Khalisa Humaira

Khalisa Humaira
29



Malam harinya khalisa dan Gus Yusuf makan malam bersama dengan ummi Salma dan juga ismail di ndalem. Ummi salma sengaja mengajak menantunya untuk makan malam disini, Entang mengapa ia sangat merindukannya.


" Sayang makan yang banyak" Ummi salam menaruh lauk di piring Khalisa. Entah perasaan apa yang di rasakan ummi Salma yang pasti ia sangat bahagia melihat pipi menantunya yang semakin hari semakin mengembung.


" Iya ummi, masakan ummi paling the best. Enak banget" khalisa memberikan dua jempolnya pada ummi Salma.


" terimakasih sayang" Ummi salma tersenyum. " Kamu juga makan yang banyak nak " suruh ummi salma pada Gus Yusuf, Sementara Gus Yusuf hanya bisa tersenyum karena ia sudah kenyang.


" Setelah makan, Abi ingin bicara" Ucap Ismail pada Gus Yusuf dan Gus Yusuf mengangguk kepalanya.


Setelah selsai makan Gus Yusuf dan Ismail pergi meninggalkan ruang makan mereka duduk di ruang tengah untuk bicara seperti yang di katakan Ismail tadi. Sementara khalisa masih setia duduk di meja makan memakan puding buatan ummi salma.


" Mau lagi gak, ummi buat tiga box tadi" Tawar ummi Salma lagi pada khalisa dan di jawab dengan gelengan kepala sama Khalisa.


" udah ummi, perut ku rasanya ingin meledak " khalisa mengelus perutnya yang terlihat sedikit membuncit, kerena kepenuhan makanan.


" ummi kira mau lagi, Kalau mau ambil aja di kulkas ya" Kata Ummi salma tersenyum " Malam ini, nginep di sini aja ya, gak usah pulang. " Pinta ummi Salma.


" Iya ummi, tapi kalau mas Yusuf gak ijini gimana?" Tanya khalisa khawatir suaminya tidak mengijinkan, tapi itu tidak mungkin kalau dia tidak di izinkan menginap di rumah orang tuanya suaminya sendiri, kan dia juga akan menginap disini.


" kan suami mu juga nginep sayang, ya gak mungkin gak di izinkan?" Kata ummi Salma mendengar pertanyaan konyol menantunya.


" Iya juga ya, Karena kekenyangan aku tidak bisa berpikir jernih. " Ia menyalahkan kekenyangan " Ummi udah mau istirahat?" Tanya khalisa melihat ummi Salma bangun dari duduknya.


" Gak nak, ummi mau buat teh hijau. Kamu mau juga gak?" Tanya ummi salma.


" Boleh deh ummi, tapi aku malas untuk bergerak ummi" Kata Khalisa nyaman dengan posisinya saat ini.


" kamu diam saja di sana, biar kan ummi yang buatkan." Ummi salma mengambil gelas dan membuat teh hijau untuk dirinya dan juga menantu kesayangannya.


" Terimakasih ummi. " Ucap Khalisa tersenyum. " Mas Yusuf sama Abi ada di depan ya ummi" tanya khalisa.


" Gak ummi, nanti khalisa ganggu lagi. " Katanya, ia tidak ingin menganggu pembicaraan mertuanya dan juga Suaminya, ya walaupun ia tidak mendengarnya secara langsung Suaminya nanti pasti akan menceritakan apa yang mereka bicarakan tanpa ia pinta.


" ini nak teh ya" Ummi salma memberikan teh hijau tersebut. " Bagaimana kuliah mu?"


" Alhamdulillah kuliah ku lancar ummi. " jawab khalisa sambil mengaduk teh hijau tadi.


" Alhamdulillah kalau begitu, kalau Kahfi bagaimana kabarnya nak?" tanya ummi Salma kepikiran pada Kahfi.


" Alhamdulillah bang Kahfi sehat ummi, dan ya dia sangat gila kerja ummi " ucap Khalisa, emang benar abangnya sangat gila kerja, ia berharap dalam waktu dekat ini Abang bisa mengenalkan pada dirinya colon Kakak iparnya untuknya..


" Abang mu emang gila kerja nak. " Ummi Salma membenarkan ucap Khalisa " Jika dia mengubungi mu, sampai salam ummi padanya, ummi ingin bertemu dengannya. "


" ya ummi, insyaallah ummi akan sampaikan. " Khalisa kembali menikmati teh Hijau buatan mertuanya.


" Sayang" panggil Gus Yusuf.


" iya mas, ada apa?" Tanya khalisa melihat suaminya mendekat.


" Udah malam, masih mau disini?" Tanya Gus Yusuf, jam sudah menunjukkan pukul setengah sepuluh malam.


" Kalian gak usah pulang, ginep disini malam ini. " kata ummi salma..


" Ya mas, malam ini kita ginep disini aja. Gak masalah kan mas?" Tanya khalisa..


" ya gak masalah dong sayang, Kalau kamu mau ginep disini mas gak masalah. "


" Ya udah kalau gitu ummi, istirahat dulu. Kalian juga pergilah untuk istirahat. " kata ummi Salma.


" Iya ummi." Jawab keduanya.