Juliana

Juliana
PERTEMUAN PERTAMA



Setelah satu minggu  akhirnya juki kembali kesekolah .pagi-pagi sekali vicky sudah menjemputnya .sekaran kondisi juli sudah lebih baik walau pun masih menggunakan bantuan tongkat untuk berjalan .


Saat berjalan di sepanjang koridor sekolah semua orang menatap kearah juli .tapi juli emilih untuk tidak mempedulikannya.


Dari kejahuan juli melihat satria dan alya  sedang berlari kearahnya .


"Juleha.akhirnya loe maauk juga"ujar satria


" juli akhirnya loe masuk juga .loe tau kalo nggak ada loe kelas rasanya sepi banget ."


"Hehehe "juli hanya tertawa


Kringgg kringgggg suara bel masuk


"Kalian denger ?bel udah bunyi .sekarang mending kalian masuk "


"Biar gua anter loe ke kelas ?" Ujar vicky


"Nggak usah kan  udah ada alya .sekarang biar alya yang bantu gua ke kelas .dan kalian mending ke kelas kalian sana hus hus.nanti kalian bisa telat  masuk kelas "ujar juli mengusir satria dan vicky


"Huff yaudah loe hati hati naik tangganya "ujar vicky


Juli hanya mengangguk


Vicky satria memilih pergi kekelas masing-masing .dan alya membantu juli menuju ke kelas .sampainya di kelas


"Jul gimana kabar kamu?"tanya laras


"Gua udah baikan kok tapi emang masih pake tongkat"


"Syukur kalo kondisi loe udah mendingan ."


Saat mereka sedang asik mengobrol. Pak usman masuk kedalam kelas.


"Selamat pagi anak-anak"


"Pagi pak"


Kegiatan belajar mengajar berlangsung .


"Baik anak-anak tugas  ini akan bapak masukan sebagai  tugas praktik kalian jadi bapak minta minggu depan kalian sudah mengumpulkan tugas tersebut .kalian paham "


"Baik pak "


Tak lama bel istirahat berbunyi .Pak usman langsung pergi meninggalkan kelas .


"Kantin yuk "


Juli hanya mengangguk dibantu Alya keduanya pergi meninggalkan kelas .


Sampainya di kantin .ternyata satria dan vicky sudah menunggu mereka .alya langsung mengajak juli menghampiri keduanya .


"Lama amat sih" ujar satria


"Cihhh loe nggak liat nih "ujar juli menunjuk kakinya


"Hehehe maaf gua lupa "


"Kalian mau makan apa?"tanya vicky


"Baso sama es jeruk "ujar juli


"Sama " ujar juli


Vicky pergi untuk memesan makanan untuk kedua sahabatnya .


Saat sedang asik mengobrol .vicky sudah kembali membawa pesanan mereka


"Makasih "


"Thanks Ya "


"Hem"


Ke empatnya melanjutkan makan mereka.


Saat sedang menikmati makanannya. Seseorang perempuan  berdiri di depan meja mereka .juli yang melihatnya menjadi bingung.


"Hai ka vicky .kaka lagi ngapain ?."tanya perempuan tersebut  dengan senyum di wajahnya


"Ohhhh kaka lagi makan ."


Vicky hanya diam .tak menanggapi.sedangkan juli menatap bingung dengan sosok tersebut.dia melihat kearah vicky dan kedua temannya yang lain untuk meminta penjelasan .


" kak .kakak kenapa diem aja .kaka sariawan ?"


Masih nggak ada jawaban


"Ishhh.kak aku bawain ini buat kaka.kaka makannya soalnya ini aku sendiri yang masak "meletakan sebuah kotak bekal berwana pink .tak lupa ada sekotak jus buah


"Kalo gitu aku ke kelas dulu ya kak .jangan lupa dimakan .bye"


Perempuan itu pergi meninggalkan meja vicky .


Widihhhhh tuh cewek nggak ada kapoknya ya?"ujar satria


Juli menjadi bingung .


"Dia itu alysa anak kelas X Ipa 1 .udah seminggu ini dia terus ngejar-ngejar vicky .gua juga nggak tau kenapa ?.loe tau tuh anak udah ungkapin perasaan nya sama vicky 2 kali"


"3 kali "ujar satria


"Hah?"


"3 kali tapi vicky sok jual mahal.tapi gua salut ama tu cewek .dia nggak nyerah .tiap hari dia pasti kasih makanan kayak gini .tapi selalu di tolak  pasti yang makan tuh anak"ujar alya menunjuk satria


"Mubazir...nggak boleh buang buang makanan"


Juli menatap kearah vicky .sambil tersenyum


"Apa?"


"Enggak "


Juli membuang pandangannya menatap satria yang membuka kotak makan tersebut.


Satria langsung memakan nasi goreng tersebut .


"Emmmmm .enak" ujar satria


Alya ikut memakan nasi goreng tersebut


"Emmmm .enak banget.jul kamu harus coba"


Juli juga mencicipi makanan tersebut.


