
" aku akan perjalanan bisnis ke luar negeri, paling lama mungkin satu bulan lamanya" Jawab Kahfi, kenapa ia bisa lupa kalau minggu depan ia ada perjalanan bisnis. Entah, wanita memang bisa membuat laki-laki lupa dengan segalanya.
" aku ingin menghalalkan mu secepatnya, tapi kita menikah untuk bersama bukan untuk berpisah. " Ya, Kahfi menginginkan hal yang sama, tapi tidak mungkin ia menikah Aretha sekarang, dan esoknya pergi meninggalkannya.
" Sampai kapan pun, aku akan siap menunggu mu. " jawab Aretha, mengerti kondisi Kahfi. Ia juga tidak ingin menikah, lalu di tinggal pergi setelah akad. itu tidak lucu, bisa-bisa dia jadi bahan olokan sahabatnya.
" Terimakasih, aku janji akan segera menghalalkan mu" ucap Kahfi menyakinkan.
" tidak perlu menjanjikan apa pun, anggap saja Allah memberikan kita waktu untuk saling memantaskan diri untuk menjadi suami istri. dan menyimpan kan diri dari segi apa pun itu "
Kahfi tersenyum mendengar Aretha, rasanya ingin hari ini juga ingin menghalalkan tapi sudah lah. Benar kata colon istrinya, mungkin mereka di beri waktu untuk mempersiapkan diri dari segi apa pun itu, terutama mental.
" Kalau begitu, aku pamit. "
" iya, hati-hati di jalan. "
" assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh "
" waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh "
Keduanya sama-sama undur diri, sebelum Aretha pergi, ia melihat ke arah khalisa dan pamit pergi tanpa bicara.
" Cie, tadi bicara apa? serius amat" Kata Khalisa kepo, ada rasa iri, kenapa dulu ia tidak seperti itu. Tau-taunya udah halal saja. Tapi inilah perjalanan percintaannya.
" kepo, ayok pulang" Kahfi tidan mau menjawab sang adik. Karena jika di jelas, Entah tanggapan apa yang akan di berikan adiknya ini.
" tanpa Abang kasih tahu pun aku tahu" Jawab khalisa, tanpa mendengar jawaban Kahfi pun khalisa bisa menebak apa yang kedua insan yang otw halal ini bicara.
" kalau aku bener, Abang harus beliin aku siomay di sebrang jalan ya"
" Ya, Abang beliin "
" Aretha pasti ngajak Abang nikah ka?" Kahfi menyipitkan matanya, kenapa adiknya tahu, apa sebelumnya Aretha memberi tahu ya " bener kan? Beliin aku siomay "
" kok kamu bisa tahu?" tanya Kahfi penasaran. apa jangan-jangan calon istri memberi tahu khalisa lebih dulu.
" tahu lah, kan Aretha pengen punya anak. Terus aku suruh deh di nikah cepet-cepet biar bisa buat anak sama Abang " Jawab khalisa dengan polosnya.
Tak
Kahfi menyentil dahi khalisa, astaga sejak kapan adiknya berbicara sevulgar ini. Sungguh Kahfi tidak pernah menyangka ini. Mungkin ini pengaruh karena dia lebih dulu mengenal kehidupan rumah tangga.
" apa sih bang, kenyataan memang seperti itu." kata Khalisa tidak terima kening yang selalu di cium suaminya di jitak seperti ini. " aku aduin suamiku " kata khalisa cemberut.
" mentang-mentang punya suami" kata Kahfi, tapi ia juga penasaran apa yang akan di lakukan suami adiknya ini nantinya.
" itu gunanya punya suami, kalau ada yang ganggu tinggal lapor" Kata Khalisa.
" Terserah kamu lah, tapi beneran Aretha bilang gitu sama kamu?" kata Kahfi penasaran..
" dih kepo, tanya aja langsung sama calon istrinya. Biar bisa cepat di halalin" Kahfi menghela nafas berat, sudahlah mungkin ini efek dari kehamilan.