
Kedua laki-laki beda usia ini asik saling bertukar cerita, mereka sampai melupakan wanita yang sedang ada di dalam kamar. Baik Gus Yusuf dan Kahfi terus saling berbagi pikiran.
" Mas makanannya mana?" Tanya khalisa datang dengan sangat kesal, ia mengira Suaminya akan pergi atau membuatkannya makanan.
" makanan? " heran Gus Yusuf, melihat kearah Kaka iparnya. apa dari tadi istrinya menunggu makanan dari dirinya, kalau ia mati lah dia.
" iya makanannya mana? Bukannya tadi mas mau ngambil aku makanan?" Khalisa menatap suaminya dengan tatapan tajam.
" ah iya, mas lupa sayang. Mas ambil dulu ya " Kata Gus Yusuf, beranjak dari dulunya.
" Tidak usah, aku bisa sendiri. " kata Khalisa kesal, ternyata Suaminya bukannya mengambilkan makanan untuknya melainkan ia sedang asik mengobrol dengan Abangnya.
" Mas ambilin" Gus Yusuf menarik tangan khalisa dan menyuruhnya duduk. " tunggu disini, mas ambilin" kata Gus Yusuf dan berjalan menuju dapur. Kahfi yang menyaksikan itu hanya bisa terdiam melihat adik dan adik iparnya.
" Kenapa lihat aku kayak gitu?" Tanya khalisa melihat ke arah Abangnya.
" Abang lihat ada yang beda dari kamu? Kamu sehatkan?" Tanya Kahfi, entah berbeda dari mana yang di maksud Kahfi, tapi melihat sikap adiknya yang seperti ini membuat dia berpikir apa ini beneran khalisa Humaira yang ia kenal.
" Beda apanya? " tanya khalisa balik.
" beda aja, apa di rumah kamu juga melakukan hal ini pada suami mu?"
" Melakukan apa? Abang aneh, pertanyaan ya gak jelas. " Kata Khalisa cemberut, sudah dibuat kesal dengan suaminya sekarang abangnya menanyakan sesuatu yang tidak jelas.
" sayang ini mas bawakan salad. " Kata Gus Yusuf membawa tiga porsi salat. Bukan hanya membawa untuk istrinya, Gus Yusuf juga membawa untuk dirinya dan juga kakak iparnya.
" Aku mau martabak mas" rengek khalisa " aku gak mau salad " timpal khalisa lagi.
" Tadi mas sudah minta tolong sama bik nur untuk beliin bahan untuk membuat martabak. jadi makan ini dulu ya, nanti mas bikinin martabak " kata Gus Yusuf menyuapi istrinya.
"Ribet banget sih, tinggal makan aja. " Sindir Kahfi sambil mengunyah salad nya. Sementara khalisa yang merasakan rasa salat itu membuat ia berbinar, ia langsung merebut salat yang ada di tangannya Suaminya.
" Aku makan sendiri " Kata Khalisa memakan salad itu dengan lahap.
" Pelan-pelan sayang, tukan belepotan." Gus Yusuf membersikan bekas salad di pinggir bibir istrinya dengan jari jempolnya.
" Hehe maaf mas. " kata Khalisa. " Kamu gak makan salad nya" tanya khalisa baru saja menghabiskan salad nya.
" Ini mau makan" Kata Gus Yusuf, meraih mangkok berisi salad tersebut, namun istrinya lebih dulu mengambilnya. " Kok di ambil sayang?" Tanya Gus Yusuf polos.
" Buat aku aja ya mas, aku belum kenyang." Kata Khalisa dan langsung melahap salad itu. Gus Yusuf hanya bisa menelan ludahnya sendiri.
" oh gak pa-pa sayang. Kamu makan aja." Kata Gus Yusuf mengalah, walaupun ia juga ingin memakan salad tersebut, tapi lebih baik ia mengalah saja.
" Dek, kasian Suamimu. Dia belum makan lho itu salad nya. minimal suapin kek" Kata kahfi.
" Mas mau juga?" Tanya khalisa dengan mulut terisi penuh dengan salad, Gus Yusuf menganggukkan kepalanya. Khalisa memperhatikan mangkok tersebut yang sudah kosong karna dirinya. lagi-lagi Gus Yusuf hanya bisa menelan ludahnya sendiri, sedangkan Kahfi melongok melihat adiknya yang sangat rakus. Bagaimana tidak melongok, mangkuk nya saja belum setengah sedangkan adiknya sudah menghabiskan dua mangkuk sekaligus.
