
Selesai mengajar Gus Yusuf kembali ke ndalem, tepat pukul sepuluh. waktu istirahat ini ia gunakan untuk berpamitan dengan mertua dan Kakak iparnya.
" Apa sebaiknya Abi dan bang Kahfi pamit dulu sama Khalisa?" tanya Gus Yusuf, takut istri nanti akan kecewa.
" Tidak perlu nak, Abi tidak mau menggangu sekolahnya. " Jawab Akmal " Abi titip putri kesayangannya Abi ya nak, Abi percaya kau bisa membimbing dia kejalan yang benar "
" Terimakasih Abi, sudah mempercayai Yusuf untuk menjadi suami putri Abi, Yusuf akan berusaha menjadi suami yang baik untuk istri Yusuf"
" terimakasih nak, kami pamit. "
" Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh "
" waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh " Jawab Ismail, Salma dan juga Yusuf. Setelah kepergian Akmal dan Kahfi, Gus Yusuf kembali ke pesantren untuk mengajar lagi.
***
Makan siang tiba, terlihat Gus Yusuf mengintip istrinya yang sedang makan siang bersama dengan teman temannya, niat awalnya ia ingin mengajak istrinya untuk makan siang bersama tapi ia urungkan.
" Dari mana saja nak?" Tanya ummi Salma melihat Gus Yusuf kembali selesai makan siang.
" Dari pesantren ummi"
" Ya ummi tahu, kamu sudah makan?" Gus Yusuf menggelengkan kepalanya " Ya udah, ummi siapin dulu ya"
" Gak usah ummi, aku bisa sendiri." Tolak Gus Yusuf karena tidak mau merepotkan sang ummi.
" Baiklah, ummi pamit ke kamar dulu"
Bukannya langsung ke dapur untuk makan, Gus Yusuf malah pergi ke kamarnya dan keluar ketika azan ashar terdengar. Gus Yusuf langsung menuju ke masjid pesantren untuk melakukan sholat ashar.
" Humaira" Panggil Gus Yusuf ketika melihat istrinya sedang sendiri.
" Assalamualaikum warahmatullahi" ucap khalisa menundukkan kepalanya.
" waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh" Jawab Gus Yusuf salting, kenapa ia bisa lupa mengucapkan salam terlebih dahulu. " Kenapa kamu berdiri di sini?" Tanya Gus Yusuf..
" Nunggu Tia Gus, lagi ke kamar mandi. "
" Aku kira.. kamu menunggu ku" kata Gus Yusuf, menggoda istrinya.
" Assalamualaikum Gus " Ucap Tia baru selsai dari kamar mandi.
" Waalaikumsalam warahmatullahi " Jawab Gus Yusuf datar, tidak seperti tadi ketika menjawab salam istrinya.
" Kok... Gus ada disini?" Tanya Tia melihat dua si Joli ini berganti.
" Saya ingin menyampaikan pesan ummi, Nanti malam khalisa di suruh ke ndalem" Kata Gus Yusuf, melihat ke istrinya penuh harapan.
" Terimakasih Gus, saya akan kesana" Jawab khalisa.
" Kalau begitu saya pamit, assalamualaikum" Gus Yusuf meninggalkan Khalisa dan Tia dengan senyum bahagia, Ia bahagia karena istrinya akan datang ke ndalem nanti malam.
ummi Salma tidak pernah menyuruh Gus Yusuf untuk menyuruh khalisa ke ndalem nanti malam, ini hanya akal-akalan Gus Yusuf saja agar ia tidur di temani istrinya.
" Apa kamu akan menginap lagi di ndalem?"
" kurang tahu, lihat nanti saja. "
Mereka kembali ke kamar mereka bersiap untuk mengikuti ngaji sore yang biasa di sampaikan oleh ummi Salma langsung.
Selesai ngaji khalisa langsung mempertanyakan perihal yang di sampaikan Gus Yusuf, apa Bener ummi Salma menyuruhnya untuk ke ndalem atau hanya akalan suaminya saja, Khalisa sedikit curiga dengan tatapan suaminya tadi.
" Assalamualaikum ummi"
" waalaikumsalam warahmatullahi, apa nak?" jawab ummi Salma lembut.
" Siapa yang menyuruhmu untuk ke ndalem nak?"
" Kata Gus Yusuf, ummi." Ummi Salma tersenyum geli mendengar jawaban menantu ini.
