Khalisa Humaira

Khalisa Humaira
50



" Bagaimana perasaan mu sayang?" Tanya Gus Yusuf berbaring, ia menjadikan paha istrinya menjadi batalnya. Ia melihat ke arah istrinya yang sedang menatapnya.


" Aku bahagia mas, akhirnya bang Kahfi akan menikah" Senyum bahagia khalisa, ya walaupun semua ini masih di rencanakan keluarganya, tapi harapan besar Khalisa adalah Aretha mau menerima lamaran sang kakak nantinya.


" Mas bahagia melihat senyuman mu ini Sayang. setiap melihat mu tersenyum seperti ini, hati mas selalu hangat dan ingin selalu menjaga senyuman mu ini agar tak hilang dari bibir mu ini"


" Ini sangat menggoda "


Gus Yusuf menyentuh bibir istrinya yang sudah jadi candunya, setiap kali melihat senyuman istrinya, hatinya merasa hangat dan rasa lelahnya hilang begitu saja.


" Gombal kamu mas"


" Siapa yang gombal, mas berkata jujur. " Kata Gus Yusuf tidak terima di katakan gombal, ia membicarakan sejujurnya.


" Iya iya iya, aku percaya" khalisa berusaha menghindar suaminya, apa lagi wajah Suaminya sangat dekat.


Gus Yusuf mencium bibir istrinya, dia tidak sedang menggoda atau memuji tapi ia berbicara apa adanya.


" Mau lagi?" Tanya Gus Yusuf melepas ciumannya, khalisa menganggukkan kepalanya membuat Gus Yusuf tersenyum dengan respon istrinya.


" Aduh perutku" rintik Khalisa merasa kram pada perutnya. Gus Yusuf menghentikan aktivitasnya.


" Apa sakit?" Tanya Gus Yusuf mengelus perut istrinya, khalisa menganggukkan kepalanya. "Sayang ada apa hm? Apa kamu tidak ingin Abi mengunjungi mu?" Gus Yusuf berbicara di depan perut istrinya yang sedikit membuncit.


" Huuu, baiklah. Abi akan mengunjungi lain kali saja" kata Gus Yusuf terus mengelus perutnya istrinya. Untuk menghilangkan kram nya. " Mas mau ke kamar mandi dulu"


" Tapi mas?"


" Gak papa sayang, tidurlah. " Kata Gus Yusuf sebelum masuk kedalam kamar mandi. Sampai Gus Yusuf keluar kamar mandi khalisa belum memejamkan mata.


" Kenapa belum tidur?" Tanya Gus Yusuf merebahkan tubuhnya di samping istrinya.


" Mau tidur di pelukan kamu" jawab khalisa manja. Gus mengelus perut istrinya Dan membaca sholawat sampai istrinya tertidur.


***


Sementara di kamar Kahfi, ia tidak bisa tertidur karena pembahasan hari ini. Sepertinya lelah beberapa minggu ini hilang rasanya.


Tentu saja ia sangat bahagia dan campur takut. Ia bahagia, akhirnya bisa mengabulkan permintaan adiknya dan menikahi wanita yang ia suka. Tapi ia takut Aretha akan menolak lamarannya nanti.


Tekat Kahfi, sebelum rombongan keluarganya pergi ke rumah Aretha, ia harus lebih dulu menyampaikan niat baiknya ini pada tuan Jordan..


Kahfi menghubungi asistennya, ia menyuruhnya agar mengatur pertemuan dengan tuan Jordan.


" Semoga Engkau memberi kemudahan untuk hamba menjalankan niat baik ini, ya Rabb. Aamiin. " Doa Kahfi pada yang maha pemilik segalanya.


setelah merancang segala sesuatu yang harus ia persiapkan untuk nantinya, belum apa-apa Kahfi sudah mulai merancang segala nya, ini Kahfi terlalu ngebet nikah laki ya? Haha


Setelah itu Kahfi memejamkan matanya, karena tubuhnya sangat membutuhkan istirahat tapi rasa bahagianya membuat dirinya mengabaikan rasa lelahnya.


Keesokan harinya, Kahfi telah rapi dengan baju kantornya, tapi berbeda raut wajahnya sangat bahagia dan sangat bersinar.


" bahagia banget bang" kata Khalisa melihat muka abangnya secerah matahari baru keluar di pagi hari.


" maklum, hati Abang lagi berbunga-bunga" kata Gus Yusuf ikut menggoda kakak iparnya. Semalam mereka menginap di ndalem atas permintaan ummi Salma.


" Ya gak papa, itu wajar untuk calon pengantin " timpal ummi Salma meletakkan air minum.


" khalisa seneng deh bang, akhirnya Abang mau nikah. "


"semoga lamaran Abang di terima " kata Kahfi, karena takut lamarannya tidak di terima.


" Abang tenang saja, pasti Aretha menerima lamaran Abang" kata Khalisa penuh kenyakina.


" berdoa saja nak, semoga niat baik ini di mudahkan oleh Allah SWT, aamiin. "


" aamiin "


.


.


.


Semoga suka 🤍 Terimakasih sudah mampir 🤍