
Hari ini adalah akhir pekan. Sila dan Juliana sepakat untuk jalan bersama.
...Juliana...
...Sila...
📌 Gambar by pinterest
Pagi itu Sila menjemput Juliana di rumahnya.
"Wow cantiknya BESTie ku ini" ucap Sila.
Juliana hanya tersenyum menanggapi pujian dari gadis di depannya ini.
"Kita mau kemana hari ini" tanya Juliana.
"Ada deh, kejutan untukmu sayangkuh" jawab Sila.
Juliana tersenyum dan mengangguk kan kepalanya tanda pasrah.
Mereka berdua akhirnya izin pamit kepada paman dan bibi. Sedangkan Aprilia yang melihat Juliana bersiap ingin pergi menyempatkan diri untuk menyindir sepupunya itu.
"Ana, kau pergi jalan itu jangan sampai pulang larut ya. Ingat pekerjaan rumah ini tanggung jawab mu" ucap Aprilia ketus.
Juliana mengangguk dan tersenyum ke arah Aprilia. Sebenarnya yang di inginkan Aprilia sepupunya itu adu debat dengannya, tapi seberapa kerasnya Aprilia mencoba mengusik sepupunya itu tetap saja Juliana tak pernah mau adu argumen dengan dirinya.
Sila memandang Aprilia dan berkata "Ana baru kali ini kan pergi jalan jalan sebegitu nya kamu gak senang dia pergi ya".
Aprilia melirik sinis ke arah Sila "Eh kamu mana tau kan, semua pekerjaan rumah memang dia yang ngerjain jadi kalau dia terlalu ke asyikan jalan jalan lupa waktu yang di rumah gimana".
"Astaga, kamu kan juga perempuan kenapa gak kamu aja yang ngerjain, Ana itu gak akan selamanya ada di rumah ini kan" jawab Sila.
"Iya juga ya, dia kan cuman numpang hidup disini gak akan selamanya berada disini" ucap Aprilia sambil tersenyum kemenangan adu debat.
Sila geram bukan maksud arah pembicaraan nya kesana dan dirinya ingin berkata lagi tapi di tahan oleh Juliana.
"Sudahlah gak usah debat ya" ucap Juliana lembut pada Sila.
Jujur saja Sila sangat geram pada sepupu Juliana ini.
Akhirnya Juliana yang berucap pamit pada Aprilia, setelah itu mereka berdua pergi.
"Mah pah Jo pamit ya" ucap Jonathan sambil menyalami kedua orang tua nya itu.
"Kau mau kemana nak?" tanya sang ibu.
"Jo ada janji pergi jalan sama Nico mah".
"Baiklah hati hati di jalan ya nak" ucap sang ibu sambil memeluk sang anak.
"Pah pamit ya" pamit Jonathan yang dibalas oleh sang ayah dengan anggukan kepala.
Jonathan berangkat dengan mengemudikan mobil kesayangannya menuju rumah Nicolas.
Sampai di rumah sahabat nya itu Jonathan bertemu dengan ibu Nicolas.
"Selamat pagi bund" sapa Jonathan pada ibu Nicolas.
"Pagi sayang, kau apa kabar?" ucap bunda Nindy.
Ya panggilan orang tua dari Nicolas adalah ayah dan bunda. Jonathan sedari awal berteman dengan Nicolas sudah di ajarkan untuk memanggil tuan Saputra ayah dan memanggil nyonya Nindy bunda. Begitupun sebaliknya Nicolas memanggil tuan Jerry papah dan nyonya Aini mamah.
"Jo baik bund, bunda sendiri gimana kabarnya? Ayah gak nakal kan bund" ucap Jonathan sambil terkekeh.
Bunda Nindy menepuk lengan Jonathan "Bunda baik, dan ayahmu juga gak nakal kok".
Mereka berdua tertawa bersama setelah nya.
Ayah Saputra datang dari belakang mendekati ke arah dua orang berbeda jenis itu yang sedang tertawa entah apa yang lucu.
Kalian sedang bahas apa sih sampai tertawa seperti itu" tanya ayah Saputra.
Jonathan dan bunda Nindy menoleh ke arah suara.
"Ini yah anak mu satu ini nanya apa ayah nakal?" setelah berkata seperti itu lagi lagi bunda Nindy dan Jonathan sama sama tertawa, entahlah mereka berdua merasa lucu akan pertanyaan itu.
Sedangkan ayah Saputra hanya geleng geleng kepala melihat istri dan lelaki muda yang di anggap nya anak sendiri itu.
"Kalian ini ada ada saja" ucap ayah Saputra.
Jangan lupa untuk dukung karya receh Aya ini dengan cara like komen tambah favorit juga rate bintang lima bila berkenan gift atau vote terimakasih 😘.
...Salam hangat dari Aya ❤️...