
Keesokan harinya, khalisa kembali menyiapkan sarapan untuk suaminya seperti biasanya, tapi bedanya sekarang ia di bantu sama suaminya. Berbeda dengan satu Minggu yang lalu, ia di larang melakukan aktivitas, tapi Mulai hari ini ia di izinkan melakukan aktivitas yang biasa ia lakukan, Khalisa sudah membicarakan apa yang membuat dia tidak nyaman dan nyaman pada suaminya. maka dari itu Gus Yusuf mengizinkan istrinya melakukan semua aktivitasnya kembali dengan catatan tidak boleh melakukan aktivitas yang berat-berat dan berlebihan.
" Sudah duduk sana, mas yang akan membuatkan mu susu" Gus Yusuf menaruh kota susu itu.
" Terimakasih mas"
" Sama-sama sayang" Kata Gus Yusuf, dan mengecup bibir istrinya.
" ini susunya" Kata Gus Yusuf ikut duduk bersama dengan istrinya Dan memulai sarapannya. Selesai sarapan, keduanya bersama-sama membersihkan piring bekas mereka sarapan.
" Mas gak berangkat ngajar?" Tanya khalisa melihat suaminya belum bersiap-siap untuk mengejar.
" Gak sayang, mas ngajarnya nanti jam sembilan"
" Mm mas, kita kapan mau ngasih tahu ummi Abi kalau beliau sebentar lagi punya cucu" Khalisa sangat ingin memberitahu keluarganya tentang kehamilannya, tapi karena Gus Yusuf melarang khalisa pun mengurungkan niatnya.
" Hari ini juga boleh sayang, Tapi kalau kau keberatan -"
" Aku gak keberatan kok mas" Jawab khalisa, sangat antusias.
" Ya udah sekarang kita ke ndalem, kemarin aku di omelin karena selama satu minggu ini tidak mengajak mu ke ndalem"
" Apa aku juga akan di omelin?" Tanya khalisa polos, Membuat suaminya gemas melihatnya.
" Tentu saja tidak sayang, ummi pasti sangat senang. " ucap Gus Yusuf, ummi Salma akan memarahi menantunya? Itu tidak mungkin terjadi.
*****
Sesampainya di ndalem khalisa di sambut hangat sama mertuanya, Terlihat dari raut wajah ummi Salma ketika melihat ke datangan menantunya. Dengan senyuman manis dan bahagia, melihat itu khalisa hangat di hatinya, ia mengganggap mertuanya seperti ummi nya sendiri.
" ummi sangat merindukan mu, Apa suamimu melarang mu untuk kesini?" tanya ummi Salma melirik anaknya dengan mata tajam.
" Maaf ummi, karena selama satu Minggu ini khalisa tidak mengunjungi ummi dan Abi. " Kata Khalisa merasa bersalah.
" Tidak apa sayang, yang terpenting kamu sudah ada di sini" Kata ummi Salma tidak tega melihat wajah sedih menantunya. " Mbak tolong bawakan puding yang ada di kulkas ya" Kata ummi Salma ketika salah abdi ndalem membawa minuman untuk mereka.
" Wah enak nih, ummi buat puding" Kata Gus Yusuf antusias.
" Buat menantu ku, bukan untuk kamu "kata ummi Salma masih kesal pada anaknya, ummi Salma memberikan tatapan tajam pada putranya membuat Gus Yusuf sedikit menciut.
" Abi" Panggil Gus Yusuf yang melihat sang Abi yang hanya diam saja dari tadi, dan fokus pada kitab yang ada di tangannya.
" Hmm"
" Apa Abi juga masih marah?" tanya Gus Yusuf.
" Gak, lagi irit bicara."
" Huuuu" Gus Yusuf menghela nafasnya, kedua orang tuanya benar benar marah padanya karena tidak membawa istri kemari selama satu minggu. " Apa ummi dan Abi gak mau tahu gitu alasan aku tidak mengijinkan istriku kesini?" Kata Gus Yusuf berusaha mencari perhatian kedua orang tuanya.
" Memang apa alasannya?" Tanya ummi salam jengkel.
" ummi dan Abi sebentar lagi akan menjadi nenek dan kakek." Jawab Gus Yusuf, tersenyum lebar.
" Apa maksud mu?"
" Masa gak ngerti, menantu kesayangan kalian sedang mengandung " mendengar ucapan Gus Yusuf membuat kedua orang tuanya tersenyum bahagia dan terharu.
" Pantes saja kamu terlihat berisi sayang" Kata ummi Salma melihat perubahan pada menantunya.
" Selamat nak, sebentar lagi kamu akan menjadi orang tua" kata Ismail memberikan selamat pada putranya, rasa kesalnya sekarang hilang setelah mendengar kata cucu.
" Apa kalian sudah mengeceknya ke dokter?" Tanya ummi Salma.
" Belum ummi, Rencananya Minggu depan kami akan mengeceknya. " Jawab Gus Yusuf, karena jadwalnya begitu padat minggu ini.
" Kenapa tidak langsung di cek saja, Biar kalain bisa mengetahui bagaimana kondisinya. " kata ummi Salma terkesan memaksa.
" Aku belum ada waktu ummi, insya Allah Minggu depan ada jadwal kosong. "
" hari ini kalian pergi saja ke rumah sakit"
" tapi bi, Aku tidak bisa membatalkan jadwal hari ini, "
" Biar Abi yang menggantikan mu, kondisi cucu lebih penting" Kata Ismail final. Tidak bisa di bantah.
