Khalisa Humaira

Khalisa Humaira
52



Seperti biasa, setiap sore Aretha akan selalu datang ke ndalem untuk belajar, setelah selesai belajar ummi salma mengajak Aretha berbincang-bincang ringan, tapi kali ini ummi Salma terlihat sangat serius.


" ummi Kenapa?" sejak tadi ummi Salma tersenyum ke arahnya membuat dirinya sedikit tidak nyaman, apa pakaian yang ia kenakan ada yang berlebihan atau ada sesuatu yang lucu pada dirinya ini.


" gak papa nak." Bukannya tenaga mendengar jawaban ummi Salma, Aretha justru semakin salah tingkah, karena lagi-lagi ummi Salma tersenyum.


" kamu ada acara setelah ini?" Aretha menggelengkan. " nak, ummi mau nanya sama kamu, kalau ada yang mengajukan ta'aruf ke ummi untuk mu, apa kamu mau menerimanya?"


Deg


" Kalau itu Aretha kurang tahu ummi, tapi jika ummi menyuruh Aretha untuk menerima insyaallah, Aretha percaya dengan pilihan ummi. "


Entah dari mana kata-kata itu, tapi yang pasti itu keluar dari mulut Aretha. apa Aretha melupakan perkataannya dulu, yang tidak mau menikah muda?.


" Apa kamu yakin nak?" Aretha mengangguk, dan membuat senyum itu lagi-lagi terukir di bibir ummi Salma.


" besok atau lusa, ummi berikan kamu CV nya. apa pun Jawabannya nanti ummi siapa mendengarkannya. "


.


.


.


" assalamualaikum, sayang kamu dimana?" ucap Gus Yusuf setelah memasuki rumah.


" waalaikumsalam mas, aku lagi di dapur mas" Teriak khalisa, ia sedang sibuk menggoreng pisang goreng.


" kamu buat pisang goreng? kenapa gak nitip di mas, biar mas belikan tadi."


Biasanya istrinya pasti meminta dirinya untuk membelinya pisang goreng di seberang jalan yang tidak jauh daru rumah mereka ketika ia hendak pulang.


" Aku lagi mau makan buatan sendiri mas, coba mas cicipi. Enak loh "


Gus Yusuf duduk di kursi makan dan mencicipi pisang goreng buatan istrinya,. Sedangkan Khalisa melihat suaminya menunggu, apalah pisang goreng buatan enak atau tidak.


" enak banget, pinter banget istriku ini bikinnya. "


" tuh kan, siapa dulu Khalisa " ucapan Khalisa bangga pada dirinya sendiri. pertama bikin sudah enak gini, apa lagi buatnya setiap hari.


" mas mandi dulu, nanti mas makan lagi" Gus Yusuf mengecup kening istrinya dan berlalu pergi ke kamar.


" Masya Allah, ini istri siapa sih" ucap Gus Yusuf gemas mengentuh pipi istrinya. Suara yang selalu ia ingin dengan setiap saat, suara yang akan ia rindukan ketika tidak bersama.


" kan aku istri kamu mas" jawab khalisa semakin membuat suaminya gemas.


Cup


" mas, kenapa di cium sih "


" kenapa gak mau di cium sama suami sendiri"


" bukan begitu tapi"


Cup


Cup


Cup


" gak ada alasan apa pun, kamu istriku. Kami tidak boleh menolak ku!!" Kata Gus Yusuf tidak menerima penolakan.


" iya iya. Tapi bentar lagi isya mas, harus uduk lagi dong"


" emangnya kenapa kalau wudhu lagi?"


" dingin" Gus Yusuf memeluk istrinya.


" hangat kan? " kata Gus Yusuf tersenyum penuh arti, dan Khalisa tahu arti senyuman suaminya itu.


" sekarang ayok wudhu, terus kita solat isya dan sholat dua rekat untuk ritual malam kita " mendengar ucapan suaminya membuat pipi khalisa merah, tapi seperti kata suami ia tidak boleh menolak.


" iya. "


.


.


.


Terimakasih sudah mampir, maaf gak pernah up. Ada yang nungguin up saya gak ya?