Khalisa Humaira

Khalisa Humaira
21



Tamu Ismail sudah pulang, Gus Yusuf mencari ke beranda istrinya untuk di ajak pulang juga. tapi baru saja Gus Yusuf ingin ke belakang, ia di suruh kembali ke tempat duduknya oleh ummi Salma.


" Mbak, tolong panggilkan khalisa ke sini" Kata ummi Salma pada mbak Dina, yang membersihkan meja.


" nggih ummi," tak lama kemudian, khalisa ikut bergabung dengan Ismail, ummi Salma dan juga Gus Yusuf.


" Ummi langsung saja pada poinnya, Kenapa kalian menunda untuk punya anak?" Tanya ummi Salma to the poin.


" karena dokter menyarankan kami untuk menunda ummi, Yusuf tidak mau istri Yusuf dalam bahaya karena mengandung anak kami" Jelas Gus Yusuf.


" apa maksud mu?" Kata ummi Salma, tidak terima dengan ucapan putranya.


" kami sepakat untuk menunda untuk punya anak ummi, Kami juga baru menikah, jadi tidak masalah untuk kami menunda untuk punya anak dulu. Kami ingin merasakan kebersamaan kami dulu"


" Apa kalian tidak memikirkan perasaan ummi, ummi ingin seperti saudara ummi yang lainnya. ummi ingin menggendong cucu seperti mereka, tapi ternyata kalian menunda mempunyai anak. ummi kecewa sama kalian!"


"Salma!" Tegur Ismail.


" Apa mas, Jujur saja kamu juga pasti kecewa kan?"


"Salma, apa yang kamu bicarakan, Jangan hanya memikirkan dirimu saja. pikirkan juga keselamatan menantu mu, kalau mereka ingin menunda untuk punya anak, itu hak mereka. dan yang terpenting, kesehatan khalisa. "


" Yusuf pamit pulang, ummi Abi" Gus Yusuf, menarik tangan istrinya untuk pulang, ia tidak mau mendengar perdebatan antara ummi dan abinya, yang pastinya akan menyakiti perasaan istrinya.


Sesampainya di rumah, khalisa langsung masuk ke dalam kamar, ia mengunci pintu ia ingin sendiri. Gus Yusuf yang melihat itu, menghela nafas.


" sekarang mas paham, Kenapa kamu selalu membahas tentang anak akhir-akhir ini"


Sampai malam, khalisa tidak keluar dari kamar, ia mengurung diri di dalam kamar..


" Sayang, waktu makan malam. tolong buka pintunya." Kata Gus Yusuf, sebenarnya bisa saja ia membuka pintu itu dengan kunci cadangan, tapi ia tidak melakukan itu..


" maaf aku ke tiduran mas, aku Akan masak " Kata Khalisa setelah membuat pintu. Matanya bengkak, Gus Yusuf tahu pasti istrinya menangis dan akhirnya tertidur.


" Mas sudah masak. sekarang kita makan ya" Kata Gus Yusuf, membawa istrinya ke ruang makan.


" Maaf karena aku mas jadi masak " khalisa merasa bersalah.


" Gak pa-pa sayang, sekarang kita makan ya keburu dingin." Selesai makan malam Gus Yusuf dan Khalisa kembali ke kamar mereka untuk istirahat.


Keesokan harinya, khalisa pergi kuliah seperti biasanya dia anter sama suaminya tercinta. Sampai kampus khalisa syok banget melihat penampilan Ar yang di luar nalarnya.


" bagus kan?" Ar, memutar tubuhnya, Ar menggunakan gamis yang kemarin Khalisa kasih.


" kenapa kamu...." khalisa tidak percaya dengan apa yang ia lihat, ini di luar dugaan khalisa dan BMKG .


" jelek ya?" kata melihat respon khalisa yang syok melihat penampilannya.


" Bagus kok, aku cuma syok aja tadi. Aku kira kamu tidak akan mengenakan ini ke kampus" karena sekarang Ar sedang mengenakan gamis, sama seperti dirinya.


" Gak pa-pa lah, sekali-kali. btw ini panas bangetttt" belum tiga puluh menit mengunakan jilbab dan gamis Ar sudah mengeluh kepanasan.