***
Entah berapa lama kedua laki-laki ini menghabiskan waktu di dapur, mereka tidak seperti laki-laki pada umumnya yang anti pada perabotan rumah tangga, Keduanya terlihat sangat kompak dalam membuat martabak dan sangat cekatan.
" Aku juga gak tahu bang, bentar aku tanya dia dulu, biar kita tidak kena marah. " Kata Gus Yusuf, sudah cukup hari ini istrinya membuat dirinya dan juga Kakak iparnya menjadi sasaran amarah gak jelas istrinya.
" Sayang, tolong buka pintunya sebentar" Kata Gus Yusuf mengetuk pintu kamar istrinya. Ya, karena keinginannya tidak kunjung di wujudkan khalisa memiliki mengurung diri didalam kamar. " Sayang, mas masuk ya." Gus Yusuf membuka pintu ya kebetulan tidak di kunci dari dalam.
" Sayang, martabak ya sudah jadi. Kamu mau pakai toping apa? " tanya Gus Yusuf lembut.
" Mau coklat " Jawab Khalisa tanpa melihat suaminya, ia terus fokus pada laptopnya.
" mau makan di sini, atau di meja makan?" Tanya Gus Yusuf lagi.
" disini aja" Jawab Khalisa dan jarinya sibuk mengetik di keyboard.
" Tunggu ya" Gus Yusuf mencium kepala istrinya dan kembali ke dapur.
Sementara di dapur Kahfi sudah puas makan martabak buatannya, dan tak lupa mengabadikan momen ya.
" Jadi mau toping apa?" Tanya kahfi pada adik iparnya.
" cokelat bang" Gus Yusuf langsung menambahkan toping sesuai yang di inginkan istrinya. Tidak butuh waktu lama, martabak sesuai pesanan istrinya siap di sajikan.
" Akhirnya jadi juga, Segera bawakan dia. Aku mau ngecek kerja dulu" Kata Kahfi menepuk pundak Gus Yusuf, dan pergi meninggalkannya.
***
Sementara khalisa di kamar, mendengar pintu tertutup khalisa juga menutup laptopnya, ia merebahkan tubuhnya dan memilih bermain ponsel.
" ini sangat membosankan, Berdiam diri mengerjakan tugas seperti ini sangat melelahkan. Rasanya ingin sekali menghirup udara segar di luar sana"
" aku ingin berlibur" kata Khalisa menatap langit Kamarnya. " perut ku rasakan ingin makan sesuatu. kenapa mas Yusuf lama sekali " kata Khalisa.
" Lama ya?" Kata Gus Yusuf datang membawa martabak buatannya dan juga Kakak iparnya. " Maaf kalau mas lama, tapi sekarang kamu sudah bisa menikmati martabaknya Sayang. " Gus Yusuf tersenyum penuh cinta.
" sedikit lama, tapi tak apa. Ini pasti enak, aku mau mas menyuapi aku" Kata Khalisa manja.
" Dengan senang hati sayang. " Gus Yusuf mengambil potongan martabak itu dan menyuapi istrinya " bagaimana? Enak?" Tanya Gus Yusuf melihat istrinya seperti sangat menikmati martabak manis itu.
" ini enak sekali mas, Apa ini benar buatan kalain. Rasanya seperti martabat yang di jual, apa mas tidak memiliki niat untuk manjadi penjual martabak saja. "
" ada-ada saja, Pekerjaan mas sudah banyak. Tapi kalau istri ku ini yang meminta untuk di buatkan lagi, aku siap dua puluh empat jam." Kata Gus Yusuf.
" Wah bener kah, Terimakasih mas. Mas aaa" Khalisa memberikan potongan martabak itu pada suaminya, mereka menikmati martabak itu berdua. kemesraan mereka seperti tidak akan pernah pudar sampai sampai kapanpun.
" mas aku mau jalan-jalan, setelah ini" Kata Khalisa setelah menghabiskan martabak manis.
" Mau kemana?" Tanya Gus Yusuf, ia sengaja memberikan pilihan pada istrinya Agar tidak ada masalah setelah ini.
" aku mau ke taman, ke danau. intinya aku mau menghirup udara segar" Kata Khalisa, dan itu setujui suaminya.
" Ya udah, siap-siap nggih. " kata Gus Yusuf menyuruh istrinya untuk bersiap, sedang ia membereskan berkas martabak tersebut.