
Gus Yusuf melihat pintu kamar mandi yang sudah tertutup dan ia melirik ke arah ponsel istrinya yang menyala tanpa berbunyi di atas meja samping tempat tidurnya.
" assalamualaikum bang, khalisa sedang mandi." Gus Yusuf sengaja mengangkat panggilan itu, apa lagi melihat banyak sekali panggilan yang tidak terjawab disana.
" Waalaikumsalam warahmatullahi, gitu ya" Hembusan nafas terdengar dari Kahfi " apa boleh aku bertemu di rumah kalian malam ini?"tanya Kahfi penuh harapan.
Gus Yusuf melihat ke arah kamar mandi sang masih tertutup rapat " iya, datang lah. " jawab Gus Yusuf, ia punya alasan tersendiri mengizinkan kakak iparnya bertamu.
Dia sendiri ingin istrinya memaafkan kakak iparnya, karena ia tidak ingin masalah seperti ini berlangsung lama, menyelesaikan masalah lebih cepat itu lebih baik.
Setelah panggilan terputus Gus Yusuf keluar kamar untuk membersihkan rumah, setelah membersihkan rumah ia menyiapkan makanan malam untuk mereka nanti.
" Mas, kanapa masak?" tanya khalisa, pasti suaminya ini sangat lelah, membersihkan rumah dan lanjut memasak itu bukan pekerjaan yang ringan bagi yang tidak pernah mengerjakannya.
" kalau gak masak, kita mau makan apa sayang?" buka nya menjawab, ia malah bertanya balik, dan tak lupa dengan senyuman manisnya disana.
" mas pasti capek, biar aku saja yang teruskan. " Khalisa berusaha mengambil spatula yang ada di tangannya suaminya, tapi sayang Gus Yusuf menghalanginya.
" tidak, biar mas saja. Kamu sudah mandi, nanti kamu bisa keringatan. " kata Gus Yusuf dan melanjutkan masaknya " lagian, mas juga sudah terbiasa masak kayak gini. "
" tapi mas itu tugas ku sebagai istri mu"
" tugas istri itu bukan masak, memasak itu tugas bersama. Kamu cukup jadi istri Sholehah buat aku itu sudah cukup. Perkejaan rumah itu bukan hanya berkerja seorang istri tapi juga suami. "
" iya, maka dari itu biarkan aku yang lanjutkan, mas pergi mandi sana "kekeh khalisa.
" sudah selesai Sayang "
.
.
.
" assalamualaikum" ucap keduanya ketika memasuki rumah. " aku ke kamar dulu bang, aku panggilkan khalisa." pamit Gus Yusuf, dan Kahfi menunggu di ruang tengah.
" mas sudah pulang" ucap khalisa melihat Gus Yusuf masuk ke dalam kamar.
" belum"
" lah ini?"
" aku bukan suami mu, aku adalah hantu" kata Gus Yusuf menakuti istrinya dengan suara yang di buat buat.
" apa perlu aku bacakan ayat kursi?" tanya khalisa mengikuti permainan suaminya. khalisa mulai membaca ayat kursi dan membuat Gus Yusuf tersenyum bahagia melihat wajah istrinya yang mode serius.
" udah selesai?" tanya Gus Yusuf melihat istrinya menatap dirinya, khalisa mengangguk kepalanya.
Cup
" Abang ada di bawah, temui dia" suruh Gus Yusuf melihat istrinya, ia mengelus pipi istrinya dengan lembut.
Khalisa menundukkan kepalanya dan menggelengkan kepalanya " kenapa?" tanya Gus Yusuf dan mengangkat dagu sang istri.
" katakan semuanya, mas yakin bang Kahfi akan mengerti. Mas tidak mau hubungan mu sama bang Kahfi seperti ini? Kamu tahu kan apa hukumnya tidak saling menegur selama tiga hari?" khalisa mengangguk kepalanya.
" pergilah dan temui Abang Kahfi. " kata Gus Yusuf tersenyum. " mas akan menyiapkan makan malam, setelah selsai bicara ajak bang Kahfi ke meja makan" lagi lagi khalisa menganggukkan kepalanya.
khalisa pergi menemui bang Kahfi dan Gus Yusuf pergi ke meja makan untuk menyiapkan makan malam.