
" Boleh, kamu mau kita kemana?" Tanya Gus Yusuf, siapa tahu istrinya ingin mengunjungi suatu tempat yang menurutnya cocok untuk pasangan yang seperti mereka.
" aku nurut aja mas, Aku jarang liburan soalnya " Kata Khalisa, ia tidak tahu harus kemana, karena dia sendiri jarang liburan.
" Honeymoon sama liburan beda sayang" Kata Gus Yusuf mengejitkan matanya " Kalau honeymoon itu kita stay di kamar, kalau liburan itu harus di luar kamar." kata Gus Yusuf membuat istrinya merinding.
" Gak jadi honeymoon dah mas, kita honeymoon di rumah saja" Kata Khalisa, percuma pergi honeymoon kalau tidak bisa menghirup udara segar, kalau begini lebih baik dirumah saja, tidak perlu mengeluarkan biaya.
"Bener nih?"
" iya, enakkan dirumah, Kalau kita pergi honeymoon terus hanya stay di kamar doang gak seru mas, Mending di rumah udah gak ngeluarin biaya, tetep puas lagi"
" istriku ini ternyata tidak sepolos dulu" Kata Gus Yusuf mendengar ucapan istrinya, tersenyum gemas.
" Ini juga agar-agar kamu mas, selalu ngajak praktek kitab Fathul Izar"
" Gak masalah dong sayang, kamu udah hatam kitab Fathul izar, nah setelah kita mempelajari sesuatu baik sedikit atau pun banyak kita harus menerapkannya di kehidupan kita sayang, salah satunya mempraktikkan pelajaran yang kamu ambil dari kitab Fathul izar "
" eskrim jadi gak enak, pembahasannya mas curang enak di imbangi dengan ini, aku mau pulang. Pembahasannya gak seru" kata Khalisa meninggalkan suaminya.
" Eh sayang tunggu, " kata Gus Yusuf tapi tidak di perhatikan sama istrinya. " Padahal dia yang pertama membahas tentang honeymoon, kenapa dia yang betek. yang aku katakan benar buka, kenapa dia harus bersikap seperti itu" Gus Yusuf terus berbicara sendiri. " Gak ada salahnya membahas tentang kitab Fathul izar dengan pasangan halal, aneh "
Sedangkan wajah khalisa sudah seperti kepiting rebus, jujur ia sangat malu membahas lah seperti ini, walaupun pernikahan mereka sudah terbilang cukup lama tapi Khalisa masih sangat malu membahas tentang ranjang.
***
Sesampainya di rumah, khalisa melihat ummi Salma duduk di kursi terasnya, Seperti menunggu tuan rumah pulang. Ummi salma melihat kepulangan Khalisa dan di susul sang putra.
" assalamu'alaikum ummi" Sapa khalisa menyalami mertuanya, ia membuka pintu dan mempersilahkan ummi Salma masuk kedalam..
" Waalaikumsalam warahmatullahi" Ummi salam ikut masuk bersama anak dan menantunya, tidak ada yang kata yang di ucapkan Gus Yusuf, setelah mengalami tangan sang ummi.
" Aku buatkan teh dulu" Khalisa memecah keheningan. ummi salma menganggukkan kepalanya. Setelah kepergian menantunya ummi Salma melihat ke arah Gus Yusuf yang dari tadi hanya terdiam seribu bahasa.
" kamu marah sama ummi?" Tanya ummi Salma sedih, Karena ini pertama kalinya sang putra bersikap seperti ini. Sungguh hatinya tidak sakit, tapi ia sadar ini salahnya.
" Yusuf tidak marah sama ummi, hanya saja Yusuf kecewa sama ummi. " Kata Gus Yusuf, emang tidak ada salahnya seorang ibu mengharapkan cucu dari anaknya, tapi seorang anak juga memiliki pilihan untuk menunda memiliki anak.
" Maafkan ummi, ummi menyesal. Ummi egois, ummi tidak akan menuntut kalian punya anak lagi, ummi akan mendukung apa keputusan kalian." Kata ummi salma, ia sangat menyesal telah mengatakan itu semua tanpa memikirkan anak dan menantunya
" Yusuf sudah memaafkan ummi sebelum ummi minta maaf"
" Terimakasih nak" Kata ummi salam bahagia mendapatkan maaf dari anaknya, padahal walaupun ia tidak datang untuk minta maaf, Gus Yusuf dan Khalisa sudah memaafkannya.
