
Setelah beberapa hari di rawat di rumah sakit, akhirnya khalisa di izinkan pulang ke rumah oleh dokter. Dengan catatan dia harus menjaga pola hidup dan pola makannya.
" Selamat datang kembali sayang" Kata Gus Yusuf membuka pintu rumah mereka selebar mungkin.
" Terimakasih mas, Maaf aku tidak bisa"
" Jangan di bahas lagi sayang, sekarang kita mulai semuanya dari awal. "
" Iya mas" Jawab khalisa, walaupun Sangat sulit untuk melupakan semua yang terjadi, tapi Khalisa harus melanjutkan hidupnya, Tidak mungkin ia harus seperti satu Minggu yang lalu.
" Mas aku mau ke makam Abi" pinta Khalisa, setelah pemakaman sang Abi ia belum pernah mengunjungi makam sang karena dirinya harus dirawat di rumah sakit.
" Iya, nanti. Sekarang istirahat ya. Nanti sore kita ke makam Abi. " Jelas Gus Yusuf, penuh dengan kesabaran ia menghadapi istrinya, satu minggu ini ia sudah merawat istrinya dengan penuh kasih sayang, dan hari ini ia bisa melihat istrinya tanpa kepucatan di bibirnya.
Sore harinya Khalisa mendatangi makam sang Abi, yang berada di makam keluarga pesantren.
" Assalamualaikum Abi, maaf khalisa baru bisa mengunjungi Abi. " Kata Khalisa mengusap batu nisan sang Abi. Rindu menghantam hati Khalisa paling dalam, sekarang ia tidak bisa memeluk sang Abi seperti dulu ketika ia merasa rindu, ia hanya bisa mengirimkan doa untuk abinya dan ummi nya. Setelah selesai mencurahkan isi hatinya Khalisa menaburkan bunga di makam sang Abi, dan menyiramkan air yang di bawa.
" Mau ke ndalem?" Tanya gus Yusuf. setelah keluar dari area pemakaman. Khalisa menganggukkan kepalanya. Mereka berjalan kaki menuju ke ndalem..
" Assalamualaikum"
" Waalaikumsalam warahmatullahi"
" Nak, bagaimana kabarmu?" Tanya ummi Salma pada menantunya.
" Alhamdulillah sudah baikkan ummi, maaf khalisa merepotkan ummi selama ini"
" Gak, nak. ummi sama sekali tidak merasa direpotkan." Kata ummi Salma " nak, ummi tadi membuat puding, ambilkan istri mu" Kata ummi Salma pada Gus Yusuf.
***
Malam harinya, Khalisa tertidur di pangkuan suaminya. Mendengar Suaminya membaca Al-Qur'an. Khalisa sangat senang mendengar suara Suaminya, karena sangat menyejukkan hatinya.
shadaqallahul adzim
" Suara mu sangat merdu mas" Khalisa memuji suaminya.
" Suara mu juga bagus sayang. Sekarang mas ingin mendengar mu bersholawat."
" Tapi aku gak mau sendiri, mas juga harus ikut."
" Iya, ayok mulai. mau sholawat apa?"
" Aku mau lagu Zauji, terus nanti mas balas dengan zaujati"
" Iya, Sekarang mulai." Khalisa langsung menyayanginya lagu Zauji dengan suara merdunya. Khalisa melihat suaminya dengan tatapan mesra.
Halaali anta laa ukhsyaa' adzuulan hammuhuu maqti
(Engkaulah suamiku yang halal, aku tak peduli celaan orang)
Laqod adzinas zamaanu lanaa biwushlin ghoiri munbatta
(Kita satu tujuan untuk selamanya)
Saqoital hubba fii qolbi bihusnil fi' li wassamta
(Engkau sirami cinta dalam hatiku dengan indahnya perangaimu)
Yaghiibus sa'du in ghibta wa yashful 'aisyu in ji'ta
(Kebahagiaanku lenyap ketika kamu menghilang, hidupku menjadi terang ketika kamu disana)
Nahaarii kaadihun hatta idzaa ma'udtu lilbaiti
(Hari-hariku berat sampai aku kembali kerumah menjumpaimu)
Laqiituki fanjalaa 'annii dhonaya idza maa tabassamta
(Maka lenyaplah keletihan ketika kamu senyum)
Uhibbuka mitsla maa anta uhibbuka kaifa maa kunta
(Aku mencintaimu apapun dirimu, aku mencintaimu bagaimanapun keadaanmu)
Wa mahmaa kaana mahmaa shooro,anta habiibi anta
(Apapun yang terjadi dan kapanpun engkaulah cintaku)
Zauji anta habiibi anta
(Duhai suamiku,engkaulah kekasihku)
Mendengar istrinya menyanyi lagu tentang cinta di antara sepasang kekasih halal yang saling mencintai, ia tersenyum gemas melihat istrinya. setelah istrinya selesai menyanyi, ia pun langsung membalas lagu istrinya.
" Uhibbuki mitsla maa anti Uhibbuki kaifa maa Kunti
Aku mencintaimu apapun dirimu, Aku mencintaimu bagaimanapun keadaanmu
Wa mahmaa kaana mahmaa shooro, Antii habiibatii anti
Zaujatii, Antii habiibatii anti
Duhai istriku, Engkaulah kekasihku.
khalisa memeluk suaminya, setelah suaminya menyelesaikan balasan lagunya.
cup
" Aku sangat mencintaimu mu mas"
" Mas juga, sangat mencintai mu sayang."
