
Kahfi pulang dengan perasaan penuh penyesalan, dia sangat menyesal karena telah membentak khalisa. Pasti sekarang adiknya sangat kecewa dengan dirinya tadi, selain bersalah pada Khalisa, Kahfi juga merasa bersalah pada ke dua almarhum orang tuanya.
Sebelum kembali tadi, ia juga pergi berziarah ke makam sang Abi dan mencurahkan isi hatinya, dan meminta maaf karena telah membentak Khalisa tadi. Ia sudah berjanji untuk menjaga sang adik, tapi apa hari ini? Ia membentak nya dengan sangat keras hanya karena merasa tidak di hiraukan.
" Maaf kan Abang " lirik Kahfi, ia menyalakan mesin mobilnya dan melaju pergi meninggalkan lingkungan pondok.
.
.
" nak ikut ayah ke ruang kerja" kata Jordan, sebelum berangkat ke kantor. Aretha menurut saja, dengan baju tidur yang masih menempel di tubuhnya Aretha memasuki ruang kerja yang sangat jarang ia masuki.
" ayah mau bicara apa?" bukan tanpa alasan Aretha bertanya seperti itu, pasti sang ayah akan membicarakan sesuatu yang penting. kalau tidak penting sang ayah tidak akan mengajaknya berbicara di ruang kerja ini.
Jordan memberikan amplop coklat itu pada Aretha " buka lah" suruh Jordan dengan muka yang sangat serius, Aretha sampai bisa menebak kalau isi amplop ini sang penting sampai sampai ayah sangat serius membahas ini.
" ini CV bang Kahfi?" tanya Aretha keheranan, untuk apa ayah memberikan ini. Aretha melihat sang ayah dan menunggu penjelasan.
" Baca dan berikan jawaban mu" kata Jordan serius. Aretha kembali melihat CV Kahfi, dan membacanya.
" Apa maksudnya ini ayah?" tanya Aretha setelah membacanya semuanya, bukan nya Aretha bodoh atau apa, hanya saja ia tidak yakin dengan apa yang ia pikirkan setelah membaca CV itu.
Deg
" Ayah? " panggil Aretha tidak tahu harus menjawab apa, apa pria yang di maksud ummi Salma waktu itu adalah Kahfi.
Jordan menghela napas dan menyandarkan tubuhnya di kursi kebesarannya " Ayah akan mendukung semua keputusan yang kamu ambil." Jordan tersenyum menyakinkan Aretha Kalau dia berada disini sang anak.
Aretha hanya tercengang mendengar apa yang di ucapkan sang ayah, di sisi lain ia tidak bisa ingin menikah muda dan di sisi lain ia sudah mengiyakan apa yang di katakan ummi salma.
" apa kalau Aretha mengatakan ingin menjalani ta'aruf ini, apa ayah akan menyetujuinya? " tanya Aretha ragu.
" tentu saja, ayah akan mendukungnya. Apa pun keputusan mu, ayah ingin melihat mu bahagia " kata Jordan membuat hatinya sendiri pilu, jika Aretha menyetujui ta'aruf ini maka ia harus bersiap berpisah dengan sang anak.
cukup lama Aretha terdiam, kemudian ia mengangkat kepalanya menatap sang ayah " Aretha mau ayah menjalani ini semua" jawab Aretha penuh keyakinan.
Jordan kembali tersenyum mendengar jawaban Aretha " Baiklah, jika itu mau mu ayah tidak akan mencegah mu. buat CV seperti itu dan berikan pada ayah, ayah akan memberikannya nanti pada Kahfi. " Aretha mengangguk kepalanya.
" ayah harus pergi ke kantor " bangun dari duduknya " apa kamu tidak ingin memberikan pelukan pada ayah mu?"tanya Jordan berdiri di samping Aretha.
" tentu, aku akan memberikannya. " Aretha memeluk sang ayah penuh kebahagiaan. Kehangatan yang hilang di keluarganya kembali terbentuk lagi, dan semoga dengan kehadiran Kahfi di dalam hidup mereka bisa menambah kehangatan keluarga mereka lagi.