
Pukul dua pagi, khalisa terusik dari tidurnya. Perutnya merasa sangat kosong dan ia merasa sangat lapar. Ia mencoba membangunkan suaminya, tapi ia tidak tega melihat wajah lelah suaminya.
" Ada apa sayang?" tanya Gus Yusuf terusik dengan pergerakan istrinya.
"maaf mas kebangun kerena aku?" kata khalisa tak enak hati.
" Gak pa-pa sayang. Ada apa? " Gus Yusuf mengumpulkan kesadarannya, setelah nyawanya terkumpul ia baru melihat istrinya yang dari tadi memegang perutnya.
" Kamu sakit perut" Khalisa menggeleng kepalanya " Kalau gak sakit perut terus kenapa?" Tanya Gus Yusuf melihat istrinya dengan perasaan khawatir..
Khalisa melihat suaminya " Lapar " Kata Khalisa kembali menundukkan kepalanya karena malu.
" Lapar?" tanya Gus Yusuf, seingatnya tadi s
belum tidur istrinya mengeluh kekenyangan dan apa sekarang istrinya mengatakan dirinya lapar..
" kalau begitu tunggu disini, mas lihat kulkas dulu. " walaupun merasa aneh Gus Yusuf tidak mengajukan pertanyaan yang bisa saja membuat mood istrinya rusak.
" Di kulkas ada puding, Aku mau itu" Kata khalisa pada suaminya yang baru saja turun dari tempat tidur.
" tunggu ya, mas ambil dulu." Gus Yusuf keluar kamar dan Kembali membawa satu box puding.
" Ini pudding nya sayang " Gus Yusuf memberikan pudding itu pada istrinya, tapi istrinya tidak menerimanya.
" Aku mau di suapin" kata Khalisa manja.
" Baiklah, mas suapinnya" Gus Yusuf menuruti keinginan istrinya, dia juga ikut memakan pudding tersebut.
" Besok ada kuliah gak?" Tanya Gus Yusuf di sela-sela menyuapi istrinya.
" Sayang kenapa pipi kamu gemas banget deh" Kata Gus Yusuf gemas melihat pipi istrinya yang mengembung.
" Emang Kenapa?" tanya Khalisa melihat suaminya.
" Mas gemas aja. Pengen cium.."
" Nih "
cup
" Terimakasih, pudding udah abis. Sekarang tidur ya. Besok kamu ada kuliah pagi lho" khalisa menganggukkan kepalanya mengerti. Gus Yusuf menyelimuti tubuh istrinya dan ia juga ikut merebahkan tubuhnya di samping istrinya..
Keesokan paginya, khalisa sudah berada di kampus. baik Ar dan juga khalisa sangat fokus memperhatikan penjelasan dosen. Dan beberapa saat kemudian akhirnya dosen keluar kelas penanda kelas telah berakhir. Mahasiswa yang ada di kelas ini mulai berhamburan keluar kelas, termasuk khalisa dan juga Ar.
" Kamu udah sarapan?" Tanya Ar pada Khalisa.
" Udah, kamu belum? Mau aku temenin ke kantin?"
" Gak sa, Aku udah sarapan.. semenjak tinggal bareng ayah hidupku seperti kembali lagi, Dari bangun tidur sama sampai tidur kembali ayah memperhatikan ku" curhat Ar, Ia bersyukur semenjak Jordan membawanya pulang ke rumah ini hidupnya lebih bermakna dan ia sangat bersyukur atas perhatian ayahnya.
" Alhamdulillah, Jangan pernah kecewakan beliau Ar, beliau mungkin sangat keras mendidik mu saat ini. Tapi percaya lah di balik semua ini, ia mengingat kamu menjadi anak yang lebih dewasa. "
" Kamu beneran sa, ayah juga berkata seperti itu" Ar tersenyum kala mengingat ucapan ayahnya beberapa hari yang lalu. " Sa" Ar melihat ke arah khalisa yang juga melihatnya. " Ajarkan aku Islam " Kata Ar tanpa ada keraguan di matanya.
Khalisa yang mendengar itu sangat terkejut, dia tidak tahu ia harus bersyukur atau bagaimana, yang pasti yang ada di kepalanya saat ini, kenapa Ar ingin mempelajari Islam.
" Apa maksud mu ?" Tanya khalisa menatap Ar dengan kebingungan, Khalisa mendengar jelas apa yang di katakan Ar, tapi kenapa Ar ingin belajar agama Islam?.