" Lepas aja hijabnya kalau panas" kata Khalisa, mengingat Ar tidak beragama sama dengan dirinya.


" gila Lo, nanti orang pada lihat gue aneh tahu"


" sekarang saja, orang melihat kamu dengan tatapan aneh." Ar melihat ke arah orang sekeliling dan benar saja mereka sedang melihat Ar dengan tatapan aneh.


" Apa Lo lihat-lihat " Teriak Ar pada mereka semua.


" emang iya?"


" iya Ar cantik, Sekarang kita masuk aja yok, dari pada kau marah-marah disini"


Ar hanya menurut saja, sampai jam kuliah selesai Ar terus mengunakan baju seperti itu, walaupun kegerahan di kekeh tidak mau melepaskannya.


" Kalau kamu kegerahan buka ada gak pa-pa kok" kata Khalisa kasihan melihat Ar yang kegerahan dari tadi.


" temani gue ganti aja, ayok" Ar menarik tangan khalisa ke kamar mandi untuk berganti pakaian.


" Kalau besok besok, gak usah pakai baju kayak tadi. "


" Emangnya kenapa? "


" tadi aku liat, kamu terus mengipas dirimu. Jadi besok gak usah pakai itu lagi"


" iya iya, kantin yok gue laper."


khalisa dan Ar jauh berbeda, tapi mereka memiliki kesamaan sama-sama cantik hehe. selesai makan khalisa pamit untuk pulang duluan, karena suaminya sudah menunggunya di depan.


" Mas, nanti ke ndalem ya. aku mau minta maaf sama ummi. "


" Gak, mas gak ngizinin. kita akan ke ndalem beberapa hari ini. "


" Mas, kita salah. kita harus minta maaf. "


" sayang dengerin mas. biarkan ummi meredakan emosinya dulu, kita akan ke sana, tapi tidak sekarang. " Kata Gus Yusuf tidak mau di bantah.


" Aku mau makan tahu bulat " Kata Khalisa melihat penjual tahu bulat, Gus Yusuf meminggirkan mobilya


***


Khalisa mengajak suaminya untuk pergi ke tempat yang biasa ia datangi bersama Kahfi, khalisa juga membawa dua eskrim yang sama yang selalu ia makan di sini.


Gus Yusuf hanya mengikuti keinginan istrinya, asal ia melihat istrinya tersenyum maka dengan senang hati ia akan melakukan itu. Ia tidak ingin senyum di bibir istrinya hilang walaupun hanya satu detik.


" Ini tempat favorit aku sama Abang Kahfi, Dulu kalau Abang Kahfi jenguk aku, kami duduk di sini. dan makan eskrim, mas gak keberatan kan aku ajak kesini untuk makan eskrim?" khalisa Takut suaminya tidak suka, Entah mengapa ia mengingat kejadian dimana Suaminya marah ketika sedang hamil dulu gara-gara ia meminta Kahfi membelikannya makan.


" Mas tidak keberatan sayang."


Tempat ini sangat adem, banyak pepohonan yang rindang, angin sepoi-sepoi yang menyapa tubuh membuat siapapun merasa tenang.


" Mas.." panggil khalisa fokus pada eskrim ya.


"Iya sayang"


" Kapan kita pergi ke dokter untuk periksa?"


" Sayang... kamu beneran mau punya anak?" Khalisa menganggukkan kepalanya. " Tapi mas takut sayang, kamu masih ingat kan kata dokter Waktu itu?"


" Iya mas, aku masih ingat semua yang di katakan dokter. Tapi ini sudah lama mas, dan aku juga sudah di nyatakan sembuh total, Tidak ada salahnya kan untuk kita mencobanya lagi?" Gus Yusuf menghela nafasnya.


" baiklah, tapi kita harus memeriksa terlebih dahulu. Mas tidak mau terjadi sesuatu pada mu." Gus Yusuf tidak ingin kehilangan istrinya, mengingat yang di katakan dokter beberapa bulan lalu.


" Mas, bentar lagi aku kan libur, bagaimana kalau kita pergi honeymoon, selama pernikahan kita juga kita tidak pernah pegi honeymoon " Kata Khalisa mengingat dirinya sebentar lagi libur semester, Tidak ada salahnya bukan? Siapa tahu pulang dari honeymoon ada kabar baik untuk mereka.