menatap istrinya, Khalisa menganggukkan kepalanya. " Masya Allah" Tangisan Gus Yusuf kembali terdengar. Ya, khalisa sudah melihat hasilnya tadi sebelum ia mandi, khalisa sengaja menaruh testpack itu di laci kamar mandi tempat persedian sabun dan alat mandi lainya, dengan begitu suaminya bisa melihat testpack tersebut.


***


Semenjak malam itu, Gus Yusuf sangat memanjakan Khalisa, Khalisa tidak boleh melakukan apa-apa, Pekerjaan rumah yang biasa khalisa kerjakan semuanya di kerjakan oleh Gus Yusuf, Karena memang di rumah ini tidak ada ART.


Kabar tentang kehamilan khalisa hanya di ketahui khalisa dan Gus Yusuf saja. mereka sengaja tidak mengabari keluarganya. alasannya cukup mereka yang mengetahui untuk saat ini, karena usia kandungannya masih sangat muda.


" Mas, biar aku saja" Kata Khalisa ingin membersihkan piring yang tadinya mereka pakai untuk sarapan.


" Tidak, biar mas saja. kamu duduk saja, dan minum susunya."


" Nanti saja mas, aku mau bersihin ini"


" Gak boleh membantah perkataan suami, sekarang duduk" Khalisa hanya bisa menghela nafas kalau suaminya sudah berkata seperti itu, sudah satu Minggu penuh ia tidak di kasih untuk melakukan pekerjaan rumah yang biasa ia lakukan.


" Aku mau pulang ke rumah Abi" Kata Khalisa membuat Gus Yusuf menghentikan aktivitasnya, ia melihat ke arah istrinya, dengan raut kebingungan.


" Kenapa tiba-tiba ingin pulang?" Tanya Gus Yusuf heran, dan melanjutkan aktivitasnya.


" kangen sama Abi" Jawab khalisa singkat. emang bener ia sedang kangen sama Abinya, bukannya hanya kangen sama Abinya tapi ia juga sangat merindukan kakaknya.


" Ya udah Minggu depan kita pulang ke rumah Abi" Kata Gus Yusuf, karena ia tidak bisa menemani istrinya kalau untuk saat ini, karena pekerjaannya dan juga jadwal mengajarnya hari ini cukup padat.


" Aku maunya sekarang, Kalau mas gak bisa menemani aku akan telpon bang Kahfi saja" Kata Khalisa kekeh ingin menemui dua laki-laki yang sangat ia rindukan.


" Aku ke kamar dulu" pamit Khalisa. Gus Yusuf yang melihat istri pergi meninggalkannya terdiam. Sesampainya di kamar khalisa membaringkan tubuhnya di tempat tidur, air matanya mengalir begitu saja.


" Sayang, Mas berangkat ngajar dulu" kata Gus Yusuf rapi dengan pakaian sekolahnya, dan mengambil kitab buka yang biasa ia bawa ketika sedang mengajar.


" Sayang" Panggil Gus Yusuf, tapi tidak ada sahutan sama sekali dari istrinya. " Mas, berangkat dulu" setelah itu Gus Yusuf mencium kening istrinya, karena ia tidak mau menggangu tidur istrinya.


Setelah Gus Yusuf meninggalkan kamar, khalisa membuka matanya, karena sejak tadi ia hanya berpura-pura tidur.


" Maaf kan aku mas" Kata Khalisa melihat pintu tertutup, dan air matanya kembali terjatuh. Khalisa tidak mengerti dengan perasaannya saat ini, sesak karena suaminya tidak mengizinkannya pulang, tapi hatinya ingin sekali bertemu dengan Abi dan juga Abangnya.


***


Setelah selesai mengajar, Gus Yusuf mampir terlebih dahulu ke ndalem untuk menemui sang Abi dan Ummi nya, karena satu minggu ini ia tidak pernah datang untuk mengunjungi ke dua orang tuanya.


" Assalamualaikum ummi" kata Gus Yusuf menghampiri ummi Salma di ruang tamu yang sedang membaca Al-Qur'an.


" Waalaikumsalam warahmatullahi" Jawab ummi Salma " menantu ummi mana?" Tanya ummi Salma karena tidak melihat ke hadiran menantunya.


" Di rumah ummi" Jawab Gus Yusuf setelah mencium tangan ummi salam dan duduk.


" Kenapa gak di ajak kesini, udah satu Minggu kamu dan istrimu tidak datang kemari" Kata ummi Salma kesal, karena anak dan menantunya tidak mengunjunginya selama satu Minggu ini.


" Maaf ummi" Kata Gus Yusuf merasa bersalah, Karena ini semua karena dirinya, ia pun tidak mengizinkan istrinya untuk datang kesini dengan alasan agar istrinya tidak kenapa-kenapa.


" Tumben, ada apa?" Tanya ismail, karena Ismail sama dengan istrinya, kesal dengan anaknya ini yang tidak mengunjungi mereka padahal rumah mereka masih berada di area pesantren.


" Maaf Abi" Kata Gus Yusuf merasa bersalah pada abinya. ternyata keputusannya selama satu Minggu ini salah untuk tidak mengunjungi orang tuanya.


***


Sementara di rumah, khalisa dan Kahfi sedang menikmati makanan yang di bawah Kahfi, tentu saja itu semua khalisa yang memintanya.


" Enak, ini sangat enak" Kata Khalisa terus melahap makanan yang ada di depannya, Kahfi hanya melongo melihat adiknya makan dengan lahap.


" Pelan-pelan, jangan terburu-buru. tidak akan ada yang mengambil nya dari mu" Kata Kahfi yang melihat adiknya sangat lahap, Kahfi sedikit heran kenapa cara adiknya makan ini terlihat sedikit berbeda..


Huk huk


" Minum dulu, ini." Khalisa menerima gelas yang di kasih Kahfi. " Makannya pelan-pelan" kata Kahfi, ia membersikan bibir khalisa dengan tisu karena makanannya yang belepotan.


" Hehe"


" Bagaimana hubungan mu dengan suamimu?" Tanya Kahfi, Mulai memakan makanannya.


khalisa tidak langsung menjawab, khalisa memikirkan sikap suaminya akhiri ini sangat sangat posesif, itu sangat membuat dirinya tidak nyaman, tapi dia juga tidak bisa menceritakan itu pada abangnya karena ini masalah rumah tangganya. "Alhamdulillah baik bang"


" Apa ada masalah?" Tanya Kahfi melihat raut wajahnya adiknya, seperti ada yang di sembunyikan oleh adiknya, Kahfi menatap Khalisa dengan tatapan yang susah untuk di artikan.