
" Astaghfirullah " Kata Kahfi mengusap wajahnya. Kenapa pikirannya tertuju pada Aretha, gadis seusia adiknya. Kahfi seperti menemukan jalan buntu, disisi lain adiknya terus meminta nya untuk menikah, dan di sisi lain juga ia tidak tahu harus menikah dengan siapa. dan apa lagi ini, bayangan Aretha terus menghantui pikirannya akhir akhir ini.
" Pak ini data proyek yang anda minta"
" Terimakasih, oiya, saya minta tolong buatkan saya kopi sebelum kamu pulang " Suruh Kahfi pada asisten.
" Apa sebaiknya bapak tidak lembur untuk malam ini pak?" Tegur asistennya, Walaupun ia tidak ikut menemani bosnya untuk lembur, ia merasa kasihan pada bos-nya yang gila kerja.
" mungkin kamu benar, sebaiknya saya tidak lembur malam ini. baiklah sekarang saya akan bersiap pulang. Kamu boleh pergi" Kahfi menyetujui saran yang di berikan asistennya. Mungkin emang bener, apa sebaiknya sekarang ia pergi mencari hiburan untuk menghibur dirinya sendiri, dari pada di sini seharian.
Kahfi tidak langsung pulang, ia memilik pergi ke rumah adiknya, karena hanya khalisa tempat ia pulang selain rumah.
" Kok gak ngabarin mau kesini?" Tanya khalisa melihat Abangnya sudah ada di depan matanya.
" Emang harus ngabarin?" Tanya Kahfi balik.
" gak ngabarin juga gak papa sih, ya udah ayok masuk. " Khalisa mengajak Kahfi untuk masuk dan menyuruh Kahfi membersihkan dirinya.
" Siapa sayang?" Tanya Gus Yusuf melihat istrinya baru saja masuk ke dalam kamar.
" Bang Kahfi mas, mas gak papa kan aku pinjemin baju mas untuk bang Kahfi?"
" iya gak papa sayang. Biar mas yang kasih. Kamu siapin makan malam buat bang Kahfi ya"
" Iya mas"
Sekarang mereka tengah duduk di meja makan, kedua pasutri itu melihat Kahfi sedang makan malamnya yang di siapkan Khalisa tadi.
" Kami udah makan bang " Jawab Gus Yusuf, benar adanya.
" Abang baik-baik saja kan ?"
" emang Abang terlihat sakit'?'
" Gak juga sih, tapi aku heran kenapa malam Abang datang kemari" tumben sekali abangnya mampir di jam segini.
" Tadinya Abang mau lembur, tapi gak jadi. Mau pulang kerumah sepi, bik nur pasti udah tidur. Abang ke sini biar gak ngerasa kesepian aja. Gak masalah kan Abang ginep malam ini disini?"
" Abang sering lembur ya?" tanya khalisa memperlihatkan wajah lelah Kahfi.
" Ya mau gimana lagi dek, perkejaan Abang numpuk, tapi kamu tidak perlu khawatir. Mungkin tiga kali atau empat kali lembur perkejaan Abang beres. " Khalisa menganggukkan kepalanya.
" Hmm Abang harus jaga kesehatan, Kalau perkejaan sudah selesai, usahakan jangan lembur. "kata Khalisa khawatir dengan kesehatan abangnya.
" Iya dek, Abang rutin cek kesehatan kok, kamu tenang saja. " Jelas Kahfi, emang benar adanya Kahfi selalu rutin cek kesehatannya dan ia selalu mengonsumsi vitamin.
Disisi lain, Ar sedang makan malam dengan sang ayah, Jordan selalu ada ketika malam. Tapi setelah malam ia akan kembali ke ruang kerjanya mengurus pekerjaannya.
" Yah. ayah ada waktu gak?" Ar menghentikan aktivitas makannya, ia melihat sang ayah penuh harapan.
" Ada apa? " Tanya Jordan melihat Ar, baru pertama kalinya Aretha mengajak Jordan berbicara seperti ini setalah ia Kembali ke rumah ini.
" Ar, mau ngomong sesuatu sama ayah. Tapi kalau ayah sibuk lain kali dah" Ar kembali melanjutkan aktivitas makannya, dengan wajah sedikit masam. tanpa mendengar jawaban ayahnya, Ar sudah tahu jawabannya.