" Ya sudah kalau begitu datang lah ke ndalem nanti malam, banyak yang ingin tunjukkan pada mu "
" Banyak ya ummi, kalau begitu bolehkan khalisa membawa buku, karena besok ada ujian lisan ummi."
" Iya nak, bawa semua yang kamu perlukan. "
" Terimakasih ummi, khalisa pamit. mau lanjut piket. " Ummi Salma menggunakan kepalanya.
" Astaga Yusuf, ummi tidak menyangka kau akan menjual ummi mu seperti ini" Gumam ummi Salma tidak percaya apa yang telah putranya lakukan.
Sesampainya di ndalem ummi Salma melihat Gus Yusuf dan Ismail sedang berbincang di ruangan tengah.
" assalamualaikum"
" waalaikumsalam warahmatullahi"
" Mas, tahu gak menantu kita kesini lho nanti malam" Kata ummi Salma melihat ke arah putranya.
" oh iya, bangus dong" jawab Ismail melihat putranya yang sedang menunduk kepalanya. " Iya kan Gus?"
" Iya.. Abi..." Jawab Gus Yusuf gugup.
" Ummi punya ide, gimana kalau Khalisa kita jadikan abdi ndalem saja, biar nama ummi gak di jual lagi"
" Di jual lagi?"
" Iya mas, tadi khalisa minta izin membawa bukunya ke ndalem, katanya ummi nyuruh dia ke sini tapi ummi gak menyuruhnya ke ndalem lho. " Ismail paham apa yang di maksud istrinya.
" Gimana nak? apa sebaiknya Khalisa di jadikan abdi ndalem saja biar kejadian ini tidak terjadi lagi?"
" Gimana baiknya saja Abi " Jawab Gus Yusuf tersenyum kaku. " aku ke kamar dulu Abi ummi" Gus Yusuf pergi ke kamar untuk menghindari ummi dan abinya, terlebih ia juga sangat malu.
Sedangkan ummi Salma dan Ismail melihat tingkah anaknya hanya bisa tersenyum bahagia.
" Malu bangettt" Kata Gus Yusuf menutup mukanya dengan bantal. " Bener kata ummi, apa sebaiknya Humaira di jadikan abdi ndalem saja, biar semuanya berjalan dengan baik."
" Sepertinya ini yang terbaik, aku akan bicara kan ini dengan dia nanti malam." kata Gus Yusuf, ia tidak bisa seperti ini terus menerus, ia harus menbicara ini semua secepatnya agar ia tidak lagi menjual nama umminya untuk menyuruh istrinya datang ke ndalem.
Malam harinya, khalisa ke ndalem seperti yang di katakan gus Yusuf padanya tadi sore. dan sekarang ia sudah ada di dalam kamar Suaminya, khalisa sudah tahu kalau yang sebenernya ummi Salma tidak memintanya untuk datang, melainkan suaminya lah yang menyuruhnya.
" Hehehe maaf, Kamu tahu kan, kita sudah menikah selama satu tahun. tapi kita baru ketemu beberapa hari ini" Ucap Gus Yusuf lembut. " Rasanya ingin selalu berdekatan dengan mu, semenjak akad nikah itu terjadi aku sudah menutup hatiku untuk siapapun, dan ku isi dengan nama mu"
" dan setelah melihat Poto mu, Aku benar-benar jatuh cinta padamu, walaupun hanya melihat dari Poto saja. Dan setelah melihat mu secara langsung membuat diriku tidak ingin jauh dari mu. "
khalisa di buat salting dengan perkataan Suaminya, Pertama kalinya ia mendengar ungkapan seorang pria untuk nya.
" By, Aku bersyukur karena kamu merasakan hal yang sama dengan ku" Ucap khalisa membalas tatapan suaminya.
cup
Gus Yusuf mencium bibir istrinya dengan lembut, khalisa yang mendapatkan ciuman seperti itu hanya bisa terdiam dia tidak tahu harus melakukan apa.
" Aku akan mengajari mu" Gus Yusuf mencium bibir istrinya perlahan namun pasti " Lakukan seperti ini"
perlahan khalisa mengikuti pergerakan bibir suaminya, ciumannya mereka terus beradu satu sama lain sampai Keduanya seperti orang yang ke habisan nafas.
" Maaf" Ucap Gus Yusuf memeluk istrinya. jantung ke duanya berdebar satu sama lain, dan mereka sama sama merasakan debaran jantungnya.