***
Khalisa dan Gus Yusuf sekarang berada di rumah sakit, Beberapa menit menunggu antrian keduanya akhirnya di panggil untuk masuk ke dalam.
Setelah dokter memeriksa khalisa dokter mempersilahkan keduanya untuk duduk dan mendengarkan penjelasan dokter terkait kondisi kandungan khalisa.
" Mbak khalisa, Kalau boleh tahu umur anda berapa?"
" saya baru genap delapan belas tahun dok, dua bulan yang lalu "
" Kehamilan anda tergolong bagus atau bisa di bilang sangat sehat, usia kandungan anda sekarang empat Minggu, dimana di usia seperti ini sangat rentan dengan keguguran. Mohon untuk menjaga kesehatan fisik dan mental anda. perlu di perhatikan, untuk tidak mengonsumsi minuman yang bersoda dan makanan setengah matang atau mentah. "
Setelah mendengar penjelasan dokter, keduanya pulang ke rumah. Khalisa kembali mengingat penjelasan dokter bahwa kehamilan di usianya sangatlah beresiko.
" ummi yakin pasti kau kuat nak" Kata Khalisa mengelus perutnya.
" Sayang ini buahnya, Mas juga bawa jasuke yang kamu inginkan " Kata Gus Yusuf masuk Mambawa Napan yang berisi buah-buahan yang sudah di potong dan juga jasuke.
" Terimakasih mas, aku beruntung banget punya suami seperti mu"
" mas juga bersyukur punya kamu sayang, ayok sekarang di makan, biar dedek bayinya sehat "
" Suapin" Kata Khalisa manja.
" Istriku ini sangat manja, manja-manja kayak gini buat mas mau cium"
" nih" kata Khalisa memberikan pipinya pada suaminya.
cup
" Sekarang yang kiri "
cup
" Kening"
cup
" bibir "
cup
" jangan menggodaku sayang, ini masih siang" ucap Gus Yusuf melihat istrinya masih memanyunkan bibirnya.
" Emang apa salahnya kalau siang mas"
" Sayang jangan mulai "
" Hehehe, Aku mau dong jasuke nya" Gus Yusuf menyuapi istrinya penuh kasih sayang.
***
" sayang, kamu dimana?" Gus Yusuf mencari Istrinya. " kamu habis dari mana?" Gus Yusuf melihat keranjang yang di bawa istri.
" Aku dari halaman belakang, jemur pakaian" Jawab khalisa, memperlihatkan keranjang yang ia bawa.
" Sayang sudah berapa kali mas bilang, biar mas yang mengerjakan itu. kalau terjadi apa sama kandungan mu bagaimana?" omel Gus Yusuf, Kenapa istrinya ini tidak mau mendengarnya.
" Iya maaf, pakaiannya juga udah kering mas, gak berat kok." kata Khalisa membela diri, karena memeng benar baju kering itu tidak seberat itu.
" Tetep saja. Itu pekerjaan mas" Gus Yusuf berkata tegas.
" Aku minta maaf ini terakhirnya aku mengerjakan ini" Kata Khalisa karena ia tahu dirinya salah, sudah berapa kali ia membatah perkata suaminya untuk tidak mengerjakan ini, tapi ia tetap mengerjakannya.
" Ya, aku maafin. tapi kalau besok lagi kayak gini. aku gak mau bicara sama kamu" ancam Gus Yusuf, agar istrinya ini menurut.
" Iya, ini terakhir kalinya. mas nyari aku ada apa?"
" Astaghfirullah, mas hampir lupa. Kita harus segera ke rumah sakit. Abi masuk rumah sakit" Mendengar kata Gus Yusuf membuat Khalisa lemas.
" Abi masuk rumah sakit"
" Sayang Kamu tidak apa-apa?" Tanya Gus Yusuf melihat istrinya lemas, ia menopang tubuh khalisa yang hampir terjatuh.
" Ayok kita ke rumah sakit mas" Kata Khalisa.
Sesampainya di rumah sakit, terlihat Kahfi menunggu di kursi yang ada di depan ruangan IGD. dengan perasan panik takut menjadi satu. Ia menutup mukanya dengan tangannya, dia Sangat menghawatirkan kondisi sang Abi.
" Abang bagaimana keadaan Abi?" Tanya Khalisa, air matanya sudah membasahi pipinya.
" dek kita berdoa saja, semoga Abi baik-baik saja di dalam sana" Kahfi berusaha menenangkan adiknya. Ia, juga masih belum menerima kabar bagaimana kondisi Abinya.
" Apa dokter belum keluar sejak tadi ?" Tanya Ismail, Kahfi menganggukkan kepalanya.
" Belum Abi, dokter masih memeriksa keadaan Abi" suara Kahfi berat.
" Semoga semua akan baik-baik saja" Kata ummi Salma.
" Sayang, tenang lah. ingat kamu sedang mengandung " Gus Yusuf terus menenangkan istrinya, karena ini bisa berbahaya untuk janin yang sedang ia kandungan..
" Iya dek, ingat kamu sedang mengandung. Kamu tanang saja abi pasti akan baik-baik saja" Kahfi menenangkan Khalisa, dia antara mereka semua yang ada di sini, khalisa lah yang memiliki kekhawatiran yang paling berlebihan.