Khalisa Humaira

Khalisa Humaira
25



" Tidak, aku tidak mau. " Kata Aretha melihat ke arah Kahfi " Aku tidak pantas masuk ke keluarga kalian, aku hanya akan menjadi benalu di keluarga kalian." kata Ar, Kahfi tidak bersalah, tidak seharusnya ia terseret ke dalam lingkungan keluarganya yang seperti neraka bagi Ar..


" Aku akan melepas semua pasilitas yang ayah berikan, tapi aku tidak bisa mengembalikan seutuhnya, karena semua kartu yang ayah berikan dibawa kabur perampokan itu " Ar berdiri, dan masuk kedalam kamarnya dan kembali membawa kunci mobil.


" Ini kunci mobil yang ayah kasih waktu itu, dan ini kunci apartemen ini. Untuk kartun yang ayah berikan waktu itu, ayah bisa memblokirnya. Dan setelah ini Ar akan menghilang dari hidup ayah, selamanya " kata Ar, Khalisa yang melihat itu hatinya merasa pilu, ia berdiri dan memeluk Ar untuk menguatkan Ar.


Ar menangis di pelukan Khalisa, ia sebenarnya tidak sampai hati mengatakan itu semua pada ayahnya, tapi ini satu-satunya cara agar ayahnya tidak malu dengan apa yang sudah ia lakukan, dan ini juga agar ayahnya tidak menyeret Kahfi dalam permasalahannya.


Jordan melihat ke arah anak semata wayangnya, rasanya sesak mendengar perkataan Ar tadi, semarah marahnya dia, tapi ia sama sekali tidak mengharap kata-kata itu keluar dari mulut anaknya.


" kemari " suruh sang ayah, tapi Ar tidak mendekat karena ia sangat takut pada ayahnya. Melihat Ar yang bersembunyi di balik badan Khalisa membuat sang ayah menghela nafas.


" Ayah ingin memeluk mu" Katanya Jordan melemah. " Maafkan ayah, mungkin selama ini ayah terlalu keras mendidik mu" Ar mendekat dan memeluk ayahnya yang sudah dua tahun ini ia tidak rasakan.


" ayah tidak akan menyuruh bang Kahfi menikahi Areta lagi kan?" Tanya Ar setelah kepulangan Khalisa, Kahfi dan Gus Yusuf. Jordan melepaskan Kahfi, ia percaya pada Aretha setelah pikirnya jernih.


" Kita lihat dua bulan kedelapan, jika kamu berbadan dua maka ayah akan meminta dia untuk menikahi mu"


" Ayah, kami tidak melakukan apapun, dan bekas kiss mark ini di lakukan Anggara pacar Aretha. "


Seperti semuanya harus Aretha cerita, dari awal mula kenapa dia bisa di rampok, Aretha mulai menceritakannya.


" Jadi dia yang membuat mu seperti ini, kurang ajar. " ia meremas kembali tangannya karena ternyata yang membuat ia salah paham ini adalah anak sahabatnya sendiri.


Sementara di parkir, khalisa melihat ke arah Kahfi. " Kenapa Abang ingin menikah Ar? " Tanya khalisa penuh selidik.


" Abang... Itu .. Karena.." Kahfi menjawab dengan gugup, karena tatapan adiknya lebih seram dari tatapan Jordan tadi.


" Kenapa bang terlihat sangat gugup, atau Jangan-jangan Abang melakukan hal yang tidak di ketahui Ar?" kata Khalisa menatap tajam kearah Abangnya, sedangkan Kahfi menelan ludahnya dengan kasar.


" Abang tidak melakukan apapun, Abang hanya menyentuh kening dan tangannya saja" Jawab Kahfi berusaha tenang, " Kenapa Abang ingin menikahinya, itu karena dia wanita selain engkau yang pernah Abang sentuh" Kata Kahfi, ya kenapa ia ingin menikahi Ar karena ia merasa bersalah telah menyentuh tangan wanita itu tanpa izin.


" Apa karena itu Abang ingin menikahinya?" Kahfi menganggukkan kepalanya, " Kita bicarakan nanti, sekarang Abang pulang lah. Dan jangan kekantor hari ini. istirahat dan tenangkan pikiran Abang, khalisa akan pulang ke rumah besok" Gus Yusuf memberi penyemangat untuk kakak iparnya, ia menepuk pundak Kahfi.