"Emmmm."


"Alysa itu udah cantik .baik.nggak cuma pinter akademis dia juga pinter masak. Emang bodoh banget cowok yang sia-siain dia" ujar satria


Vicky menatap tajam satria.


"Kalo loe mau ambil aja"


"Kalo aja  dia mau ama gua.nggak usah loe kasih tau juga gua langsung jadiin pacar  "


Ternyata seminggu tak.masuk sokalah banyak yang juli tak tahu.


Saat ini juli sedang duduk di bawah pohon di pinggir lapangan .dia sedang menikmati hembusan angin .vicky menghampiri juli.


"Ini"vicky memberikan Es krim yang tadi dia beli pada juli


"Thanks"ujar juli


" Alsya anaknya cantik ya baik lagi"


"Biasa aja"


Biasa?batin juli


" kok dia bisa ngejar elo sih ?"


"Gua nggak tau "


"Boong. Nggak mungkin loe tau ada pepatah nggak ada asap kalo nggak ada api "


"Cihhhh"


"Seriusan"


Flashback


Seminggu yang lalu .setelah mengantar juli pulang .saat sedang mengendari mobilnya .karena rumah juli dan Vicky beda arah .saat sedang melewati sekolah.dilihat suasana sekolah yang sudah sepi tak jauh disana ada seorang perempuan yang sepertinya sedang di ganggu oleh seorang  pria di lihat dari seragam yang di pakai sepertinya perempuan itu adalah murid di sekolahnya.dilihatnya sepertinya keduanya sedang berdebat .bahkan dilihatnya pria tersebut mencoba menarik tangan perempuan tersebut tapi perempuan tersebut mencoba untuk melepaskan .vicky yang melihatnya pun tak suka .dia tidak suka jika ada pria yang menyakiti perempuan baginya .seorang pria harus menjaga wanita bukan sebaliknya.vicky pun turun dari mobilnya .keduanya masih berdebat


"Brengsek lepasin nggak "ujar perempuan tersebut


"Loe jadi cewek .sok jual mahal.berapa biar gua bayar ?" Ujar pria tersebut.


Plak satu tamparan mengenai Wajah pria tersebut .cekalan tangannya pun terlepas.


"Sialan .berani banget loe tampar gua hah?"


"Loe tau gua siapa?"


"Gua bisa bikin hidup loe sama keluarga loe hancur"


Perempuan tersebut masih menatap tajam .terlihat matanya yang merah menahan amarah dan tangis


"Heh . Loe denger orang kayak loe yang cuma bisa ngancem .dan cuma bisa nindas orang nggak pantes buat di takutin .dan satu lagi. Gua nggak takut sama cowok  yang modelan nya kayak loe "


"Sialan dasar cewek"sebuah tangan sudah akan melayang untuk menampar wajah perempuan itu .tapi seketika di tahan oleh vicky .


"Elo cowok apa banci beraninya sama cewek " ujar vicky menahan tangan pria tersebut


Krakkkkkk


Ahhhhhhh"teriak pria tersebut kesakitan


"Lepas.lepas .lepasin" ujar pria itu


Vicky melepaskan tangannya


"Brengsek ."ujar pria tersebut saat tangannya sudah terlepas.dilihatnya tangannya yang sudah memerah .


"Siapa loe .nggak usah ikut campur .ini urusan gua sama pacar gua"


"Cih .lebih tepatnya mantan pacar "ujar Perempuan tersebut


"Denger ya kita itu udah putus. Jadi loe udah nggak ada hubungan apa-apa lagi sama gua."


"gua nggak mau putus "


"Cih .itu terserah loe .tapi bagi gua loe itu udah nggak ada hubungan apa-apa lagi sama gua . Jadi loe jangan ganggu gua"


"Hehehe gua tau loe itu nggak bisa moveon dari gua. Loe masih cinta kan sama gua."


"Pd gila loe. "


"Gua kasih tau .sejak hari dimana loe selingkuhin gua .di situ juga gua udah nggak ada perasaan apa-apa sama loe.dan asal loe tau gua itu udah moveon dari loe "


"Maksud loe? "


" iya .gua udah punya pacar .ini kenalin pacar gua namanya Vicky ."ujar perempuan tersebut


Vicky menatap kearah perempuan tersebut


"Heh? Loe pikir gua percaya ama apa yang loe bilang  "


"Terserah loe mau percaya apa nggak.yang jelas dia emang pacar gua.iya kan sayang   "ujar perempuan tersebut masih menggandeng tangan vicky


"Gua tau loe cuma pura-pura"


Sial nih cowok batin perempuan tersebut


CUP satu ciuman  mendarat di Pipi vicky .vicky dan pria tersebut terkejut dengan apa yang terjadi .


"Sialan ."ujar pria tersebut pergi meninggalkan vicky dan perempuan tersebut.