
Hari ini, saya up dua bab sebagai permintaan maaf saya. eps 4 sudah ada ya. semoga suka 🤍
Malam ini, malam pertama pertemuan mereka bersama keluarga dan malam ini juga Khalisa tidur bersama suaminya. Jam setengah sepuluh Khalisa masih terduduk di tempat tidur, entah sudah beres kali suaminya menyuruhnya untuk istirahat.
" Ada apa? Kenapa kamu terlihat sangat gelisah?" Tanya Gus Yusuf lembut, dia juga ikut duduk di dekat Istrinya.
" Aku tidak terbiasa tidur di jam segini" Jawab khalisa meremas tangannya. Dia juga sangat gugup, ini pertama kali dia duduk dengan laki-laki yang sangat dekat selain bersama Abangnya.
" Lalu sebelum tidur, kamu selalu mengerjakan apa?" tanya Gus Yusuf mencoba membuat istrinya nyaman.
" Aku dan lainnya bisa belajar dan setelah itu berbagai cerita tentang hari ini" Gus Yusuf berdiri dan mengambil sebuah buku.
" Kalau begitu lakukan apa yang biasa engkau lakukan, ini bukunya " Khalisa menerima buku yang di berikan suaminya, Qur'an hadits.
" terimakasih Gus" ucap khalisa, walaupun buku yang di kasih suaminya, bukan mapel nya besok.
" Gus? " Gus Yusuf menatap istrinya penuh arti " Bisakah engkau mengganti panggilanmu pada ku?" suruh Gus Yusuf, sungguh ia tidak nyaman dengan panggil istrinya.
" lalu aku memanggilmu dengan sebutan apa?" Tanya khalisa, ia bingung harus memanggil suaminya dengan sebutan apa. Apa dia harus menggilnya dengan sebutan mas? Sayang?.
" mas? tidak tidak.." Gus Yusuf menggeleng kepalanya " Hubby... ah ia Hubby saja. " Kata Gus Yusuf, tersenyum. Panggilan Hubby sangat Pas untuk pengantin baru seperti mereka.
" Baiklah, aku akan memanggil mu Hubby" Jawab khalisa menunduk, mukanya memerah. Walaupun malu khalisa tetap berkata seperti itu.
" Aku ingin mendengarnya" kata Gus Yusuf, tidak sabar mendengar panggilan dari istrinya. Ini pertama' kalinya Gus Yusuf berdekatan dengan wanita.
" Mendengar apa?" tanya khalisa terus membolak-balik buku itu, ia sangat gugup.
Gus Yusuf mengambil buku yang di pegang Khalisa dan meraih tangan istrinya " Kamu memanggilku Hubby"
" Hubby" panggil Khalisa.
" Mukaku ada disini, tidak di bawah sana."
" Gus aku sangat gugup" Kata khalisa melepas tangannya dengan paksa. Khalisa tidak bisa menyembunyikan kegugupannya lagi. Rasanya jantungnya ingin keluar.
" Kenapa harus gugup?"
"Huuu... ini pertama kalinya aku duduk berdekatan dengan laki-laki selain bang Kahfi" Jawab khalisa jujur, membuat Gus Yusuf tersenyum.
" Baiklah, aku akan ke tempatku lagi" kata Gus Yusuf, ia kembali ke meja belajarnya. Khalisa melihat ke arah Gus Yusuf. " Belajarlah aku juga akan menyelesaikan pekerjaanku "
Keduanya sibuk dengan urusan mereka masing-masing. Gus Yusuf menyelesaikan pekerjaannya dan Khalisa sibuk membaca buku yang di kasih suaminya tadi.
Khalisa lebih dulu menyelesaikan bacaannya, terlihat Suaminya masih sibuk dengan pekerjaan. Pukul sepuluh lewat, tapi keduanya masih belum tertidur. biasanya khalisa akan tidur di jam setengah sebelas, bersama dengan teman-temannya.
" By, apa perkejaan mu masih banyak?" Tanya Khalisa dari tempat tidur.
" By?" Gus Yusuf menghentikan aktivitasnya, dia melihat ke arahnya istrinya.
" Hubby, Aku singkat manjadi by. tidak masalah kan?" Tanya khalisa khawatir suaminya akan marah.
" Tidak masalah. sangat tidak masalah. apa kau sudah selesai?" Khalisa menganggukkan kepalanya " kita tidur sekarang."
****
Jam tiga pagi, khalisa bangun dari tidurnya begitu juga dengan Gus Yusuf. Gus Yusuf masuk ke dalam kamar mandi untuk mengambil wudhu dan setelah itu Khalisa. setelah mengambil wudhu khalisa bingung ingin melakukan apa? ingin sholat tahajud tapi ia lupa membawa mukenah nya.
" Ada apa?" Tanya Gus Yusuf lembut.
" Aku ingin sholat tahajud, tapi mukenah ku ada di asrama" Jawab khalisa meremas ujung jilbabnya.
Gus Yusuf tersenyum dan berjalan menuju kemari. " ini mukenah nya, aku sengaja membelinya ketika aku masih di Mesir, ini untuk mu Humaira" tutur Gus Yusuf lembut..
