Juliana

Juliana
RUMAH SAKIT 1



Ada apa dengan Devan.batin Ilham melihat kearah temannya yang hanya terdiam namun tatapan matanya begitu dingin .saat ingin membuka suara Devan malah pergi meninggalkannya .


Devan Berjalan kearah Parkiran dia langsung masuk kedalam mobilnya dan segera Pergi meninggalkan Sekolah .


Ilham menyusul Devan tapi saat sampai di Parkiran ternyata Devab sudah Pergi .


Huft Ilham membuang Nafas Berat .


Akhirnya ilham pun memilih untuk Pergi .menyusul Devan .


Di dalam mobil Handphone Devan Terus saja Berbunyi .Dilihat Nama Yang Tertera di sana Membuat Devan Malas untuk Menjawabnya .


Tak menunggu lama Devan Sampai di depan Kantor ALEXANDERS CORP


Sampainya di depan Lobby kantor dia langsung keluar dalam mobil dan langsung di sambut oleh Orang-orang .


Devan berjalan masuk kedalam Gedung Kantor. dingin itu yang di rasakan Setiap Karyawan yang menatap Devan


Sepanjang perjalanan Tatapan memuji orang-orang melihat kearah Devan .tapi devan tak mempedulikannya dia langsung Berjalan Kearah Lift .tak lama lift langsung terbuka .dia langsung masuk kedalam dan langsung menekan angka 40 . Ruangan devan Berada di lantai 40 .


Pintu lift terbuka di sana sudah berdiri Alif dan sonya keduanya merupakan Sekretaris Devan .


"Selamat Siang Pak" ujar alif dan Sonya


Devan tak membalas sapaan Kedua sekertarianya dia langsung berjalan menuju ruangannya . Diikuti alif di belakangnya .


Sampainya di dalam ruangan.Terlihat Ruang Yang begitu luas di dominasi Warna Hitam .Devan langsung melepas jas yang ia pasang dan melonggarkan Dasi yang yerasa mencekiknya.Dia langsung duduk di kursi Kebesarannya .


"Batal kan semua Jadwal saya hari ini "ujar Devan


" tapi pak. jam 2 siang Kita ada rapat penting dengan Perwakilan dari OX corp." Ujar alif


Devan membuang Nafasnya berat .dia lupa kalau hari ini dia ada rapat penting dengan OX Corp .


"Baiklah . Selain Rapat dengan OX corp batalkan semua ."ujar devan


"Baik pak "


Devan Menyuruh Alif pergi .dia ingin sendirian saja saat ini .alif langsung pamit meninggalkan Ruangan .


setelah keluar dari ruangan Devan.alif memilih kembali ke meja .


Di rumah Juli .


"Awwwwwwwww. Sakittttttt" teriak juli kencang merasa sakit di pergelangan kakinya.


Setelah pulang sekolah juli di antar oleh vicky pulang .sesampainya di rumah.bunda sedang duduk di sofa ruang tamu sambil menonton tv .bunda terlihat terkejut saat melihat juli yang di gendong .Vicky langsung mendudukan juli di sofa. .


" ya ampun kamu kenapa Jul kok sampe di gendong sama vicky?"tanya bunda


Juli menceritakan kejadian di sekolah .


"Yaampun jul.kamu itu udah 18 tahun kenapa tingkahnya masih kayak anak kecil aja. Liat ampe biru gini "


"Maaf ya bun "


"Bunda panggil tukang urut dulu ."


Juli terus saja berteriak setiap tukang urut memegangi kakinya.rasanya sakit sekali tangannya terus mencengkram tangan vicky yang duduk di sebelahnya.


"Vick Lo nggak apa-apa?" Tanya alya menatap kearah vicky yang sedari tadi hanya diam.


satria hanya menahan tawanya. Di ambilnya sebuah toples diatas meja .


Sekitar 1 jam akhirnya kegiatan urut terlah selesai.tukang urut sudah pergi Saat ini juli sedang duduk di sofa . Dengan sebuah piring di pangkuannya .setelah di urut juli di sarankan untuk tidak banyak berjalan makanya saat ini bunda membawakan juli makanan . Termasuk ketiga teman juli bunda tadi menyuruh mereka ikut makan bersama .di sinilah mereka sedang makan bersama di ruang tamu.


"Bun .masakan bunda memang "ujar vicky sambil memberikan acungan jempol


Bunda hanya tersenyum melihat tingkah Vicky


"Iya masakan bunda emang terbaik " ujar satria mekan dengan lahap


"Bunda harus tanggung jawab kalo berat badan Alya naik .soalnya alya nggak bisa berenti ini alya udah 2 kali nambah "


"Hahaha alya kamu itu . Ada ada aja"


"Liat Vicky udah nambah 3 kali" ujar alya


Semua orang menatap vicky terkejut


"Maklum bun vicky udah lama nggak makan masakan bunda "ujar vicky


"Iya.iya kalo gitu makan yang banyak. Kamu keliatan kurusan .jadi harus makan yang banyak "


"Hehehe makasih bun ."


"Kalo gitu bunda kedapur dulu ya "pamit


Bunda meninggalkan juli dan teman-temannya . Dilihatnya juli tertawa bersama teman-temanya.bunda ikut bahagia melihatnya .bunda bersyukur juli memiliki sahabat yang begitu menyayanginya.


"Hahhhhh.kenyam banget gua "ujar satria menyenderkan kepalanya pada sofa


Alya kembali dari dapur setelah membantu bunda .


"BTW.tadi kalian kenapa lari di lapangan " tanya vicky


"Gara-gara si jesica. "jawab alya


Juli menatap tajam pada alya. Sedangkan satria hanya membuang nafas berat


Vicky menatap penuh tanya


Akhirnya satria menceritakan semua kejadian tadi .


Vicky hanya membuang nafas berat .


Mereka menghabiskan waktu untuk mengobrol.


Keesokan harinya juli tidak masuk sekolah .semalam badan juli demam jadi pagi ini bunda membawa juli ke Rumah sakit .


Sampainya di Rumah sakit juli sedang duduk di sebuah Kursi tunggu. sedangkan bundanya sedang berada di Tempat Administrasi .wajah juli terlihat pucat .dia memilih duduk kepalanya pusing di tambah kakinya masih terasa sakit .tak lama bunda menghampiri juli .


"Sayang .ini kamu makan dulu ."ujar bunda juli memyerahkan Roti yang tadi di belinya.


Juli hanya mengangguk. Mengambil roti tersebut dan memakannya .jam masih menunjukan pukul 8.30 sedangkan praktik dokter baru di mulai pukul 9.00 dilihat sekeliling sudah banyak pasien yang menunggu juli yang sudah menghabiskan rotinya .karena merasa bosan juli memilih membuka Handphone .baru menyalahkan data sudah banyak Notif masuk .juli membalas satu persatu pesan .


Saat sedang asik membalas pesan .tiba-tiba


"Atas nama JULIANA " panggil perawat


Merasa namanya di panggil


"Iya "Balas juli