" Kami pulang dulu bang, assalamualaikum" Gus Yusuf menyusul istrinya yang lebih dulu berjalan ke mobil.


" Waalaikumsalam warahmatullahi" Jawab Kahfi, melihat adik iparnya sedikit berlari mengejar adiknya. Kahfi menghela nafas, melihat kepergian adik dan iparnya.


" semoga Abi dan ummi bahagia disana" Kahfi tersenyum, dan berjalan menuju mobilnya, setelah itu langsung pulang seperti yang di katakan adiknya, ia tidak ke kantor hari ini, ia hanya menghabiskan waktu untuk istirahat dan menenangkan pikirannya.


Sesampainya di rumah khalisa membersihkan dirinya, karena ia ada kelas siang hari ini. Sementara suaminya tidak pergi mengejar karena dia sudah menyuruh rekannya menggantikannya.


Perjalan menuju kampus khalisa banyak diam, membuat Gus Yusuf berusaha mencairkan suasana " Sayang, bagaimana menurutmu, kalau Abang Kahfi menikahi Aretha?" Tanya Gus Yusuf.


Khalisa menghela nafas " Mereka tidak bisa bersatu mas, Ar berbeda. " kata Khalisa, dia kenal siapa Aretha dan dia juga sangat mengenal Abangnya.


" Jika mereka memang berjodoh, maka apapun yang menghalangi mereka, mereka akan tetap berjodoh sayang. " Kata Gus Yusuf, ia yakin kalau jodoh tidak akan pernah tertukar.


" Iya, jodoh tidak akan pernah tertukar. " Jawab Khalisa " tapi tuhan kita tidak sama dengan Ar " Gus Yusuf terdiam.


" Aku masuk dulu mas, assalamualaikum " pamit Khalisa keluar dari mobil, setelah mencium tangan suaminya.


" waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh " Jawab Gus Yusuf. " tapi mengapa ayah Ar meminta Abang Kahfi menikahi anaknya?" Tanya Gus Yusuf sendiri, karena ini masalah agama, apa mungkin ayah nya tidak tahu apa agama Kahfi, tapi jika di lihat tadi pagi, pasti ayahnya Ar tahu apa agama Kahfi.


Sementara di apartemen Ar, ia sedang sibuk mengemasi barang-barangnya, dan ia tidak di izinkan tinggal disini lagi, ia akan pulang kerumah yang dua tahun ini ia tinggali.


Sesampainya di rumah, Aretha di sambut beberapa pelayan di sana. ini semua sudah biasa bagi Aretha tapi, karena ia tinggal di apartemen semenjak pertama kali masuk kuliah membuat dia risih dengan ini.


" Selamat datang kembali nona muda" sambut kepala pelayanan, semua pelayanan itu menundukkan kepalanya.


" sekarang istirahat di kamar mu, antar dia ke kamar " perintah Jordan.


" Tapi ayah, Aretha ada kuliah hari ini." Kata Aretha melihat jam tangannya, ia baru mengingat kalau dirinya ada jadwal kuliah hari ini.


" Hari ini kamu tidak perlu ke kampus, istirahat di kamar " Perintahnya lagi " panggil dokter untuk memeriksa keadaannya "


" baik tuan " Jawab kepala pelayanan tersebut. " Mari nona, saya antar ke kamar anda"


" Saya bisa sendiri bik, bibi bisa kembali" jawab Aretha tidak mau merepotkan. " Saya tidak apa-apa bik, bibi tenang saja ayah tidak akan marah." mendengar kata Aretha baru pelayan tersebut pergi meninggalkan Aretha.


" Rumah ini masih sama" Kata Aretha melihat sekeliling rumah, ia berjalan menaiki tangga menuju kamarnya. " ini juga masih sama" Kata Aretha setelah memasuki kamarnya.


Nuansa pink menghiasi kamar Aretha, walaupun ia terlihat seperti cewek tomboy tapi Aretha adalah sosok wanita manja dan juga penggemar warna pink salah satunya.