Khalisa Humaira

Khalisa Humaira
63



" gimana tadi pertemuan nya?" tanya ummi salma, mereka tidak langsung menjawab, terutama Kahfi. " ada masalah?" ummi Salma melihat ke arah Gus Yusuf, khalisa dan Kahfi secara bergantian.


" Alhamdulillah lancar ummi" Jawab Kahfi tersenyum.


" syukurlah."


Mereka kembali berbincang, baik membahas tentang kelangsungan ta'arufan Kahfi dan yang lainnya.


" Abang mau nginep di sini?"


" Gak, Abang pulang saja. Ada dokumen yang harus di siapkan untuk besok." jawab Kahfi " kalau begitu Abang pulang dulu, assalamualaikum "


" Ya, masa udah pulang aja. ini masih sore lho bang " ucap khalisa tidak merelakan kepulangan Kahfi. ingin sekali Khalisa meminta bantuan apa sang ummi, tapi sayangnya sang ummi tidak ada disini, di karenakan ada kelas sore.


" Pulang setelah makan malam saja bang" timpal Gus Yusuf mendukung keputusan istrinya.


" Abang gak bisa, maaf. " Kahfi mengelus kepala khalisa " masa udah mau punya anak manjanya gak hilang" kata Kahfi.


" Walaupun aku sudah punya anak nanti, aku akan tetap manja ke Abang!!" kata Khalisa penuh tekanan.


" iya iya dah, kamu tetap kamu." gemas Kahfi " tapi maaf, aku tidak bisa menginap, sekarang aku harus pergi. " ucap Kahfi lagi dan melihat jam nya seperti di kejar waktu.


" Ya udah, tapi Abang harus janji, harus jaga kesehatan, jaga pola makan, jangan terlalu capek. Masa mau nikah tapi masih sibuk terus, nanti Aretha mundur lho kalau tahu Abang seperti ini"


" iya. Untuk calon kakak ipar mu itu, Abang akan pasti dia tidak akan mundur" kata Kahfi " kalau begitu Abang pulang, assalamualaikum " pamit Kahfi dan mencium kening khalisa.


" waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh" Jawab keduanya, Gus Yusuf mengajak Khalisa untuk istirahat di kamar.


" kenapa aku harus meminta waktu. Padahal aku ingin sekali menjadi miliknya seutuhnya. Astaga aku bisa gila" Ucap Aretha sendiri, ia sendiri mencintai Kahfi, tapi entah mengapa mulutnya berkata seperti itu tadi.


" aku harus berbicara sama ayah, semoga saja ayah bisa memberikan ku solusi." Aretha berharap setelah berbicara dengan sang ayah bisa mempermudahkan dirinya mengambil keputusan.


Malam harinya, khalisa dan Gus Yusuf memutuskan untuk menginap di ndalem. Sekarang semuanya sudah ada di meja makan, seperti bisa merasakan makan dengan tenang.


" sayang, makan yang banyak" kata ummi Salma menambahkan lauk pauk di piring khalisa.


" Yusuf gak di kasih juga ummi?" tanya Gus Yusuf cemburu.


" Astaga anak ummi ini" ummi Salma hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah sang anak " Makan yang banyak ya, sebentar lagi anak ummi akan jadi seorang ayah"


" terimakasih ummi" tersenyum bahagia.


" ummi, Abi gak?" tanya Ismail, ternyata laki laki yang sudah berumur itu juga ingin di perhatikan seperti anak dan menantunya.


" Masya Allah " ucap ummi Salma gemas " ini untuk suamiku yang tampan, makan yang banyak, agar tubuh mu kuat karena sebentar lagi akan menjadi kakek"


" terimakasih istriku sayang " ucap Ismail tanpa menghiraukan Gus Yusuf dan Khalisa, ummi Salma yang mendengar itu tersimpu malu.


" Cie, ummi. " goda Gus Yusuf dan Khalisa. " ummi, juga harus banyak makan, soalnya kan ummi juga mau jadi nenek" kata Gus Yusuf.


" Ya, ummi harus banyak makan. Biar sehat " timpal Khalisa.


" sekarang makan, biar kita sama sama sehat " kata Ismail, membuat mereka semua tersenyum dan memakan makanan mereka.