
sementara di dalam kamar Gus Yusuf memperlihatkan istrinya yang kian hati kian berisi. Tapi yang jelas Gus Yusuf tidak berani mengatakan itu pada istrinya.
" Sayang, mas perhatikan kamu selalu sholat" Kata Gus Yusuf, karena ia baru menyadari kalau istrinya tidak pernah datang bulan akhir-akhir ini. Apa jangan-jangan istrinya hamil?.
" Emang kenapa mas, kan itu sudah kewajiban kita sebagai ummat muslim. Tidak mungkin aku tidak sholat kalau..." khalisa langsung menghentikan ucapannya setelah paham dengan maksud Suaminya.
" Mas apa jangan-jangan aku hamil" Kata Khalisa berbinar, jika itu benar adanya dia sangat bahagia.
" Bisa jadi sayang, coba kamu ingat sudah berapa lama kamu tidak datang bulan." Tanya Gus Yusuf, tapi jika di hitung menurut perhitungan Gus Yusuf, istrinya sudah dua bulan ini tidak mendapatkan tamu bulanan.
" Bukannya kamu yang paling tahu mas?" kata Khalisa menggoda sang suami, Emang benar bukan para suami paling paham jadwal datang bulan istrinya.
benar bukan para pembaca yang Budiman?
" Hehehe, tapi kalau menurut perhitungan mas, kamu sudah dua bulan tidak datang bulan sayang "
" bener kah? Semoga saja di sini bener ada anak kita ya mas. " kata Khalisa mengelus perutnya yang masih rata.
" aamiin, semoga malaikat kecil kita ada di sini sayang. " Gus Yusuf mencium dan mengelus perut istrinya.
Tok tok
" Iya bang, sebentar lagi. " sahut Gus Yusuf dari dalam kamar. " Mas pergi ke masjid ya Sayang" Gus Yusuf mengecup kening istrinya dan keluar menyusul kakak iparnya.
" semoga kamu beneran ada di sini ya sayang" khalisa terus mengelus perutnya, ia sangat berharap akan kehadiran buah hati di antara mereka berdua.
sementara Gus Yusuf, Kahfi dan juga Ismail pergi menuju masjid pesantren. Banyak juga santri dan juga pengajar berbondong bondong menuju masjid.
" Nak Kahfi, kalau boleh tahu. Nak Kahfi kenal dengan perempuan yang nak khalisa maksud dimana?" tanya Ismail pemasaran.
" Gimana ya bi" Kahfi mengatur kepalanya yang tidak gatal. " pertemuan kami bisa di bilang karena tidak tersengajaan Abi. Waktu itu dia meminta tolong untuk di antar pulang, sesampainya di apartemennya, dia demam karena kondisinya basah kuyup di karena malam itu hujan lebat. Mau tidak mau, Kahfi harus membantunya Abi di saat itu, karena ia hanya tinggal sendiri, Kahfi ingin membawanya ke rumah sakit tapi cuaca malam itu sangat tidak memungkinkan. Karena kejadian yang tidak di sengaja itulah membuat kami saling kenal Abi."
" Lalu kenapa nak Khalisa bilang kalau nak Kahfi akan menikah dengan dia? Apa terjadi sesuatu malam itu pada Kalian?"
" Tidak ada yang terjadi malam itu Abi. malam itu karena Kahfi membantunya menurunkan demamnya dan secara tidak langsung Kahfi menyentuh kening dan tangannya."
" apa karena kamu menyentuh kening dan tangan ya membuat mu ingin menikahinya?" Kahfi menganggukkan kepalanya, melihat itu Ismail paham. " Jam sudah menunjukkan waktu untuk azan, nak Kahfi" Ismail menepuk pundak Kahfi, secara tidak langsung Ismail menyuruh Kahfi untuk azan dan Kahfi paham maksud dari Ismail.
Selesai melaksanakan sholat magrib ketiga pria itu tidak langsung kembali ke ndalem melainkan mereka melakukan iqtikab sampai sholat isya, seperti biasa yang di lakukan di pondok ini.