***
Setalah di nyatakan sembuh total oleh dokter khalisa sangat bahagia, Sekarang ia bisa kembali melakukan aktivitasnya. Tapi, dokter menyarankan agar Khalisa menunda kehamilan dulu sampai ia berumur dua puluh ke atas dengan kata lain menunggu rahimnya matang.
Gus Yusuf sama sekali tidak mempermasalahkan hal itu, Karena ia tidak ingin membahayakan istrinya. Tapi Khalisa ragu untuk itu, tapi dengan bujuk rayu suaminya akhirnya ia menyetujui hal itu.
Kini Khalisa sedang asik membersikan rumah, Setelah sekian lama ia tidak melakukan ini. Rutinitasnya yang dulu sekarang kembali lagi.
" Kamu terlihat sangat bahagia sayang" Kata Gus Yusuf memeluk istrinya dari belakang. Senyum sudah lama tidak terlihat akhirnya bisa ia lihat kembali. Sungguh itu sangat menghangatkan hatinya.
" Aku sangat bahagia mas, akhirnya aku bisa melakukan aktivitas ini kembali" Jawab khalisa apa adanya. Gus Yusuf membalikan tubuh istrinya agar posisinya bisa berhadapan dengannya. Ia merasa mata istrinya dengan mesra.
" Sayang, apa sebaiknya kamu mendaftar untuk kuliah?" Tanya Gus Yusuf.
" Apa tidak masalah kalau aku kuliah?" tanya khalisa balik.
" Tentu saja tidak masalah sayang, Mas ingin kamu mengejar cita-citamu " kata Gus Yusuf.
" Baiklah tahun depan aku akan mendaftar kuliah. "
" Mas senang mendengar ya " Gus Yusuf sengaja terus menerus menawarkan istrinya untuk kuliah, agar istri memiliki kegiatan dan bisa melupakan perihal keguguran waktu itu. Karena sampai sekarang khalisa masih membahas dan terus menyalahkan dirinya.
" Sayang, bagaimana kalau hari ini kita pergi jalan-jalan" tawar Gus Yusuf.
" kemana?"
" Terserah, kamu mau kemana saja mas akan turuti. anggap saja hari ini milikmu" Khalisa menimbang-nimbang perkataan Suaminya dan akhirnya ia menganggukkan kepalanya.
****
Khalisa sudah berada di pusat pembelanjaan, ia sengaja mengajak suaminya ke sini, karena tujuannya ada di sini. Melihat pajangan di toko ini membuat Khalisa terkesima sedangkan suaminya terlihat sangat bingung.
" Sayang, kenapa kesini?" Tanya Gus Yusuf, melihat istrinya membawanya ke toko perlengkapan bayi.
" Aku ingin membeli baju untuk calon anak kita mas" Jawab khalisa berjalan menuju sebuah baju anak kecil yang menurut khalisa sangat lucu.
" sayang" panggil Gus Yusuf sedikit khawatir, ia menghentikan langkahnya dan melihat ke arah istrinya penuh arti.
" mas, gak pa-pa kan aku membeli ini?" Khalisa menunjukkan pakaian bayi itu, pada suaminya.
" Gak pa-pa sayang" Kata Gus Yusuf, walaupun hatinya sedih melihat ini.
Gus Yusuf terus mengikuti istrinya memilih baju bayi, Melihat istrinya sangat senang memilih baju-baju itu, ia pun membantu istrinya.
" Sayang yang ini bagus" Kata Gus Yusuf menunjukkan sepasang sepatu, ia mulai mengikuti istrinya.
" Wah ini sangat lucu mas" Kata Khalisa mengambil sepasang sepatu itu.
Setelah puas berbelanja pakaian bayi, khalisa mengajak suaminya untuk makan. Setelah seharian berbelanja ke-dua pulang ke rumah.
" aku mau menyimpan ini dulu mas" Khalisa membawa semua belanjaannya ke dalam kamar bayi yang akan menjadi kamar calon anak mereka.
Gus Yusuf yang melihat itu sangat sedih, ia memalingkan wajahnya. Air matanya menetes, ternyata istrinya belum sepenuhnya menerima kepergian bayi mereka.
" Mas tidak sanggup melihat mu seperti ini sayang " Gus Yusuf melihat ke arah kamar tempat istrinya berada.
" Mas, tolong bantu aku" Teriak khalisa dari dalam kamar. " Tolong, pindahkan ini mas" Kata Khalisa menyuruh suaminya memindahkan kotak besar berisi mainan itu ke atas lemari..
Khalisa melihat semua sudut ruangan ini, Ia tersenyum melihat semuanya. " Selsai, Bagaimana mas? Bagus kan?"
" Bagus sayang "
" Mas aku mau mandi dulu" Kata Khalisa pamit untuk ke kamar mereka. Sementara Gus Yusuf terduduk diam di atas kursi itu. ia menutup wajah dengan ke dua tangannya.
" Mas tidak sanggup sayang melihat seperti ini" Lirik Gus Yusuf. air matanya terjatuh, mengingat wajah istrinya yang memilih pakaian bayi itu dengan wajah bahagia. Sesak di dadanya membuat dirinya sedikit kesulitan untuk bernapas.
.
.
.
.
.
Maaf ya part ini, aku nambahin lirik lagu. karena jujur lagu ini sangat bikin aku baper, jadi pengen nikah tapi sayang aku masih bocil wkwkw.