Khalisa Humaira

Khalisa Humaira
69



Pulang kuliah, Khalisa di jemput Kahfi. Karena sudah jelas kalau Gus Yusuf tidak menjemputnya karena sedang berada di luar kota. Kahfi meluangkan waktunya untuk menjemput sang adik.


" maaf, lama." Khalisa mencium tangan Kahfi, Kahfi tersenyum melihat adiknya, dari kejauhan terlihat Aretha sedang melihat ke arah mereka.


" Gak papa dek, mau langsung pulang atau mau ada tempat yang kamu kunjungi?" tanya Kahfi yang melihat Khalisa yang tak kunjung masuk ke dalam mobil.


" bang " khalisa menjeda dan melihat ke arah kejauhan tempat Aretha berdiri. " Abang punya waktu sebentar?" tanya khalisa melihat ke Kahfi.


" ada, emang kenapa?" Kahfi tahu ini pasti ada kaitannya dengan Aretha, tapi Kahfi pura-pura tidak tahu.


" Aretha ingin bicara Katanya, kalau Abang punya waktu temui di sebentar" kata Khalisa, berharap Abang ingin menemui Aretha.


" Ya udah ayok, temani Abang!" Kahfi menggandeng tangan Khalisa dan berjalan mendekat ke arah Aretha.


" assalamualaikum warahmatullahi" Ucap Kahfi, berdiri di depan Aretha, Khalisa juga melakukan hal yang sama.


" waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh" jawab Aretha menundukkan kepalanya, jujur saja ia gugup dan hatinya seperti ingin keluar.


" Mau bicara apa?" tanya Kahfi to the poin, karena itu yang seharusnya. Tidak baik, seorang wanita dan pria berbicara terlalu basa basi jika tidak ada ikatan halal di antara mereka. " dek, duduk di sana ya" kata Kahfi menyuruh khalisa duduk di kursi yang tidak jauh dari mereka, jarak nya hanya sepuluh langkah kaki dari mereka.


" Aku ingin hubungan kita segera di halal kan" ucap Aretha yakin. Kahfi langsung mengangkat kepalanya melihat Aretha dan kembali menundukkan kepalanya.


perasaan bahagia menyelimuti hati Kahfi, tapi ia berusaha untuk tidak memperlihatkan nya. Ia tersenyum malu malu. Akhir ia bisa mendengar kata-kata ini. Apa ini Jawab dari doanya semalam.


" apa kamu yakin?" tanya kahfi, seharusnya ia tidak menanyakan itu, seharusnya ia langsung bilang kamu siap tanggal berapa, aku siap kapanpun asalkan kita cepat halal. Ia, seharusnya itu yang seharusnya Kahfi Katakan.


" iya, aku yakin. Tidak baik untuk menunda sesuatu yang di sukai Allah. Hubungan halal itu lebih baik, dari pada berbicara seperti ini tapi tidak bisa saling memandang karena tidak ada ikatan halal di dalamnya. "


Kata-kata Aretha jelas saja membuat Kahfi salting berutal. ingin rasanya Kahfi detik ini juga untuk menghalalkan hubungan mereka. Tapi jelas itu tidak segampang yang ia kira. Masih ada tahapan yang harus mereka lalui.


" Aku akan membicarakan ini semua dengan Abi, cepat atau lambat aku akan menemanimu ayah mu!!" Jawab Kahfi, Aretha tersenyum bahagia mendengar itu.


" aku akan menunggu waktu itu" Jawaban Aretha tak kalah membuat Kahfi tersenyum salting. Tapi, seketika senyum Kahfi yang tadinya mekar, menjadi redup seketika ketika ia mengingat sesuatu.


Kahfi menghela napas, melihat ke arah sekitar " mungkin aku tidak bisa menemui ayah mu dalam waktu dekat" mendengar itu, Aretha melihat ke arah Kahfi, tapi ia langsung menunduk kepalanya.


" kenapa?" tanya Aretha kecewa, padahal ia sudah tidak sabar dengan halalnya hubungan mereka ini. Baru saja, ia di buat melayang tapi sekarang ia seperti di jatuhkan dari gedung tinggi rasanya.