" ini teh ya ummi" Kata Khalisa membawa dua gelas berisi teh hangat, dan ikut duduk bersama suami dan mertua.
" Alhamdulillah Khalisa baik ummi, khalisa minta maaf soal.."
" Ummi yang harusnya minta maaf nak, tidak seharusnya ummi mengatakan itu. Abi mu emang benar, ummi tidak seharusnya ummi menuntut kalian cepat memiliki anak, kalian berhak memutuskan itu" kata ummi Salma, walaupun ia sangat menginginkan cepat punya cucu tapi ia juga tidak boleh egois, apa lagi mengingat menantunya pernah merasakan kehilangan bayinya pasti itu membuat menantu dan anaknya trauma, dan harus mempersiapkan diri mereka lagi, Agar kejadian sebelum tidak terjadi lagi.
" Khalisa sudah memaafkan ummi sebelum ummi minta maaf. " kedua wanita yang sangat ia cintai berpelukan membuat hati Gus Yusuf hangat melihat itu, senyum penuh ke bahagian.
***
" Bagaimana perasaan mu sekarang?" Tanya Gus Yusuf, melihat istrinya yang sedang memakai krim malam pada kulit wajah.
" Bahagia, sangat bahagia" Jawab khalisa memperlihatkan senyumnya, suaminya bisa melihat senyum itu dari pantulan kaca. Ia sangat bahagia karena sudah baikan dengan mertuanya, rasanya damai dan tidak memiliki beban.
" Apa itu masih lama?" Tanya Gus Yusuf, ia tidak tahan ingin memeluk istrinya, apa lagi cuaca malam ini sangat dingin. Istri sajak tadi sibuk dengan perawatan wajahnya setelah menyelesaikan tugas kuliahnya.
" Sebentar lagi" Kata Khalisa terus mengoleskan krim wajah itu. Beberapa saat kemudian Khalisa mendekat ke Suaminya yang ada di atas tempat tidur.
" tubuh mu sangat hangat" Kata Gus Yusuf memeluk erat tubuh istrinya untuk menghangatkan tubuhnya.
" karena mas memeluk ku" jawab khalisa membalas pelukan suaminya, walaupun mengunakan selimut tebal dingin malam merasuki tubuh mereka, tapi karena hangatnya pelukan mereka bisa menghangatkan tubuh dua insan itu.
" Bagaimana kuliah mu?" Tanya Gus Yusuf dengan mata terpejam.
" Alhamdulillah lancar mas, Mas sendiri kerjaannya bagaimana?"
" Alhamdulillah kerja mas lancar sayang" Kata Gus Yusuf " by the way, soal honeymoon ya bagaimana sayang?" Kata Gus Yusuf, karena selama pernikahan mereka belum pernah pergi berlibur.
" Nanti mas kurung aku lagi di dalam kamar" jawab khalisa mengingat perkataan Suaminya tadi sore.
" Ya, mas gak akan tega sayang. Mas juga ingin menghirup udara segar di luar sana. Gak mungkin mas akan mengurung mu di dalam kamar, tapi kalau kamu mau juga gak papa kok sayang"
Khalisa menarik pinggang suaminya karena kesal " Gak usah, aku udah gak tertarik" Jawab khalisa melepas pelukannya.
" Aaa sakit sayang" rintik Gus Yusuf, walaupun itu tidak sama sekali terasa sakit baginya.
" Rasain" Kata Khalisa cuek, dan menjaga jarak pada suaminya, ia menari selimut itu sampai di atas dadanya.
" Sayang dingin" Gus Yusuf mendekat dan memeluk istrinya kembali. " Jangan coba-coba untuk di lepas sayang, mas sangat kedinginan" Gus Yusuf mengeratkan pelukannya, tidak memberikan istrinya melepas pelukan.
" Hmm" Jawab Khalisa, jelas ia tidak menolak pelukan suami, dingin malam ini sangat menusuk sampai tulangnya, karena pelukan hangat suaminya bisa meminimalisir kedinginan di tubuhnya.
" Good night sayang" kata Gus Yusuf mencium kening istrinya.
" Good night juga suamiku" kata Khalisa berbalik menghadap Suaminya, dan memeluknya.