" Terimakasih by" Gus Yusuf tersenyum mendengar panggilan istri, ternyata istrinya muda mengingat panggilan untuk dirinya.
Keduanya melaksanakan sholat tahajud berjamaah, selesai melaksanakan sholat tahajud, Gus Yusuf menatap istrinya yang tertunduk kepadanya.
" Kenapa terus menundukkan kepala?" Tanya Gus Yusuf gemas.
" Aku malu, tatapan mu membuat ku gugup" Jawab khalisa jujur.. Tatapan Suaminya sangat mesra membuat ia sangat gugup.
" Kenapa harus malu, lihat aku, suamimu. " Tatapan mereka bertemu, terkunci. " Matamu ini membuat aku jatuh cinta permata kali aku melihatnya."
Gus Yusuf menyentuh dagu Khalisa " sekarang engkau bisa melihat ku sepuas mu"
" Iya, sekarang aku bisa melihat wajah mu suamiku"
***
Di Pagi hari, selesai membantu ummi Salma menyiapkan sarapan khalisa kembali ke asrama, bersiap untuk sekolah.
" Sa, kamu semalam tidur di mana?" Tanya Dian, Tia dan juga Rima penasaran pasalnya mereka kemarin malam mencemaskan keadaan khalisa.
" di ndalem, ummi memintaku untuk menginap disana. karena kemarin malam sudah larut malam untuk kembali ke sini, jadi ummi memintaku untuk menginap saja" Jawab khalisa tenaga, untuk saja ia sudah mempersiapkan Jawab ini, karena ia sudah mendukung teman-teman akan mempertanyakan ini.
" kami kira kamu kemana. kami sangat mengkhawatirkan mu kemarin malam" Biasanya kalau Khalisa di panggil ummi Salma ke ndalem pasti ia tidak akan menginap seperti semalam.
" Maaf, membuat kalian khawatir. terimakasih. "
" Gak pa-pa. Sekarang kita berangkat. nanti kita telat. " ucap khalisa.
Sementara di ndalem, Gus Yusuf mencari keberadaan istrinya. tapi tidak ia temukan. " Kenapa nak?" tanya ummi Salma dari tadi memperhatikan putranya.
" Istriku dimana ummi?" Tanya Gus Yusuf, membuat semua orang di meja makan tersenyum mendengar nya.
" Sudah kembali ke asrama nak, mau siap-siap untuk sekolah katanya "
" Dia belum sarapan?" tanyanya lagi, lagi lagi membuat mereka tersenyum.
" Belum, keburu kesiangan. Nanti ummi siapkan sarapan untuk istri mu, nanti kasih ke dia. ada jadwal mengajar kan pagi ini?" Gus Yusuf mengangguk kepalanya.
" Ya udah kita sarapan sekarang "
Sesampainya di kelas khalisa dan Tia langsung menuju mejanya. " Kau sudah sarapan?" Tanya khalisa pada Tia.
" Sudah tadi sama yang lain." Ya, mereka akan sarapan tiga puluh menit sebelum kelas di mulai. sedangkan khalisa kembali setelah waktu sarapan.
" Khalisa, kamu di panggil sama Gus Yusuf. beliau ada didepan" Ujar salah satu teman kelasnya.
" Gus Yusuf? Ada apa sa" Tanya Tia penasaran.
" Gak tahu, aku temui beliau dulu. " Jawab khalisa keluar menemui Gus Yusuf.
" Ada apa Gus ?" Tanya khalisa berdiri di belakang suaminya..
" Gus? " ulang Gus Yusuf. membalikan badannya.
" Kita berada di tempat umum, aku takut ada yang dengar." Jelas khalisa khawatir suaminya marah.
Gus Yusuf mengangguk kepalanya paham dan ia memberikan kotak makan itu pada istrinya, khalisa. " Ini sarapan dari ummi"
khalisa menerima Tupperware itu " terimakasih Gus "
" Di dalam ada sandwich buatan ku, Jangan lupa dimakan." kata Gus Yusuf lagi. keduanya tidak lupa menjaga jarak.
" Sekali lagi terimakasih, aku akan memakannya "
" Jangan bagi ke siapa pun" Khalisa menganggukkan kepalanya mengerti. " kalau begitu aku pamit, assalamualaikum "
" Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh " Jawab Khalisa melihat punggung suaminya. Khalisa kembali ke kelas.
" wah, dapet apa dari Gus Yusuf sa? Apa itu sarapan?" Khalisa menganggukkan kepalanya.
" titipan ummi, Soalnya tadi pagi aku menolak untuk sarapan di ndalem karena takut telat. " Tia hanya be o ria.
" Wah ada sandwich, minta dong sa. " Tia ingin mengambil sandwich itu.
" Jangan, jangan ambil sandwich nya. " larang Khalisa. " kau makan nasi gorengnya saja"
" kenapa?"
" aku lagi pengen makan sandwich " Jawab khalisa, nyatanya ia tidak ingin memberikan itu karena suaminya melarangnya.